Tahun 2011 Pemerintah Tambah Hutang Rp 200 Triliun

3 01 2011

(republika.co.id, 30/12/2010)

Adanya selisih lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tak membuat Ditjen Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan (Kemenkeu) merubah rencana penerbitan utang tahun depan. Surat Utang negara tetap akan dilelang setiap bulannnya untuk mencapai target growth penerimaan utang 2011 sebesar Rp 200,6 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementriaan Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan setiap bulan pemerintah akan menerbitkan surat utang baik melalu lelang SUN ataupun sukuk. “ Kita juga tetap akan melakukan penerbitan insturmen tertentu melalui book building dan private placemenct itu kita lakukan seperti apa yang kita lakukan pada tahun ini,” ujar Rahmat, di kantornya, Kamis (30/12).

Memang, lanjut Rahmat, ada kemungkinan untuk melakukan diversifikasi obligasi mengingat besarnya jumlah penerimaan utang yang harus dicapai. Jika tidak, maka pasar ditakutkan akan mengalami crowding out (kejenuhan pasar). Baca entri selengkapnya »

Iklan




BBM Tak Bersubsidi ??

15 12 2010

by : Miftahurrahmah *

Bulan Oktober 2010 ini pemerintah merencanakan membatasi subsidi untuk BBM. Bahkan memberikan batasan pemberian subsidi untuk mobil produksi tahun 2005 ke atas. Alasan pemerintah adalah untuk mengurangi defisit APBN.

Kebijakan untuk membatasi subsidi bagi mobil-mobil keluaran di atas tahun 2005 jelas hal yang aneh. Kenapa demikian? Artinya mobil-mobil tua lah yang akan mendapat jatah subsidi. Secara logika, bukankah justru mobil-mobil tua yang menggunakan BBM lebih banyak di banding mobil keluaran terbaru ??

Dan artinya, minat masyarakat akan mobil-mobil bekas semakin meningkat. Yang bermasalah pasti bukan karena bekas pakai. Tapi, seperti yang kita ketahui mobil-mobil bekas itu adalah mobil-mobil tua yang di negara-negara lain justru tidak dipakai lagi, karena polusi yang ditimbulkan. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: