LANGKAH-LANGKAH SETAN MENELANJANGI WANITA

10 05 2011

Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan. Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.

I. Menghilangkan Definisi Hijab

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’i tetap dipertahankan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisik kan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan). “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, “Tuh tidak apa-apa kan?”

Kedua, Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu.” Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakian Tapi Telanjang

Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,” setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.”

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy,” katanya.

Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit

Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampakkan bagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit.

Setan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.”

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.”

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia mema-kai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis

Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.”

Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,” gumamnya. “Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Kristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

III. Serba Mini

Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan “bikini”. Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.” Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu” Setan tak mau ambil resiko.

Penutup

Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyeng-sarakan, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab.





WANITA: ANTARA KESETARAAN GENDER DAN PERANAN RUMAH TANGGA

23 04 2011

Oleh: Rizqi Awal El-Falimbani
(Komunitas Sastra Cerdas)

Perempuan dalam wacana sistem demokrasi adalah sosok yang setara dengan laki-laki, yakni sebagai individu yang berdaulat penuh atas dirinya. Pandangan terhadap perempuan harus tegak di atas prinsip kesetaraan yang adil yaitu tidak membedakan manusia atas dasar fungsi reproduksi. Dengan demikian, tidak diterima adanya pembagian fungsi dan peran dalam struktur social masyarakat, termasuk dalam keluarga. Sehingga terkadang perempuan hanya berperan sebagai ibu, pengasuh anak kecil, pengelola urusan dapur dan pelayan di atas ranjang. Inilah yang menimbulkan gerakan kesetaraan gender dalam Demokrasi. Baca entri selengkapnya »





Stop Dakwah Lintas Gender…!!!

23 04 2011

Dakwah adalah sebuah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman kepada Allah SWT. Sesuai dengan garis aqidah, syariat, dan akhlak islam. Kata dakwah merupakan masdar ( kata benda) dari kata kerja yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Tujuan dakwah ialah menjadikan kebahagian dan kesejahteraan hidup dunia dan akhirat. Yang diridhoi Allah, Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara: lisan, tulisan dan perbuatan yang dimulai dari istri, keluarga bahkan penguasa. Baca entri selengkapnya »





Muslimah Juga Wajib Berpolitik

13 03 2011

MUSLIMAH JUGA WAJIB BERPOLITIK
Membicarakan peran kaum Muslimah saat ini terasa sangat relevan, apalagi dalam situasi ketika mereka sedang berada dalam tarikan dua ide yang bertentangan satu sama lain. Di satu sisi terdapat gagasan agar kaum Muslimah lebih mengedepankan peran publiknya—baik dalam bidang politik, karir, maupun sosialnya—agar Muslimah tidak terkungkung hanya dalam area ‘dapur-sumur-kasur’. Di sisi lain, kaum Muslimah juga dihadapkan pada peran domestik, yakni menjadi ibu dan pengatur rumah tangga yang baik. Bagaimana Islam sesungguhnya Islam memandang peran domistik dan peran publik perempuan? Bagaimana pula Islam mengharmonikan kedua peran itu dalam tataran praktik? Baca entri selengkapnya »





Wanita=TKW teraniaya salah siapa?

15 12 2010

by aya sofia

Sungguh malang benar nasib para TKW Indonesia, niat hati ingin membantu keluarga malah berakhir bencana, tragisnya mereka meregang nyawa di negeri orang. Berdasarkan catatan lembaga swadaya masyarakat Migrant care ada 908 TKI meninggal di berbagai negara hingga oktober 2010, jumlah yang fantastis untuk angka kematian TKW di seluruh dunia apalagi menyangkut urusan manusia. Tentu ini menjadi tambahan “prestasi” lagi bagi Indonesia.

Kasus yang masih hangat di media massa adalah kasus sumiati dan kikim komalasari yang menjadi TKW di Arab Saudi. Sumiati mengalami siksaan keji dan biadab dari majikannya, kedua kakinya lumpuh bahkan bibir atasnya luka karena dipukul terus menerus bahkan sampai tak sadarkan diri. Lebih miris lagi adalah kikim yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah mengalami siksaan keji , dia di buang begitu saja ke bak sampah di pinggir jalan. Hati siapa yang tak miris mendengarnya apalagi keluarganya. Kritik dan protespun bermunculan ke arah pemerintah dan Arab Saudi.
Sumiati dan kikim hanyalah secuil masalah dari banyakya kasus kekerasan yang terjadi pada para pahlawan devisa ini di negeri orang, banyak korban yang tidak terekspos karena tidak ada kabar beritanya lagi. Baca entri selengkapnya »





Generasi yang Hancur oleh Pornoaksi dan Pornografi

12 12 2010

by rahmah

Maraknya perederan video porno yang melibatkan kalangan artis dan figur publik sudah tidak terhitung banyaknya di negeri ini. Konsumsi terhadap produk pornografi dan pornoaksi ini pun telah meningkat tajam, mulai dari anak SD, SMP, SMU hingga orang dewasa. Dari kalangan masyarakat biasa, pejabat hingga anggota dewan. Dampaknya pun tidak bisa dianggap enteng.

Yang lebih menyedihkan, di tengah resahnya masyarakat terhadap maraknya produk-produk amoral seperti ini, negara dengan perangkat hukum dan aparatnya seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Undang-undang KUHP, tidak bisa menjerat pelaku zina, yang jelas-jelas merupakan perbuatan haram dan keji. Sementara UU Pornografi dan Pornoaksi juga sama, tidak bisa menjerat pelakunya, melainkan hanya pihak yang memproduksi dan mengedarkannya. Dengan kata lain, jika orang yang merekam adegan porno untuk kepentingan pribadi, maka UU tidak bisa menjeratnya. Di satu sisi, Presiden, Menteri Komunikasi dan Informatika, Polri hanya bisa prihatin, menghimbau dan meminta dukungan moral agar pelakunya mau mengakui perbuatan mereka dan jujur. Inilah paradok sistem dan rezim yang ada di negeri ini. Baca entri selengkapnya »





Dapatkah Harkat dan Martabat Wanita Terangkat dengan Kereta Khusus Wanita (KKW)?

25 08 2010

Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di atas transportasi umum yang menimpa kaum wanita, mendapat perhatian serius dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). PT KAI telah meluncurkan dua gerbong khusus wanita dalam satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) dengan rute Bogor-Jakarta-Bogor. Gerbong khusus ini mulai beroperasi pada Kamis (19/8/2010) lalu dan hanya pada KRL AC dan Express.

PT KAI berharap upaya penyediaan Kereta Khusus Wanita (KKW) ini mampu mengangkat harkat dan martabat wanita serta melindungi wanita dari pelecehan seksual di kereta api, khususnya di KRL. Hal yang sama sudah dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta pada antrian bus Transjakarta. Sejak Juni lalu sudah diterapkan pemisahan antrian penumpang busway yang bertujuan menghindari kasus-kasus yang merugikan kaum wanita. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: