HARI AIDS SEDUNIA

30 11 2010

by Sri Damayanti

HIV/AIDS merupakan suatu penyakit yang sampai sekarang merupakan penyakit yang sulit disembuhkan dan mematikan, bahkan menempati urutan keempat penyakit mematikan. Menurut WHO (2009) jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 33,4 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 1986 di Bali. Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Adapun berdasarkan data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.Adapun berdasarkan cara penularan, 75 hingga 85 persen HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah.
Berbagai penelitian dan pencegahan telah banyak dilakukan. Namun, penyakit ini bahkan semakin meningkat. Jika kita lihat di kota-kota besar bahkan di daerah memiliki angka yang tinggi terhadap angka penderita HIV/AIDS. Berawal dari Pertemuan Puncak Menteri-menteri Kesehatan dari 148 negara yang tergabung dalam WHO untuk Program Pencegahan AIDS pada 1 Desember 1988 di London, Inggris. Disinilah bermulanya peringatan HIV/AIDS sedunia yang selalu diperingati pada tanggal 1 Desember. Di seluruh dunia selalu memperingati hari AIDS, baik negara bahkan kota-kota besar dan juga daerah-daerah selalu memperingatinya. Baca entri selengkapnya »





KHILAFAH ASAS TERPENTING SETELAH AQIDAH ISLAM

16 07 2010

hancurnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1342 H (1924 M) nasib kaum muslimin menjadi lebih mengenaskan daripada nasib anak-anak yatim yang hadir pada jamuan makan orang-orang kikir.

Pada pagi hari tanggal 3 Maret 1924M (28 Rajab 1342 H), Mustafa Kamal –yang berdarah Yahudi, anggota Freemasonry, dan agen Inggris— telah menghancurkan Khilafah Islamiyah.

Pada saat itu seharusnya umat Islam wajib mengangkat senjata untuk menghadapi Mustafa Kamal –agen Inggris dan pengkhianat umat itu— yang telah mengubah Darul Islam menjadi Darul Kufur dan mewujudkan cita-cita tertinggi kaum kafir yang sudah lama mereka impikan. Akan tetapi sayangnya kaum muslimin waktu itu tidak mampu bergerak karena terbelenggu dalam segala urusannya serta tengah mengalami kemerosotan yang parah. Maka terjadilah tindak kejahatan tersebut dan kaum kafir yang sangat dengki kepada Islam pun akhirnya dapat mengokohkan cengkeramannya di negeri-negeri dan bangsa-bangsa Islam serta dapat memecah-belahnya dengan cara yang sangat kejam. Mereka memecah-belah umat Islam yang satu menjadi banyak negara berdasarkan kebangsaan, sifat primordial, dan ‘ashabiyah (fanatisme golongan). Kaum kafir mencerai-beraikan negeri-negeri Islam yang satu itu menjadi banyak negeri dan wilayah serta meletakkan batas-batas dan pemisah-pemisah di antaranya. Sebagai pengganti negara Khilafah Islamiyah, kaum kafir mendirikan puluhan negara boneka yang kerdil serta mengangkat para penguasanya di sana sebagai antek-antek untuk menjalankan instruksi-instruksi majikan mereka tersebut. Mereka menghapuskan Syariat Islam dalam aspek pemerintahan, ekonomi, hubungan internasional, muamalah dalam negeri, dan peradilan. Mereka memisahkan agama dari negara dan membatasi peran agama Islam hanya dalam sebagian aspek ibadah dan hukum-hukum keluarga (al ahwal asy syakhshiyah) seperti halnya agama Kristen. Mereka pun menghancurkan peradaban (hadharah) Islam dan mencabut pemikiran-pemikiran Islam untuk kemudian digantikan dengan peradaban dan pemikiran-pemikiran Barat. Baca entri selengkapnya »





MEMBANGKITKAN TARAF BERPIKIR UMAT

9 07 2010

Pengantar Redaksi:

Sebagaimana kita ketahui, keterpurukan umat Islam di berbagai bidang saat ini nyaris sempurna. Oleh karenanya, semua orang berharap umat Islam segera bangkit. Hanya saja, bagi banyak orang, apa itu kebangkitan dan bagaimana cara mencapainya masih diliputi debu kekaburan. Berikut ini kami menghadirkan wawancara singkat dengan Ust. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA (HA), salah seorang aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), untuk mengulas bagaimana membangkitkan umat Islam.

Tanya: Langsung saja, Ustadz. Sejauh mana sebetulnya fakta kemerosotan umat dan taraf berpikir mereka saat ini?

HA: Pertama-tama harus dijelaskan terlebih dulu batasan maju dan mundurnya umat, termasuk konstribusi pemikiran dalam menentukan kemajuan dan kemunduran mereka. Dengan begitu, kita bisa mengukur sejauh mana kemerosotan umat dan taraf berpikir mereka saat ini. Baca entri selengkapnya »





MUI: Semua Vaksin Meningitis Masih Haram

4 07 2010

JAKARTA- Vaksin meningitis halal masih menjadi persoalan. Hingga saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum menemukan adanya vaksin itu yang halal. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Anwar Ibrahim, dalam jumpa pers di gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Jumat (2/7).

Pada tahun ini, MUI telah mengaudit tiga perusahaan produsen vaksin meningitis, yakni Glaxosmithkline (GSK) dari Belgia, Novartis dari Italia, dan Tian Yuan dari Cina. Sekjen Komisi Fatwa MUI, Aminuddin mengatakan vaksin produksi GSK masih menggunakan unsur babi dalam media pertumbuhannya. ”Oleh karena itu, hukumnya masih diharamkan,” tegasnya.

Mengenai vaksin produksi Novartis, MUI mengaku terdapat bahan yang perlu diklarifikasi. MUI menentukan untuk vaksin produksi Novartis masih berhukum syubhat. ”Untuk Tian Yuan, kami masih belum menerima laporannya,” jelas Aminuddin. Baca entri selengkapnya »





SP Rakyat Jelata Vs Orang Berduit

26 01 2010

by Agustina Rahmi
Beberapa pekan ini kita sangat sering disuguhi dengan kasus ketidakadilan dalam penegakan hukum. Contohnya saja, mbah Minah nenek yang berusia 65 tahun asal Banyumas, yang diperkarakan oleh PT Rumpun Sari Antan (RSA) karena mencuri tiga buah biki kakao seharga Rp 2.000. Mbah Minah pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di PN Purwokerto, dan akhirnya divonis 1,5bulan penjara. Tidak berbeda dengan kasus Prita yang diperkarakan oleh RS OMNI Internasional karena keluhannya melalui e-mail kepada kawannya, yang berakhir dipengadilan dengan kewajiban membayar denda 200juta lebih ditambah pidana yang belum jelas aralnya. Baca entri selengkapnya »





Indonesia, Negeri Hukum atau Pelanggar Hukum ?

26 01 2010

by Rusma
Bicara masalah peradilan di Indonesia memang membuat lidah tak sanggup untuk diam. Dengan berbagai kasus mengenai peradilan dari sengketa panas cicak-buaya, mafia-mafia hukum hingga kasus Bank Century yang melibatkan orang terdekat SBY yaitu Sri Mulyani dan Boediono. Mau tidak mau, sudi tidak sudi, rela tidak rela, rakyatlah yang menjadi korban dari semua ini. Indonesia memang dikatakan sebagai Negara hukum, tapi yang perlu diperjelas adalah negeri ini benar-benar sudah menegakkan supremasi hukum?
Coba kita liat kasus-kasus yang ada sekarang. Betapa Indonesia jauh dari symbol sebagai Negara hukum yang digaung-gaungkan selama ini. Baca entri selengkapnya »





HUKUM JAHILIAH TIDAK PERNAH MEMIHAK RAKYAT

26 01 2010

by Maysar@H Huwaida
Indonesia seperti korban pengeroyokan yang jatuh bersimbah darah. Babak belur karena dihantam dari depan, belakang, atas dan bawah. Sehingga, tak ada sedikit bagian tubuh pun yang tidak cidera. Bagai orang yang lunglai tak berdaya dengan pukulan-pukulan bertubi-tubi yang terus menghujam ke arahnya. Seperti itulah kira-kira gambaran yang kondisi Indonesia. Keadaan perekonomian yang membuat rakyatnya jauh dari sejahtera. Pertahanan di daerah-daerah yang terus terprovokasi oknum-oknum tertentu untuk memerdekakan diri. Sosial budaya yang sekarang semerawut karena masuknya budaya-budaya barat yang meracuni pemikiran generasi muda. Kasus teranyar dengan model yang sudah ada sejak dulu adalah bagaimana hukum dan peradilan Indonesia di goyang orang-orang kapitalis yang berduit.
Kasus perseteruan KPK, Kejaksaan, dan kepolisian memperlihatkan kepada masyarakat secara gamblang bahwa instansi-instansi peradilan yang harusnya melayani rakyat malah terkesan tidak kompak dan ingin saling menjatuhkan. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: