Bank Dunia: Hampir Satu Miliar Orang Kelaparan

16 02 2011

Bank Dunia menyatakan bahwa hampir terdapat satu miliar orang yang kelaparan di seluruh dunia, dan lebih dari 60 persen dari orang yang kelaparan itu adalah perempuan.

Siaran pers Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan, ketika menghadapi kenaikan harga bahan pangan yang terjadi pada saat ini secara global, rumah tangga keluarga miskin akan cenderung memakan makanan yang lebih murah dan lebih tidak bernutrisi atau mengurangi biaya kesehatan dan pendidikan mereka. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Nagara GAGAL, selamatkan dengan Syariah & Khilafah !!

26 01 2011

Negara GAGAL, selamatkan dengan Syariah & Khilafah !!
Menilik berbagai persoalan aktual yang ada dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dewasa ini, baik di lapangan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum maupun ideologi dan agama, tampak sekali bahwa pemerintah dan negara ini telah:

1. Gagal menyejahterakan rakyat.
Meski disebut oleh pemerintah bahwa angka kemiskinan terus turun, tapi secara kasat mata masih sangat banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Hal ini tampak misalnya ada lebih dari 70 juta rakyat miskin yang masih menerima raskin. Bahkan kini tengah terjadi krisis pangan, harga kebutuhan pokok meroket, daya beli rakyat menurun, ekonomi makin sulit. Sebanyak 4 juta anak Indonesia kurang gizi. Rakyat terpaksa berutang, mengurangi makan atau makan seadanya seperti nasi tiwul (yang telah mengakibatkan 6 orang meninggal) atau bunuh diri.

2. Gagal melindungi moralitas rakyat
Pornografi dan pornoaksi makin marak. Baik di dunia maya (internet) maupun di dunia nyata. Meski UU Pornografi telah diundangkan, tapi faktanya itu seperti macan ompong. Seks bebas seperti telah menjadi biasa. Lebih dari 51% pelajar di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), 54% di Surabaya, 47% di Bandung dan 52% di Medan mengaku telah melakukan hubungan seks sebelum nikah. Hal ini terjadi juga pada laki-laki dan perempuan dewasa. Sehingga banyak terjadi kehamilan di luar nikah dan berujung pada aborsi. Baca entri selengkapnya »





Pemerintah Mengabaikan Rakyat, Memanjakan Pejabat

24 01 2011

by Komunitas Rindu Syariah & Khilafah
buletin al islam edisi 540

Pemerintah Mengabaikan Rakyat, Memanjakan Pejabat

Pemerintah selama ini sering mengklaim bahwa APBN disusun untuk menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, menciptakan pertumbuhan yang tinggi dan mendukung kelestarian lingkungan.

Namun nyatanya, besaran APBN justru lebih untuk kepentingan birokrat, politisi dan Pemerintah. Dari hasil analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) terhadap APBN 2011, ditemukan data bahwa anggaran ‘pelesiran’ Pemerintah pada 2011 membengkak: dari rencana Rp 20,9 triliun dalam RAPBN 2011 menjadi Rp 24,5 triliun dalam realisasi APBN 2011.

Menurut FITRA, Pemerintah terkesan hendak menyembunyikan hal itu. ”Belanja perjalanan yang biasanya diuraikan pada nomenklatur belanja barang, pada dokumen Data Pokok APBN 2011 tidak lagi dicantumkan. Rupanya, untuk menghindari kritik masyarakat atas membengkaknya belanja perjalanan, Pemerintah justru menutupi belanja perjalanan ini,” tegas Sekjen FITRA, Yuna Farhan.

Menurut Yuna, belanja perjalanan adalah belanja yang terus membengkak setiap tahunnya. Dalam APBN 2009, misalnya, alokasi belanja perjalanan ‘hanya’ Rp 2,9 triliun. Namun, dalam APBN-P 2009 melonjak menjadi Rp 12,7 triliun, Baca entri selengkapnya »





Wanita=TKW teraniaya salah siapa?

15 12 2010

by aya sofia

Sungguh malang benar nasib para TKW Indonesia, niat hati ingin membantu keluarga malah berakhir bencana, tragisnya mereka meregang nyawa di negeri orang. Berdasarkan catatan lembaga swadaya masyarakat Migrant care ada 908 TKI meninggal di berbagai negara hingga oktober 2010, jumlah yang fantastis untuk angka kematian TKW di seluruh dunia apalagi menyangkut urusan manusia. Tentu ini menjadi tambahan “prestasi” lagi bagi Indonesia.

Kasus yang masih hangat di media massa adalah kasus sumiati dan kikim komalasari yang menjadi TKW di Arab Saudi. Sumiati mengalami siksaan keji dan biadab dari majikannya, kedua kakinya lumpuh bahkan bibir atasnya luka karena dipukul terus menerus bahkan sampai tak sadarkan diri. Lebih miris lagi adalah kikim yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah mengalami siksaan keji , dia di buang begitu saja ke bak sampah di pinggir jalan. Hati siapa yang tak miris mendengarnya apalagi keluarganya. Kritik dan protespun bermunculan ke arah pemerintah dan Arab Saudi.
Sumiati dan kikim hanyalah secuil masalah dari banyakya kasus kekerasan yang terjadi pada para pahlawan devisa ini di negeri orang, banyak korban yang tidak terekspos karena tidak ada kabar beritanya lagi. Baca entri selengkapnya »





Gayus Tambunan: Bukti Kesekian Kegagalan Hukum Thaghut

15 12 2010

by MARDIKAYAH

Dewasa ini negara yang menerapkan filososfi hukum adalah panglima kembali dikejutkan oleh sebuah kasus hukum menggelikan. Gayus Tambunan, penjahat kakap Indonesia dikabarkan kabur tanpa kesulitan berarti dari Rumah Tahanan dan malah plesiran ke Bali.

Gayus sebelumnya tersandung oleh kasus penggelapan yang kemudian membawanya ke meja hijau. Uniknya bak bola salju, kasus Gayus kini melebar dan melibatkan sejumlah pihak setelah dirinya tertangkap basah ketika tengah menyaksikan pertandingan Tenis bersama istrinya,. Dugaan ini diperkuat foto-foto yang memperlihatkan lelaki mirip Gayus di tribun penonton hasil bidikan seorang wartawan. Seperti diberitakan, delapan polisi dijadikan tersangka terkait bebas berkeliarannya terdakwa mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan, beberapa waktu lalu.

Menariknya Gayus tidaklah seorang diri. Bukanlah rahasia umum bahwa tahanan kelas hiu dalam Negara yang menerapkan Sistem Demokrasi ini amat licin bagai belut jika wibawa dan gelimangan pundi sudah di tangan. Jauh berbeda dengan tahanan maling ayam dan sandal jepit yang mesti digebuki dulu dan diperas uangnya demi status bebas. Baca entri selengkapnya »





KEMISKINAN INDONESIA, ANTARA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI

12 12 2010

by Kardina Ayu W

Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat tidak hanya disibukkan dengan kenaikan taraf dasar listrik (TDL) saja. Lebih dari itu, harga kebutuhan pokok pun ikut melambung. Harga kebutuhan pokok yang biasanya diperkirakan akan naik saat bulan ramadhan ataupun menjelang Lebaran karena peningkatan jumlah permintaan, sekarang jauh dari perkiraan, belum datang bulan suci Ramadhan harga kebutuhan pokok meningkat drastis. Harga cabe 1 kg yang biasanya berkisar antara 15.000-20.000 kini menjadi 40.000-50.000, beras jenis IR 64 naik dari 6.600 – 6.750, beras jenis Ramos dan sejenisnya dari harga 8.250-8.500 dan harga beras yang 5.000 kini akan didapat dengan kualitas yang sangat rendah.

Sangat ironis memang, di negeri yang luas dan SDA yang melimpah ini kebutuhan pokok selalu saja melambung tinggi. Namun yang lebih mengherankan lagi adalah meski harga kebutuhan pokok tadi melambung, faktanya tidak juga memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Padahal sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Baca entri selengkapnya »





Distribusi Harta yang Merata Makmurkan Indonesia

12 12 2010

by Khalisa

Setelah mengalami berbagai penderitaan, musibah dan cobaan. Rakyat Indonesia saat ini sedang menjerit karena kesejahteraan, kemakmuran, serta keamanan diri dari bahaya tidak kunjung didapatkan, padahal seharusnya hal ini menjadi hak rakyat dan kewajiban Negara untuk memenuhinya. Ternyata penyebab dari semua itu berawal dari pemahaman yg dimiliki oleh para pemikir dan pemutus serta pelaksana segala kebijakan dalam pemerintahan, salah satunya perekonomian.

Menurut pandangan sistem ekonomi kapitalis, setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beranekaragam dan jumlahnya tidak terbatas. Tapi kebutuhan hidup manusia yang dibahas di sini hanyalah kebutuhan yang bersifat material semata. Baik yang dapat dirasakan dan dapat diraba (barang) seperti makanan dan pakaian, maupun yang sifatnya dapat dirasakan tetapi tidak dapat diraba (jasa) seperti pelayanan dokter, guru dan lain-lain. Kebutuhan selain yang bersifat materi tidak pernah dibahas oleh sistem ekonomi kapitalis. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: