Obama: AS takkan Larang Video Hujat Agama

25 11 2012

obama
REPUBLIKA.CO.ID, PBB, NEW YORK – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berkeras pemerintahannya tidak akan melarang peredaran video bernada hujatan terhadap agama tertentu, di antaranya video cuplikan film anti-Islam Innocence of Muslims.

Film itu menyulut kekerasan di berbagai belahan dunia, termasuk serangan di Benghazi, Libya, hingga menewaskan Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens.

Ketika berbicara dalam Debat Umum Sidang ke-67 Majelis Umum PBB, Selasa, Obama justru menekankan semua pihak di dunia harus menghentikan kekerasan dan ekstrimisme dalam menanggapi pernyataan-pernyataan yang tidak dapat diterima.

“Saya tahu ada yang bertanya kenapa kami tidak melarang saja video seperti itu. Jawabannya adalah ini diamanatkan oleh hukum yang kami miliki: Undang-undang kami melindungi hak kebebasan berbicara,” tegas Obama ketika menyampaikan pidato pada sidang di Markas Besar PBB, New York.

Obama memanfaatkan kesempatan itu dengan menekankan pesan Amerika setelah tragedi serangan beberapa pekan lalu ke Konsulat AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, tiga diplomat AS lainnya, serta sejumlah staf lokal Libya.

Serangan itu disebut-sebut dipicu oleh kemarahan warga Muslim ekstrim terhadap video cuplikan film buatan seorang warga negara Amerika Serikat, Innocence of Muslims, yang isinya menghina Nabi Muhammad.

Obama tidak menyebutkan judul film anti-Islam tersebut namun ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan video yang disebutnya “kasar dan menjijikkan” itu.

“Ini tidak hanya menghina orang muslim, tapi juga Amerika –karena kami adalah negara yang menyambut orang dari ras dan kepercayaan apapun… Kami adalah rumah bagi para warga muslim yang berada di seantero negeri kami,” katanya.

Kendati demikian, ia kembali menekankan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak bisa melarang siapapun untuk berbicara, kendati hal itu membuat orang lain tersinggung.

Ia mengingatkan bahwa banyak warga Amerika yang berjuang dan gugur untuk menjaga semua warga Amerika Serikat memiliki hak menyatakan pandangan mereka dengan bebas, walaupun pihak lain tidak akan setuju dengan pandangan-pandangan tersebut.

“Di sini di Amerika Serikat, banyak publikasi yang mengundang rasa tersinggung. Seperti saya, sebagian besar warga Amerika adalah Kristiani, tapi kami tidak melarang hujatan terhadap kepercayaan kami yang paling suci,” kata Obama
sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/26/may4s7-obama-as-takkan-larang-video-hujat-agama





Tolak Obama, Presiden Negara Imperialis !

19 11 2011

[AL-Islam edisi 581, 18 November 2011 – 22 Dzulhijjah 1432 H]

Presiden Obama melakukan kunjungan ke kawasan Asia Pasifik. Diawali dengan menjadi tuan rumah pertemuan APEC dengan agenda Trans-Pasific Partnership (TPP) dan masalah zona perdagangan bebas Pasifik. Lalu berkunjung ke Australia dan terakhir ke Bali untuk menghadiri KTT Asean+ atau East Asia Summit -EAS- yang berlangsung pada 17-19 November 2011.

Demi Kepentingan AS

Satu hal yang pasti bahwa Obama adalah presiden dari negara yang menganut ideologi kapitalisme. Imperialisme atau penjajahan adalah metode baku yang dilakukan untuk menyebarkan kapitalisme dan menjaga dominasi kepentingan ekonomi dan politik. Dalam konteks ini, kunjungan Obama ke kawasan Asia Pasifik ini sangat penting.

Ben Rhodes, wakil penasihat keamanan nasional untuk komunikasi strategis dalam briefing media terkait kunjungan Obama itu, mengatakan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk melibatkan kawasan Asia Pasifik yang dinamis itu guna menciptakan lapangan kerja, mengamankan kepentingan AS dan mengokohkan nilai-nilai demokrasi. Pemerintahan Obama sejak awal berusaha mengembalikan persekutuan AS di kawasan, menguatkan posisi AS dan memastikan bahwa AS tetap menjadi kekuatan ekonomi dan keamanan yang dominan di Asia Pasifik dan lebih luas (http://www.whitehouse.gov/the-press-office/2011/11/09/press-briefing-previewing-presidents-trip-hawaii-australia-and-indonesia).

Saat ini perekonomian Eropa sedang stagnan bahkan mengalami kelesuan setelah hal sama lebih dulu melanda perekonomian AS. Sementara itu, ekonomi kawasan Asia Pasifik justru mengalami pertumbuhan dan PDBnya meningkat signifikan. Jumlah penduduk Asia Pasifik yang sangat banyak juga merupakan potensi pasar yang sangat besar. Disinilah kawasan Asia Pasifik saat ini menjadi kawasan paling penting dan potensial bagi kepentinan ekonomi AS. Karena itu Rhodes juga menjelaskan, bahwa agenda Obama dalam pertemuan APEC di Honolulu lebih difokuskan pada agenda ekonomi terutama dalam rangka penciptaan jutaan lapangan kerja. Obama berambisi untuk melipatgandakan ekspor pada tahun depan. Untuk itulah Obama menggunakan pertemuan APEC untuk mensuport ekspor AS, meningkatkan perdagangan, menghilangkan hambatan pasar di kawasan, membuka pasar dan mencapai kesepakatan eksport dengan berbagai pemerintahan di Asia Pasifik. Disinilah kenapa Obama (AS) begitu ngotot mengegolkan usulan zona perdagangan bebas Asia Pasifik.

Sementara dalam pertemuan East Asia Summit (EAS) di Bali, Obama akan lebih memfokuskan pada masalah tantangan politik dan keamanan di kawasan. Dalam konteks ini, AS ingin pertemuan East Asia Summit akan mencakup agenda nonproliferasi, keamanan nuklir dan pengamanan material nuklir, dimana hal itu bergantung pada kerjasama anggota EAS. AS juga berkepentingan dengan masalah keamanan maritim khususnya laut Cina selatan. Amerika memiliki kepentingan keamanan dan komersial yang dalam terhadap adanya semacam kode etik atau aturan yang jelas tentang pendekatan anggota EAS bagi masalah keamanan maritim tersebut.

Obama juga ingin menyeimbangkan kembali wilayah Asia, di mana demokrasi mulai muncul dan pengaruh Tiongkok yang semakin besar. Artinya, AS ingin melibatkan negara-negara di kawasan untuk membendung makin meluasnya pengaruh Cina, khususnya di sekitar laut Cina Selatan. Obama akan memanfaatkan pertemuan di Bali untuk menguatkan aliansi dengan negara-negara kawasan, terutama negara-negara yang “mengepung” Cina. Karena itu di Bali, Obama akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM India Manmohan Singh untuk mendiskusikan pembangunan regional, masalah Afganistan (tentu saja juga Pakistan) dan pendalaman hubungan ekonomi dan komersial. India selama ini telah menjadi mitra penting bagi AS dalam kontra terorisme dan keamanan kawasan Asia Selatan.

Menurut Rhodes, Obama juga akan melakukan pembicaraan bilateral dengan dua sekutu penting AS di kawasan yakni Thailand dan Filipina untuk menguatkan aliansi dalam masalah kontraterorisme, keamanan maritim, keamanan nuklir dan memperluas hubungan komersial dengan Thailand dan Filipina. Selain itu, Obama juga akan melakukan pembicaraan bilateral degan Presiden SBY. Menurutnya, Indonesia penting karena merupakan salah satu negara kawasan yang ekonominya tumbuh cepat, selain juga menjadi mitra kunci bagi AS dalam masalah dari masalah kontra terorisme sampai masalah keamanan meritim.

Jadi jelas kedatangan Obama ke Bali ini lebih untuk merealisasi kepentingan penjajahan negara Paman Sam itu. Yaitu untuk menguatkan aliansi dengan negara-negara kawasan dan melibatkan negara-negara kawasan untuk merealisasi kepentingan AS terkait keamanan maritim, disamping untuk menghadapi perluasan pengaruh Cina. Disitulah strategisnya penguatan aliansi dengan negara yang mengepung Cina seperti India, Thailand, Filipina, Jepang, dsb. Dan dalam merealisasi hal itu, AS ingin Indonesia yang menjadi koordinator ASEAN dan tuan rumah East Asia Summit memainkan peran kunci. Pada akhirnya semua itu adalah untuk mengokohkan dominasi, pengaruh dan penjajahan AS di kawasan.

Terkait khusus dengan masalah Indonesia, entah berhubungan atau tidak, kedatangan Obama ke Bali ini terjadi disaat salah satu perusahaan AS yakni Freeport tengah menghadapi masalah baik dengan pemerintah maupun karyawan. Dari yang sudah-sudah, masalah yang dihadapi perusahaan AS biasanya akan selesai setelah kunjungan pejabat AS ke negeri ini, seperti dalam kasus Blok Cepu, Exxon di Natuna, dsb.

Kunjungan ini juga langsung atau tidak juga ada hubungannya dengan masalah Papua. Menjelang kunjungan Obama, menlu AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di Papua. Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik tersebut (AFP, 11/11).

Secara politik, AS berkepentingan untuk menjaga Asia Tenggara dengan berpenduduk Muslim terbesar di dunia sebagai representasi dari Islam Moderat. Yakni, model Islam yang lebih dapat mengakomodasi kepentingan penjajahan global AS di Dunia Islam. Dalam hal ini, Indonesia diinginkan menjadi model negara di mana demokrasi, Islam, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai. Bak gayung bersambut, Presiden SBY mengatakan Indonesia pada masa depan akan menjadi contoh negara di dunia yang mampu menjalankan prinsip demokrasi, Islam, dan modernisasi tanpa konflik (voanews.com, 13/11).

Tolak Obama

Jelaslah, Kunjungan Presiden Obama dalam KTT Asean dan KTT terkait tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan penjajahan AS di wilayah Asia Timur, termasuk Indonesia. Kehadiran Obama dalam forum itu untuk memastikan bahwa wilayah itu secara politik dan ekonomi tetap menganut sistem dan ideologi kapitalisme. Indonesia dijadikan salah satu contoh untuk merealisasi hal itu di tengah umat Islam dunia. Dan secara praktis, kepentingan ekonomi dan politik AS tetap terjaga. Artinya, kehadiran Presiden Obama tidak lain adalah untuk semakin mengokohkan penjajahan atau imperialisme AS atas wilayah ini. Islam mengharamkan kaum Muslim memfasilitasi atau bahkan memberi jalan semua itu. Allah SWT berfirman:

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa’ [4]: 141)

Disamping itu harus diingat, Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim dan memerangi kaum Muslim, seperti di Irak, Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya korban dan kerugian yang ditimbulkan. Dengan semua itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Ketika umat Islam diserang maka yang diperintahkan oleh Allah adalah membalas serangan setimpal dengan serangan itu (QS al-Baqarah: 194).

Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Sebab sebagaimana sabda Nabi saw, umat Islam itu ibarat satu tubuh. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Presiden dari sebuah negara seperti itu harus ditolak sebagai tamu. Sebab muamalah dengan negara kafir muhariban fi’lan adalah muamalah perang.

Allah SWT juga melarang kaum Muslim mengambil musuh Allah dan musuh umat sebagai teman dekat dan kepadanya kaum Muslim memberikan loyalitas (QS Mumtahanah : 1). Allah SWT juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. (QS Ali Imran : 118)

Wahai Kaum Muslim

Kemuliaan, kesejahteraan dan keridhaan Allah hanya bisa diraih dengan menegakkan kehidupan Islami yang di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim, politik, ekonomi dan martabat serta kehormatan umat Islam bisa diujudkan. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar Al Islam:
KPK menemukan lebih dari 4.000 izin tambang batubara bermasalah di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu menyebabkan negara dirugikan hingga triliunan rupiah (Kompas, 15/11)

Lebih merugikan lagi, kekayaan alam, bukan hanya batu bara, justru diserahkan kepada asing. Umat dirugikan hingga ribuan triliun.
Itulah akibat penerapan sistem kapitalisme demokrasi yang menyengsarakan manusia bahkan binatang, tetumbuhan dan batu.
Selamatkan umat dan kekayaan milik umat dengan menerapkan syariah dalam bingkai khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah.





Penangkapan Aktivis Terduga Teroris Jelang Kunjungan Obama, Proyek Cari Muka AS?

16 11 2011

JAKARTA (voa-khilafah.co.cc) – Maraknya penangkapan para aktivis terduga teroris jelang kedatangan Obama ke Indonesia, ditengarai Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) sebagai ‘persembahan’ Densus 88 Antiteror untuk Amerika. Pasalnya, kejadian serupa sudah terjadi tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan koordinator ICAF, Mustofa B Nahrawardaya dalam siaran tertulisnya kepada voa-islam.com, Selasa (15/11/2011).

Dalam catatan ICAF, selalu ada yang terulang jika Obama berkunjung ke Indonesia, yakni ramainya penggerebekan teroris. “Dua kali Obama mengunjungi Indonesia, dua kali pula orang-orang yang diduga teroris ditangkapi,” ujar Mustofa.

Tahun ini, jelas Mustofa, jelang kunjungan Obama ke Bali, media dijejali dengan berita keberhasilan Densus 88 menangkapi teroris kelompok baru bernama Kelompok Abu Omar. Konon, polisi berhasil menyita banyak amunisi beserta senjata berat lainnya, bahkan konon ada yang ditembak ‘tepat’ di kakinya karena si teroris membawa M-16 saat ditangkap.

Mustofa menambahkan, penangkapan aktivis terduga teroris juga terjadi tepat setahun yang lalu ketika Obama menginjakkan kaki di tanah air pada 9 November 2010. Waktu itu, serangkaian kejadian terorisme memenuhi halaman media massa kita sebelum kehadiran orang nomor satu di Amerika Serikat itu. Serangkaian penangkapan terhadap pelaku teror di Aceh, Pamulang, dan beberapa tempat cukup membuat masyarakat kagum. Betapa hebatnya Densus 88 mampu mengetahui dan menangkapi orang-orang yang diduga teroris untuk dijebloskan ke bui. Serangkaian perampokan yang direkam kamera, pelatihan milisi yang direkam, dijadikan bukti oleh polisi untuk menjerat para pelaku untuk dihukum. Obama pun kemudian lancar hadir di Indonesia.

Dengan fakta-fakta itu, ICAF mempertanyakan motif Densus dalam menangkapi para aktivis terduga teroris yang dilakukan jelang kedatangan Obama ke Indonesia.

“Ini murni pemberantasan terorisme atau ‘proyek’ cari muka terhadap Obama?” gugat Mustofa. [taz/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]





Obama Frustrasi Terhadap China

14 11 2011

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama merasa semakin frustrasi dengan kebijakan mata uang China. Ia mengatakan China tidak melakukan hal yang cukup untuk membuat mata uangnya mencapai tingkat yang adil.

“Amerika Serikat dan negara-negara lain, saya pikir bisa dimengerti, merasa bahwa cukup adalah cukup,” ujar Obama usai pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation seperti dikutip terhadap dari AFP, Senin (14/11/2011).

“Saya tentu saja ingin terus mengusahakan hubungan yang konstruktif dengan pemerintah China,” tambah Obama setelah mengeluhkan level yuan yang telah menyebabkan keuntungan tidak adil bagi eksportir China.

Obama mengkritik kebijakan mata uang China itu tidak hanya merugikan AS, tapi juga rekan-rekan dagangnya dan juga negara-negara lainnya.

“Kita akan terus berpegang teguh mendesak mereka beroperasi dengan aturan yang sama dengan orang lain. Kami tidak ingin mereka mengambil keuntungan dari Amerika Serikat atau pebisnis AS,” tambah Obama.

Namun China memberikan versi tersendiri tentang pertemuan dengan Obama.

“Meski jika yuan menguat secara substansial, tidak akan memecahkan masalah yang dihadapi Amerika Serikat,” ujar PM China Hu Jintao kepada Obama menurut berita yang diposting dalam situs Kementerian Luar Negeri China.

Ia mengatakan, masalah seperti defisit perdagangan dan pengangguran tidak disebabkan oleh mata uang, yang ia kategorikan sebagai ‘bertanggung jawab’. Namun ditegaskan, Beijing akan terus menekankan reformasi mata uangnya.

AS dan Uni Eropa sudah lama menuding China membiarkan mata uangnya mengambang palsu, sehingga menyebabkan ekspornya murah. Dampaknya, kini China berubah menjadi pusat manufaktur China, sementara rekan-rekan dagangnya merugi.

“Sebagian besar ekonom memperkirakan yuan mengalami devaluasi 20-25%. Itu artinya, ekspor kami ke China menjadi lebih mahal dan impor mereka ke AS menjadi lebih murah,” tegas Obama.

“Sekarang ada sedikit perbaikan dibandingkan tahun lalu, sebagian karena tekanan AS, namun itu tidak cukup,” ketusnya.

Namun China membela rezim mata uangnya, dan mengatakan sudah menggerakkan mata uangnya secara bertahap sehingga menjadi lebih fleksibel. Namun hal itu gagal meredam kritik di AS yang berpendapan mata uang China mengalami undervalue sekitar 30 persen. (detik finance)





Densus 88 kembali berulah, tembak tersangka di Tangerang

13 11 2011

Densus 88 masih belum berubah, arogan dan main tembak para tersangka Muslim. Kali ini pasukan elit kepolisian yang menjadi “musuh” umat Islam itu beraksi di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten pada hari Sabtu (12/11/2011) sekitar pukul 07.00 WIB. Densus 88 menangkap tiga orang yang masih diduga sebagai ‘teroris’ dan menembak salah satu diantaranya dengan alasan membawa senapan M 16. Terlalu!

Main tembak ala Densus 88

Bukan Densus 88 kalau tidak main tembak. Arogan dan aksi main tembak Densus 88 mungkin sengaja dilakukan untuk menteror kaum Muslimin, terutama akktivis Islam yang seringkali dituduh sebagai teroris.

Aksi brutal Densus 88 kali ini dilakukan di kawasan Karawaci, Tengerang, Banten. Setelah menangkap tiga orang yang masih diduga sebagai ‘teroris’ Densus 88 juga menembak salah satu diantaranya dengan alasan membawa senapan M 16. Benarkah tersangka tersebut membawa M 16?

“Dilakukan penembakan untuk melumpuhkan, terkena di kaki yang bersangkutan,” ujar Kepala Divis Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/11/2011).

Masih menurut Saud, ketiga terduga ‘teroris’ yang ditangkap adalah DAP (34), warga Cipondoh Tangerang, BH@D (35), warga Karawaci, dan A (32), warga Karawaci. Mereka ditangkap pagi tadi sekira pukul 07.00 WIB. Tiga orang ini dianggap sebagai DPO kasus terorisme.

Selain menangkap tiga tersangka, Densus 88 juga menyita barang bukti satu pucuk senjata api M 16.

“Hasil introgasi sementara tersangka B H@ D pernah menerima senpi dua pucuk dari AO yaitu satu pucuk senpi jungle, satu pucuk senpi FN, dan 20 butir peluru. Barang bukti tersebut disembunyikan, ditanam di kawasan hutan di daerah Depok,” tandasnya.

Apakah seluruh pernyataan tersebut benar adanya? Yang jelas aksi brutal Densus 88 yang selalu main tembak para tersangka sudah pasti akan menimbulkan sakit hati dan dendam yang mendalam bagi sebagian kaum Muslimin. Wallahu’alam bis showab! (arrahmah)





Massa HTI Yogyakarta Gelar Aksi Tolak Obama

13 11 2011

Sekitar 2000 massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia, Minggu (13/11) menggelar aksi unjukrasa di perempatan Kantor Pos Yogyakarta.

Aksi yang mereka gelar itu, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Hussein Obama ke Indonesia.

Bagi umat muslim khususnya Hizbut Tahrir Indonesia, Amerika Serikat merupakan negara penjajah. Oleh karena itu, tolak rencana kedatangan presiden negara penjajah ke Indonesia.

Kehadiran Obama ke Indonesia, dijadwalkan akan menghadiri KTT Asean dan KTT Asean-Asia Timur pada 17 hingga 19 November 2011 mendatang di Denpasar, Bali.

Aksi yang diikuti ribuan umat muslim yang melibatkan kaum perempuan ini, berdiri sambil membawa bendera Islam (bertuliskan syahadatain) dan poster bertuliskan penolakan terhadap kedatangan Presiden AS, Barack Hussein Obama ke Indonesia.

Selain berdiri berjajar di pinggir titik nol, sebagian juga ada yang berdiri persis di tengah-tengah perempatan Kantor Pos Besar. Selama aksi berlangsung mereka mendapat pengawasan dari aparat kepolisian setempat.
Dalam orasinya, Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan, Amerika adalah sebuah negara yang saat ini jelas-jelas menjajah negeri Muslim, seperti Irak, Afganistan, Libia dan masih banyak lagi. Imperalisme atau penjajahan yang dilakukan AS, adalah metode yang dilakukan untuk menyebarkan kapitalisme dan menjaga dominasi kepentingan ekonomi dan politik.

Bagi AS, Asia Tenggara adalah wilayah yang sangat strategis. Di daerah ini, menurur Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, terdapat Selat Malaka, Sulat Sunda, dan Selat Lombok yang selama ini menjadi jalur perdagangan dunia. Itulah salah satu kepentingan Amerika Serikat ingin berkuasa di Asia khususnya Asia Tenggara.

Semua ini dilakukan untuk menghadapi semakin meningkatnya pengaruh militer China ke Asia Tenggara, sehingga dominasi militer AS di kawasan ini harus tetap kuat.

Usai orasi para demonstran kemudian membubarkan diri dan pulang ke rumah mereka masing-masing. Selama aksi berjalan lancar aman dan tertib. Aparat kepolisian setempat turut mengamankan hingga aksi unjukrasa usai. (suara merdeka/save-islam)





Massa HTI Gelar Aksi Tolak Obama ke Indonesia

12 11 2011

Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Konsulat Jenderal Amerika, Jalan MT. Haryono Medan, Sabtu (12/11/2011).

Aksi mereka, menolak rencana kedatangan Presiden Amerika, Barack Obama ke Bali pada 16 November 2011, untuk menghadiri KTT Asean – Asia Timur pada 17-19 November 2011.

Penolakan kedatangan presiden kulit hitam pertama di negeri Paman Sam itu, lantaran Amerika dinilai sebagai negara penjajah negara Islam, seperti Afganistan, Irak dan Palestina.

Kedatangan Obama ke Indonesia, juga dinilai hanya untuk kepentingan politik negaranya di wilayah Asia Timur, termasuk Indonesia, agar tetap menganut sistem dan ideologi kapitalisme.

“Kami menentang keras kedatangan Obama ke Indonesia. Karena dia itu musuh Islam. Kedatangannya juga untuk kepentingan politik negeranya semata,” teriak salah seorang orator di lokasi, Sabtu (12/11/2011).

Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan poster berisi kecamanan dan penolakan terhadap kedatangan presiden Amerika yang pernah bersekolah di Menteng itu.

Massa awalnya berkumpul di Lapangan Merdeka Medan, kemudian menggelar longmarch menuju Konjen Amerika Serikat, yang jaraknya sekitar 1 kilo meter.

Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian dan sempat menganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.(okezone)








%d blogger menyukai ini: