Jangan Berharap Banyak Pada Rencana Reshuffle Ala SBY

24 09 2011

Kabar soal reshuffle kabinet kencang terdengar. Namun jangan berharap banyak kabinet hasil reshuffle nanti akan diisi orang-orang profesional. Presiden SBY dinilai masih akan bermain aman. Harapan rakyat melihat menteri-menteri diisi orang-orang yang punya kemampuan di bidang masing-masing, masih jauh dari kenyataan.

“Reshuffle tidak akan berpengaruh banyak. SBY masih bermain aman. Kalau pun terjadi reshuffle, maka hanya akan mengganti orang dari partai yang sama,” ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Senin (20/9/2011) malam.

Arya merasa pesimistis SBY akan melakukan terobosan besar di sisa masa jabatannya yang tersisa 3 tahun. SBY masih sangat memperhitungkan matematis dukungan politik di DPR jika ada perubahan drastis dalam reshuffle dan mitra koalisinya.

“Saya tidak begitu yakin SBY berani mengganti menteri-menteri di kabinetnya dengan orang profesional non-partai,” kata dia.

Arya berharap untuk kali ini, SBY mau mendengarkan keinginan publik untuk mengganti menterinya dengan orang yang benar-benar mampu bekerja. Bukan hanya orang-orang politik yang dipilih karena menjadi mitra koalisi Demokrat.

“Ini tren, kepuasan publik pada SBY terus menurun, kalau tidak membaca sinyal ini akan jadi petaka. SBY harus memperhatikan keinginan publik mengganti menteri yang lemah kinerjanya. Memberikan prioritas hasil penilaian UKP4, menyerap aspirasi publik dengan mengganti menteri yang lemah kinerjanya dengan orang-orang yang punya kemampuan dan punya rekam jejak yang baik,” katanya. (detiknews.com, 20/9/2011)

Iklan




Sekjen PKS: Menteri di Posisi Basah Diganti

22 09 2011

VIVAnews – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, menyatakan partainya masih belum diajak bicara oleh Presiden mengenai rencana reshuffle kabinet.

“Belum. Kami belum diajak ngobrol. Itu urusannya Presiden,” ujar Anis di DPR RI, Jakarta, Kamis 22 September 2011.

Oleh karena itu Anis tetap tidak percaya akan terjadi reshuffle kabinet demi perbaikan kinerja sebagaimana isu yang sedang santer sekarang. “Kami menangkap gelagat, ini sih targetnya fund raising. Anda boleh itu tulis besar-besar. Targetnya fund raising bukan perbaikan kinerja,” kata Anis.

Menurutnya, jika memang terjadi reshuffle kabinet, berarti target pihak tertentu untuk penggalangan dana dalam rangka menghadapi pemilu 2014 telah tercapai. Untuk membaca tanda-tanda itu, kata Anis bisa dilihat dari bagaimana susunan kabinet baru, jika memang terjadi reshuffle.

“Nanti kalau Anda lihat, susunan menteri yang akan diganti, ini kan tidak ada urusannya dengan menteri bermasalah,” kata Anis. “Karena yang mau diganti di tempat basah semua,” kata Anis.

Namun Anis enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai tempat basah yang dimaksudnya itu. Anis menambahkan, Presiden tidak harus melakukan perombakan kabinet jika sekadar ingin meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Pak SBY ini kan Presiden yang paling banyak melakukan reshuffle, dibandingkan semua Presiden di Indonesia yang penah ada sebelumnya, tapi kinerjanya tidak pernah membaik,” kata Anis. (ren)menteri





SBY Paling Banyak Mereshuffle, Tapi…

22 09 2011

VIVAnews – Sekretaris Jenderal DPP PKS Anis Matta menyatakan partainya belum diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal rencana reshuffle kabinet. Namun, dia menilai tak perlu ada perombakan kabinet jika hanya mengejar perbaikan kinerja.

“Pak SBY ini kan presiden yang paling banyak melakukan reshuffle, dibandingkan semua presiden di Indonesia yang pernah ada sebelumnya. Tapi kinerjanya tidak pernah membaik,” kata Anis di gedung DPR, Kamis 22 September 2011.

Oleh karena itu Anis tetap tidak percaya akan terjadi reshuffle kabinet demi perbaikan kinerja sebagaimana isu yang sedang santer sekarang. Menurutnya, presiden tidak harus melakukan perombakan kabinet jika sekedar ingin meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Kami menangkap gelagat, ini sih targetnya fund rising. Anda boleh itu tulis besar-besar. Targetnya fund rising bukan perbaikan kinerja,” kata Anis.

Menurutnya, jika memang terjadi reshuffle kabinet, berarti target pihak tertentu untuk penggalangan dana dalam rangka menghadapi pemilu 2014 telah tercapai.

Untuk membaca tanda-tanda itu, kata Anis, bisa dilihat dari bagaimana susunan kabinet baru, jika memang terjadi reshuffle. “Karena yang mau diganti di tempat basah semua,” tambah Anis. Namun Anis enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai tempat basah yang dimaksudnya itu. (umi)





Komentar Politik: Tingkat Kepercayaan Terhadap SBY Turun

20 09 2011

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden SBY turun tinggal 37,7 % (detiknews.com, 18/9)
Komentar:
Cerminan penguasa jahat yang disebutkan rosulullahu SAW “Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pejabat pemerintah yang fasik, para hakim pengkhianat, para ahli hukum (fuqoha) pendusta ..”(HR. Thabrani) [] LS-HTI





Akbar Faisal: SBY Takut Skandal Bank Century Terbongkar

19 09 2011

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal mengatakan wacana perombakan kabinet (reshuffle) yang dihembuskan kembali oleh pihak Istana dalam minggu-minggu terakhir dipandang karena takut kasus bailout Bank Century dibongkar.
“Isu reshuffle kabinet yang jauh-jauh dari Century kalau benar Hesham dan Rafat di pengadilan Den haag menang, maka ada koridor yang mulus untuk kita menyatakan pendapat dan membongkar Century,” tegas Akbar saat berbicara dalam dialog “Pemenangan Hesyam-Rafat di Abitrase Internasional dan Hak Menyatakan Pendapat DPR Atas Skandal Century’ di Doekoen Cafe, (Minggu, 18/9).
Akbar menegaskan, pemerintah takut jika Hesham dan Rafat menang dalam gugatannya karena diadili secara in absentia kehilangan bank malah dituduh koruptor.
“Pemerintah takut itu, maka dikeluarkanlah isu reshuffle,” demikian Akbar.[rmol/ian/rimanews]





Apa Kabar ‘Yudhoyono Abused Power’?

15 05 2011

AKARTA, – Bangsa ini sepertinya mengalami amnesia sejarah. Entah karena begitu banyaknya masalah di negeri ini, atau karena yang lain. Karenanya tugas media, cendikiawan dan kaum intelektuallah untuk selalu mengingatkan masyarakat akan peristiwa yang telah terjadi, agar dapat memetik hikmahnya.
Masih ingatkah kita akan pemberitaan media Australia, The Age, pada Jum’at (11/3/11), yang menngangkat tajuk ‘ Yudhoyono Abused Power’? Berita yang bersumber dari kawat diplomatik rahasia milik pemerintah AS yang dibocorkan Wikileaks itu, menjadi berita utama di halaman depan harian tersebut. Baca entri selengkapnya »





SBY : Berjanji Memberantas Korupsi?

11 05 2011

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, Indonesia saat ini sedang merevisi aturan antikorupsi, dan SBY berjanji akan melawan setiap perilaku korup, ujarnya.
“Indonesia juga melanjutkan untuk merevisi Undang-undang kita mengacu pada mandat UNCAC (United Nations Convention Against Corruption),” tutur SBY.
Penegasan Presiden SBY dalam ‘Pemberantasan Praktik Penyuapan Pejabat Asing dalam Transaksi Bisnis Internasional’ di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/5/2011). Acara ini dihadiri oleh pekerja antikorupsi dari 35 negara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peraturan yang tersedia akan melawan setiap perilaku korupsi, terutama dalam dimensi transnasional,” ucap SBY.

SBY berharap dengan pertemuan ini negara-negara di dunia bekerja sama untu memerangi perilaku korup, termasuk penyuapan. Kemudian juga bisa mengawasi keuangan internasional, pencucian uang, dan penyuapan.
“Bersama kita bisa mengkriminalkan penyuap asing. Bersama kita bisa menghalangi koruptor yang masuk, memperkuat kerjasama internasional dalam penegakan hukum dan pemulihan aset. Bersama kita bisa melindungi whistle blower. Bersama kita bisa mengembangkan kemitraan produktif surga pajak dalam menjegal dan mengeliminasi pencucian uang. Langit adalah batasan upaya kita, mari kita lakukan bersama,” kata SBY yang berpidato dalam bahasa Inggris.
Sebelumnya, telah ramai dikalangan publik dan praktisi hukum, serta LSM yang memberikan komentar tentang revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Namun beberapa aktivis antikorupsi menilai revisi itu malah mengerdilkan KPK dan Pengadilan Tipikor.
RUU KPK misalnya, ‘memangkas’ kewenangan KPK untuk melakukan penuntutan. Penuntutan dilakukan satu atap oleh Kejaksaan Agung.
Sebelumnya ICW menyebutkan setidaknya ada sembilan kelemahan revisi UU Tipikor. Menurut ICW, sejumlahh pasal di revisi tersebut justru membuat UU Tipikor menjadi lemah dan kompromis dibanding UU No 31/1999 dan UU No 20/2001.
Bahkan, Rancangan Revisi UU Anti Korupsi itu belum sampai ke DPR, draf RUU Tipikor ditarik oleh Sekretariat Negara (Setneg) dari Kemenkum HAM. Menkum HAM beralasan jika masih ada beberapa masalah teknis yang harus diperbaiki.
Rakyat menunggu janji Presiden SBY, tindakannya terhadap pemberantasan korupsi, dan menunggu realisasinya. Benarkah janji Presiden SBY? Termasuk sekarang yang sedang ramai kasus Sesmenpora, yang menerima sogok. (mh)








%d blogger menyukai ini: