Menyikapi Intelejen

3 05 2011

Dalam bahasa Indonesia, intelijen (Arab: mukhâbarât, Inggris: intelligent) adalah orang yang bertugas mencari keterangan (mengamat-amati) seseorang atau dinas rahasia. Sedangkan inteligen (menggunakan huruf g; bedakan dengan intelijen yang menggunakan huruf j) bermakna mempunyai atau menunjukan tingkat kecerdasan yang tinggi, berpikiran tajam, cerdas, dan berakal.[1]
Kini, intelijen sudah melembaga. Ditinjau dari fungsi dan keberadaannya, menurut A. C. Manullang,[2] intelijen merupakan lembaga yang berfungsi melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Bom Eksentrik dan Motifnya

21 03 2011

Ali Mustofa Akbar

Eksentrik, negeri ini seringkali mengalami kejadian-kejadian aneh. Keanehan yang juga lucu karena terkesan seperti drama ludruk. Ada pemain utama, pemain pengganti, dan sutradara yang berkuasa memainkan drama. Khalayak pun bertanya-tanya, ada apa gerangan? padahal ini nyata, meski terindikasi rekayasa dan penuh misteri.

Bali 20 Oktober 2002, Duarrr! “petasan raksasa” meledak di Paddy’s Bar dan Sari Club, efeknya terdengar sampai radius puluhan kilometer, jaring-jaring bangunan berterbangan ke udara hingga lima puluhan meter tingginya. Amrozi Cs terpilih menjadi pemain utama dalam lakon ini. Baca entri selengkapnya »





BNPT: Intelijen Kecolongan? Maklumi Saja

19 03 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai, meminta agar publik tidak menyalahkan intelijen terkait maraknya teror bom buku pada pekan ini. Menurutnya, tidak ada intelijen di dunia mana pun yang tidak pernah kecolongan.

“Intelijen cuma dua. Duit dan kuasa. Sekarang dua-dua tidak punya,” ungkap Ansyaad dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/3). Baca entri selengkapnya »





My Name Is Sony Laksono

10 01 2011

By: Ali Mustofa in Komunitas Rindu Syariah & Khilafah

Pria berkepala plontos ini kembali membuat geger Indonesia. Setelah namanya meroket gara-gara ketahuan melakukan skandal korupsi pajak, akhir-akhir ini kembali membuat heboh masyarakat dengan terungkapnya bahwa semasa di tahanan dirinya justru bebas berkeliaran ke luar negeri. Dialah Gayus Tambunan, salah satu news maker minggu ini.

Diberitakan, Selama ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Gayus disebut-sebut 68 kali keluar masuk sel seusai sidang dengan cara menyetor sejumlah uang. Praktik kotor ini berakhir setelah kepergiannya ke Bali terkuak. Gayus pun dipindahkan ke LP Cipinang. Bahkan dengan status sebagai tahanan dan sedang menjalani sidang, Gayus ditengarai pula sempat jalan-jalan ke Singapura, Kuala Lumpur dan Macau.

Indikasinya, perjalanannya tidak hanya menyuap para sipir tahanan tetapi juga sampai ke petugas imigrasi yang membuat paspor Gayus. Dia keluar sel dengan menggunakan nama samaran ‘Sony Laksono’. Bisa juga dia keluar untuk mengamankan asetnya. Kabar yang beredar, setelah dari luar negeri, ‘Sony Laksono’ plesiran ke Bali, menonton kejuaraan tenis internasional dan tertangkap kamera wartawan. Baca entri selengkapnya »





Kekisruhan Kasus Hukum Diperkirakan Terwariskan di Tahun 2011

3 01 2011

(republika.co.id, 3/1/2)
JAKARTA–Sepanjang 2010 menjadi catatan suram bagi sejarah hukum di Indonesia. Diperkirakan, kekisruhan kasus hukum akan terwariskan ke tahun 2011. “Tidak ada prestasi bagi catatan hukum di Indonesia,” cetus Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho, saat dihubungi Republika, Ahad (2/1).

Emerson mengatakan beberapa kasus hukum yang tersorot antara lain tumbuh suburnya praktik mafia hukum di lembaga penegak hukum (termasuk pengadilan), kriminalisasi kasus Bibit Chandra, kasus mafia peradilan dan pajak Gayus Tambunan, Susno Duaji, dan praktik “jual beli fasilitas dan kebebasan” di Lapas dan Rutan. Kasus hukum yang terjadi selama 2010, papar dia, lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini sangat memprihatinkan dan suram, para penegak hukum saling melindungi satu sama lain,” tegas dia.

Dari serentetan kasus hukum tersebut, Emerson mengkritik belum ada usaha penyelesaian kasus hukum yang menyentuh secara tegas para pelaku. Penindakan terhadap kasus hukum sepanjang tahun 2010 hanya sebatas meraba. Baca entri selengkapnya »





Perjanjian Kerjasama Militer Indonesia-AS dalam Pandangan Islam

25 08 2010

Pasca pencambutan embargo militer, Amerika Serikat membuka kembali kerjasama “Internasional Education and Training” (IMET), “Foreign Military Sales” (FMS) ” foreign Military Financing”, (FMF), dan “Defence Export” dengan Indonesia.

Secara khusus, dalam pertemuannya beberapa waktu yang lalu dengan Panglima TNI Jendral Djoko Santoso di Jakarta, komandan pasukan khusus Komando Pasifik AS Laksamana Muda Sean A Pybus menyampaikan bahwa pemerintah AS menjanjikan segera memulihkan kembali kerjasama antar pasukan khusus militer kedua Negara, terutama Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopasus).

Terkait hasil pertemuan itu, Kapuspen TNI Mayjen Aslizar Tanjung dalam rilisnya yang diterima Media Indonesia menyatakan,”Laksamana bintang Dua ini berjanji akan melaporkan hasil pertemuan kepada Panglima US PACOM sehingga dapat segera ditindaklanjuti bentuk kerjasama yang akan dilakukan, khususnya dalam rangka capacity building Satuan Khusus TNI meliputi Kopasus TNI AD dan Denjaka TNI AL serta Kopaskhas TNI AU dalam rangka penanggulangan terorisme”. Baca entri selengkapnya »





“Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir“

15 08 2010

Pernyataan HTI Terkait Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir

11 Agustus 2010 / 1 Ramadhan 1431 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir“

Berkenaan dengan penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir pada 9 Agustus lalu di daerah Banjar Jawa Barat oleh Densus 88 Mabes Polri dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan kegiatan terorisme, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Mengecam penangkapan itu sebagai tindakan dzalim, apalagi dengan cara-cara penangkapan yang terlihat sangat kasar seolah-olah benar Ustadz Abubakar Ba’asyir adalah seorang penjahat besar. Beliau adalah seorang ustadz yang tempat tinggalnya jelas. Jelas juga kegiatan sehari-harinya. Maka tidak semestinya beliau diperlakukan sebagai orang yang seolah telah melakukan kejahatan besar dan hendak melarikan diri.
2. Sangat meragukan tudingan Densus 88 Mabes Polri bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir terlibat dalam perkara yang dituduhkan, yakni merencanakan, mendanai dan melaksanakan kegiatan terorisme di Aceh, mengingat pelatihan yang disebut itu sesungguhnya adalah pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka persiapan Jihad di Jalur Gaza sebagai respon atas serangan brutal Israel terhadap wilayah itu pada akhir tahun 2008 lalu.
3. Menengarai bahwa penangkapan itu tidak lebih untuk menyenangkan pihak asing (AS dan sekutunya) Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: