Harga BBM Melambung, Rakyat Bingung

4 05 2011

JAKARTA, – Harga pertamax yang terus naik membuat sebagian masyarakat terutama pengguna mobil pribadi kembali menggunakan premium. Rendahnya daya beli dan tak adanya peraturan jelas soal peruntukan bahan bakar minyak subsidi membuat ini terjadi.
Pertamina tak bisa berbuat apa-apa karena memang tak ada peraturan soal penjualan BBM subsidi secara spesifik. Pertamina hanya meminta kesadaran konsumen saja. Saat ini harga pertamax yang mencapai Rp 9.050 per liter sedangkan harga premium per liter Rp 4.500.
Makin mahalnya harga BBM membuat DPR berencana memanggil pemerintah. Sementara itu hasil survei tim kajian pembatasan BBM bersubsidi awal 2011 menunjukkan dengan harga pertamax saat ini maka sekitar 15 persen penggunanya akan kembali menggunakan premium bersubsidi.

RIMANEWS

Iklan




Pertamax Sentuh Rp9.000/Liter, Subsidi BBM Melonjak!

3 05 2011

JAKARTA, – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku akan ada kenaikan subsidi dengan melonjaknya harga pertamax.
“Pasti ada kenaikan subsidi, karena volume BBM subsidi akan menambah tinggi,” ujar Bambang di Jakarta.
Bambang menjelaskan jika kenaikan harga pertamax yang akan berefek ke premium sudah menjadi exercise pemerintah. “Kami sudah melakukan simulasi, tetapi belum untuk publikasi yang penting defisit dijaga tidak dua persen terahdap Product Domestik Bruto,” terangnya.
Baca entri selengkapnya »





Pemerintah Bakal Hapus Bensin Premium

30 04 2011

Jakarta – Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR-RI.

Ia menegaskan, ada dua prinsip terkait pembatasan BBM bersubisi. Pertama, Premium secara bertahap yakni dihapus dari sisi subsidi maupun produknya di pasaran. Kedua, tidak akan memberikan subsidi untuk BBM jenis Pertamax yang selama ini sudah dijual sesuai tingkat keekonomiannya.

“Kalau saya dua prinsip yang saya dijaga memang secara bertahap dan pasti yaitu premium itu harus hapus, keberadaan premium bertahap tapi pasti harusnya dihapus, hapus artinya tidak diteruskan, pertama kali subsidinya, kemudian produknya, kan oktannya juga kurang tinggi,” katanya ketika ditemui di sela-sela Musrenbangnas, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Masalah kedua adalah, soal produk pertamax yang tidak selayaknya mendapat subsidi dari pemerintah, mengingat harganya sudah dilepas melalui mekanisme pasar.

“Kedua mohon jangan memberikan subsidi pada pertamax karena pertamax harus mencerminkan pasar,” tegasnya.

Dikatakannya pembatasan BBM subsidi harus melalui kesepakatan ESDM dan akan dibicarakan komisi VII DPR-RI. Agus Marto juga menyinggung soal cara China, yang dalam waktu 4 bulan sudah menaikkan harga BBM hingga dua kali.

“Kamu lihat di China, di China itu betul-betul tegar seperti kita beberapa saat yang lalu di China bulan Februari dilakukan penyesuaian harga minyak, di bulan April lakukan lagi penyesuaian harga minyak,” ungkapnya.

Untuk itu, Agus Marto menyatakan Indonesia perlu melakukan hal tersebut ke depannya guna menumbuhkan prinsip penghematan dan kehati-hatian.

“Nanti, kalau tidak nanti nggak ada prinsip kehati-hatian dan penghematan,” tandasnya. (detikfinance.com, 28/4/2011)








%d blogger menyukai ini: