Palestina Yang Terluka

25 11 2012

palestina

Kembali tanah Gaza basah oleh darah. Zionis Israel kembali berulah dengan melakukan aksi pemboman yang menewaskan ratusan penduduk sipil. Keterangan resmi pihak Hamas mengatakan pada hari keenam (19/11) setidaknya 105 warga terbunuh (insya Allah syahid) akibat aksi serangan biadab Israel yang menyasar jalur Gaza, Palestina. Bahkan menurut informasi tambahan, Pada hari kelima, agresi Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan puluhan syuhada terbunuh dan ratusan terluka di antara warga sipil Palestina termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua. Menurut Palestinian Information Centre (PIC), sejak agresi Zionis rabu kemarin, 69 orang telah menjadi syuhada akibat serangan udara, tank, dan kapal perang Israel, termasuk 20 orang anak-anak, 8 orang wanita, dan 9 orang tua. Kementerian Kesehatan menginformasikan dari 660 orang yang terluka, 135 diantaranya adalah anak-anak, 53 diantaranya berusia dibawah lima tahun dan 224 wanita dan 50 orang tua.
Zionis Israel menggempur Gaza sejak Rabu (14/11). Serangan bertubi itu dilakukan dari berbagai sudut wilayah. Dari udara, jet tempur dan helikopter serbu menghujani pemukiman di Gaza dengan peluru dan rudal kendali. Dari laut, kapal perang mereka juga meluncurkan roket jarak jauh untuk menghantam wilayah yang sama. Hingga Ahad (18/11), tidak kurang dari 50 warga Palestina tewas, kebanyakan adalah sipil, diantaranya adalah bayi berusia sebelas bulan. Sedangkan lebih dari lima ratus lainnya mengalami luka-luka dan kritis. (republika.co.id, 18/11/2012).
Peristiwa pembantaian yang terjadi di Palestina adalah peristiwa pembantaian terlama dan sampai sekarang masih terus terjadi. Kepada siapa dunia berharap untuk melindungi nyawa-nyawa tak berdosa di Gaza? Kepada Presiden Obama? Rasanya Anda akan kecewa. Karena sebagaimana dilaporkan kantor Berita AFP (17/11/2012) Presiden AS ini menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel, walau ia menyesali jatuhnya korban sipil.
Kepada negara-negara di sekitar Palestina yang penduduknya mayoritas Islam? Rasanya itu juga harapan kosong, sebab rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, dan Mesir berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan membuat gerakan dana untuk dua otoritas di Gaza dan Ramallah. Mereka diam seribu bahasa pada saat pesawat Israel membombandir penduduk Gaza dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru. Kepada PBB? OKI? berharap kepada keduanya seperti menggantang asap.
Dalam suasana seperti ini dibutuhkan pemimpin yang kuat dan mampu menyatukan berbagai kekuatan bukan hanya menyelamatkan penduduk Gaza, tetapi juga melindungi umat yang tertindas di berbagai penjuru dunia. Serta kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai negeri Islam yang kini tercerai berai menjadi 50 lebih negara, Pemimpin dan kepemimpinan itu adalah seorang Khalifah yang memimpin negeri-negeri kaum muslimin yang bernama Khilafah.
Wallahu’alam bish Showab.

by Fitriani





Tentara Israel Penakut dan Pakai Popok

25 11 2012

israel

Mediaumat.com. Jakarta- Banyak kalangan menuturkan sulit untuk mengalahkan Israel. Padahal, menurut Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yahya Abdurrahman hal tersebut hanya berupa mitos-mitos. “Militer Israel bisa dikalahkan walau persenjataan mereka canggih,” ujarnya di hadapan peserta Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) Edisi ke 43, Kamis (22/11) di Wisma Antara, Jakarta.
“Militer Israel itu penakut, tentaranya menggunakan Pampers (baca; popok) dan lebih memilih sembunyi dalam tank karena takut tertembak,” ucapnya.
Mitos yang lain menurut Yahya, yaitu dilindungi oleh pelindung yang sangat kuat yakni Amerika. Padahal, Israel hanya dilindungi oleh penguasa-penguasa negeri muslim di sekeliling Israel.
“Ketakutan Israel itu, kalau penguasa-penguasa negeri muslim berbalik menyerang Israel dan tidak melindungi Israel lagi,” imbuhnya.
Yahya melanjutkan revolusi di timur tengah membuat Israel ketakutan. “Jika penguasa negeri muslim itu sadar dan berbalik mengepung Israel. Ibarat mengencingi Israel saja Israel akan tenggelam,” ujarnya.
HIP edisi 43 kali ini bertajuk Mengungkap Motif Serangan Israel Terhadap Gaza, menghadirkan pembicara Hamdan Basyar (Pengamat Timur Tengah), Jendral (purn) Tyasno Sudarto (Mantan KSAD), dan Hafidz Abdurrahman (DPP HTI).diambil dari http://hizbut-tahrir.or.id





Rusia Menyalakan Perangnya terhadap Allah dan Menangkap Syabab Hizbut Tahrir

25 11 2012

Kementerian Dalam Negeri Rusia dalam keterangan persnya menyatakan, “Anggota Otoritas Umum untuk Kontra Ekstremisme bekerja sama dengan Dinas Keamanan Federal pada hari Senin (12/11) berhasil membongkar sel organisasi keagamaan “Hizbut Tahrir al-Islami” yang dilarang oleh otoritas tertinggi di Rusia sebagai organisasi teroris. Setelah penangkapan enam orang anggota organisasi tersebut, mereka melakukan perekrutan anggota baru di masjid-masjid di Moskow. Dan setelah penggeledahan tempat-tempat tinggalnya, ditemukan sembilan granat, senjata dan logistik, di samping cetakan-cetakan yang memiliki orientasi ekstrem dan tentang tata cara perekrutan anggota baru”. Penemuan granat dan senjata yang mereka klaim itu adalah rekayasa dan kebohongan. Mereka adalah pihak pertama yang mengetahui bahwa itu merupakan kebohongan yang telanjang. Hanya saja jika senjata yang mereka maksud itu adalah buku-buku keislaman, maka mereka memang benar menemukannya.

Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (TQS at-Tawbah [9]: 30)

Otoritas Rusia tidak hanya memiliki kedengkian terhadap Islam dan kaum Muslimin, akan tetapi juga melakukan kejahatan terhadap para pengemban dakwah khususnya syabab Hizbut Tahrir. Rangkaian permusuhan otoritas Rusia terhadap Islam telah menjadi perkara yang terang benderang. Pasca pembantaian oleh rezim terhadap saudara-saudara kami di Chechnya, disusul tekanan terhadap para pengemban dakwah yang mukhlis, penguntitan, penangkapan, pembunuhan dan pengambilan paksa, melalui aksi-aksi hina yang tidak mungkin dibayangkan oleh orang yang berakal sehat; mereka menangkapi isteri para syabab, saudari-saudari dan ibu-ibu mereka. Itu dilakukan untuk meluluhkan tekad dan keimanan mereka serta memalingkan mereka dari jalan dakwah yang diridhai oleh Rabb semesta alam untuk mereka. Akan tetapi sungguh itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi!

Kejahatan-kejahatan rezim stalinis ini benar-benar tidak terputus. Rezim stalinis ini menempuh jalan yang sama dengan rezim-rezim represif lainnya di Perancis, Belgia dan lainnya, dengan melarang hijab di sekolah-sekolah Rusia di daerah Stavropol di bagian selatan Rusia. Kemudian aparat Rusia yang jahat melakukan penggeledahan terhadap sebuah masjid yang disebut masjid al-Ikhlas di kota Kazan Rusia pada Rabu (17/10). Aparat Rusia meggeledah masjid itu dan rumah imam masjid tersebut karena dituduh berhubungan dengan Hizbut Tahrir. Bagian terakhir dari rangkaian kejahatan ini adalah penangkapan sekitar 20 orang syabab Hizbut Tahrir dan enam orang di antaranya diajukan ke pengadilan. Mereka dituduh melakukan aksi terorisme melalui kepemilikan senjata dan amunisi. Sementara, baik orang yang dekat maupun jauh mengetahui sebagaimana rezim Rusia sendiri juga mengetahui dengan persis, bahwa Hizbut Tahrir tidak menggunakan aksi-aksi fisik untuk merealisasi tujuannya yaitu melanjutkan kembali kehidupan islami yang mulia, melalui tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah kedua yang mengikuti manhaj kenabian, yang akan tegak sebentar lagi atas izin Allah dan saat itu hidung Rusia dan penguasanya akan tersungkur…

Ini adalah fakta rezim Rusia penipu dan pembohong serta dengki terhadap Islam dan pemeluknya. Rezim Rusia tidak bisa melihat Islam memiliki panji, dan kaum Muslimin memiliki persatuan. Kebencian mereka terhadap agama Allah yang lurus tampak nyata dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh dada mereka jauh lebih besar lagi. Karena itu kita melihat rezim Rusia merekayasa kebohongan demi kebohongan, dengan anggapan siapa tahu sebagian masyarakat mempercayainya, agar hal itu menjadi justifikasi untuk melakukan aksi-aksi paling tercela. Slogan kontra ekstremisme yang mereka usung merupakan bukti atas hal itu. Slogan itu tidak lebih hanyalah kedok untuk menutupi kebohongan di belakangnya untuk menerapkan kebijakan-kebijakan dengki terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Rezim Rusia sekarang ini tidak berbeda dengan rezim Soviet pendahulunya sedikit pun. Rezim Rusia sekarang ini mewarisi sikap zalim dari rezim Soviet, menindas dan bertindak represif terhadap setiap orang-orang lemah yang hidup di wilayahnya. Karena itu wajar Uni Soviet tumbang dengan cepat, sebab memerintah manusia dengan paksaan, bengis, represif dan siksaan. Karena itu masyarakat melepaskan dirinya pada kesempatan pertama dari cengkeramannya. Dan sekarang kami memberikan kabar gembira bahwa negeri Islam yang sebelumnya dikuasai secara langsung dan tidak langsung oleh rezim jahat itu telah berjuang dengan penuh kesungguhan untuk membebaskan diri dari cengkeraman terorisme (Rusia), sehingga negeri bisa bebas dari cengkeraman penjajah Rusia yang zalim, agar menjadi bagian dari Daulah al-Khilafah yang akan segera datang atas kehendak Allah.

Wahai kaum Muslimin di wilayah-wilayah yang tertindas di bawah kezaliman Rusia!

Rezim Rusia telah melakukan permusuhan tanpa ragu terhadap Anda, Rabb Anda dan agama Anda. Lalu apakah Anda akan memberinya kesempatan untuk mendatangkan kenistaan dalam agama Allah dan Anda tetap terbelenggu di dalam rantainya serta terpenjara di dalam cengkeraman hukum-hukumnya yang zalim itu? Tidak ada solusi untuk Anda kecuali dengan berpegang kepada perintah Allah, terikat dengan kuat kepada manhajnya, menentang rezim zalim dan jahat, meneriakkan kebenaran dengan lantang tanpa ragu dan takut, berjuang sungguh-sungguh, mukhlis dan gigih bersama saudara-saudara Anda di Hizbut Tahrir untuk menegakkan al-Khilafah ar-Rasyidah di negeri kaum Muslimin dan menumbangkan setiap diktator penakut yang melemahkan kaum Muslimin dan menimpakan siksaan yang buruk kepada kaum Muslimin. Sesungguhnya Daulah Islamiyah al-Khilafah adalah negara yang akan melenyapkan belenggu-belenggu perbudakan dari setiap manusia, mengembalikan kehormatan kepada setiap orang yang bebas, menjaga diri dan bersih; serta akan memerintah dengan standar keadilan dan perlakuan yang fair dan memberikan hak kepada orang yang memiliki hak itu tanpa deskriminasi warna kulit dan agama.

Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (TQS Ali Imran [3]: 118)

Utsman Bakhasy

Direktur Maktab I’lami Pusat

Hizbut Tahrir





Tuding Umat Islam Intoleran, LSM Komprador Menyenangkan Donor

25 11 2012

intoleransi
LSM bekerja, semua karena faktor proyek, untuk dapat duit dan dapat makan.

Begitu Dewan HAM PBB mengeluarkan rekomendasi, beberapa LSM langsung buka suara. Mereka ramai-ramai mendukung hasil sidang tersebut. Tercatat KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Setara Institute, Wahid Institute, AHRC (Asian Human Rights Commission), ICTJ (International Center for Transitional Justice), PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) serta Protection International (PI) menyambut baik rekomendasi tersebut.

Tidak hanya itu, mereka mendesak pemerintah untuk merealisasikan rekomendasi-rekomendasi tersebut dalam turunan yang lebih konkrit. Mereka pun bersedia menjadi mitra pemenuhan itu.

Di luar itu, ‘kompor-kompor’ pun tak ketinggalan. Center for Strategic and International Studies (CSIS) misalnya. Lewat Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips J Vermonte mengatakan, negara gagal menghormati dan melindungi komponen mendasar hak asasi yang menjadi basis demokrasi (Kompas, Rabu 6/5/2012). Perspektif lain, masyarakat juga gagal melindungi dan menegakkan semangat pluralisme sebagai basis demokrasi yang sehat.

Mereka berani bicara dengan alasan data. Data utamanya adalah hasil survei Setara Insitute. Namun, bagi yang jeli menilai isi survei itu, orang bisa melihat bahwa survei itu memang ‘by design’ dan pijakannya adalah murni pandangan Barat.

Dalam survei tahun 2010 tentang ‘Toleransi Sosial Masyarakat Perkotaan’, pertanyaannya sangat tendensius pro Barat. Misalnya, mempertanyakan sikap terhadap anggota keluarganya yang pindah agama. Sikap menolak langsung disimpulkan sebagai intoleran. Keluarga yang melarang anggota keluarganya menikah dengan orang yang berbeda agama juga dianggap intoleran. Demikian pula dalam survei tentang keberagamaan publik dan sikapnya terhadap Ahmadiyah, sikap ketidaksetujuan terhadap Ahmadiyah, juga langsung dicap intoleran. Kenapa? Karena itu semua tidak sesuai dengan prinsip hidup Barat!

Pertanyaan berikutnya, mengapa LSM itu rela menjadikan prinsip Barat sebagai landasannya? Menurut Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming, itu semua karena faktor proyek, untuk dapat duit dan dapat makan. “Kalau tidak begitu tidak makan mereka. Karena mereka didirikan dan dibentuk untuk menggonggong, dana yang mereka terima dari pendonornya ya memang tujuannya untuk itu,” tandasnya kepada Media Umat.

LSM Komprador

Selama ini LSM-LSM itu dikenal liberal dan memihak Barat. Ketua Badan Pekerja Setara Institut Hendardi, dikenal sangat pro Barat. Sepak terjangnya terekam dalam kemerdekaan Timor Timur dari Indonesia. Dia adalah orang LSM yang berada di balik kemerdekaan Timtim bersama Bonar Tigor Naipospos. Setara Institute memperoleh dana negara Barat dan lembaga donor asing.

Tak jauh berbeda dengan Setara adalah CSIS. Lembaga think-tank ini sangat pro terhadap Amerika. Pendirinya adalah orang-orang yang memiliki hubungan kedetakan dengan Amerika. Tak heran, CSIS menjadi kepanjangan tangan Amerika dalam mengendalikan Indonesia melalui penyusunan kebijakan pemerintah selama Orde Baru. Jatuhnya Orba tak melunturkan kedekatan mereka ke negara adidaya ini.

Di luar itu ada Wahid Institute. LSM yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid ini dikenal mengemban ide-ide liberal. Lembaga ini memfokuskan pada ide-ide pluralisme, di mana mereka berupaya keras menanamkan pemikiran bahwa semua agama adalah benar. Dana asing pun mengalir ke LSM tersebut.

Sementara PGI, lembaga itu membawa misi Protestan untuk melaksanakan misi misionasinya. Lembaga ini memiliki kedekatan dengan asing karena kesamaan misinya. Tak mengherankan, PGI tak berjalan sendiri tapi masuk jaringan Kristen internasional.

Di luar itu lembaga-lembaga HAM dan hukum pun tak lepas dari pengaruh Barat. Rata-rata mereka didanai asing. Sumber keuangan YLBHI ini pada masa-masa awal berdirinya hingga tahun 2004 sebagaian besar berasal dari Belanda, Swedia, Belgia, Amerika Serikat, Kanada dan Australia, dalam jumlah ratusan juta hingga milyar rupiah, tergantung proyek dan agenda yang sedang dikerjakan oleh negara-negara Barat tersebut.

Bertolak Belakang

Apa yang disampaikan komprador pengusung HAM bahwa kaum Muslim intoleran, justru bertolak belakang fakta. Duta Besar Inggris untuk Indonedia, Mark Canning mengatakan, Indonesia telah mencapai prestasi luar biasa dalam hal berdemokrasi (Republika, Kamis 7/6/12). Begitu pula dengan Juru Bicara Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Ray Marcelo. Ia mengapresiasi toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Data yang dikeluarkan Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pun membantah data intoleransi mereka. Pertumbuhan rumah ibadah dari 1977-2004 terjadi peningkatan. Gereja Kristen dari 18.977 buah menjadi 43.909 buah (naik 131,38 persen); gereja Katolik dari 4.939 menjadi 12.473 (naik 152,8 persen); Pura Hindu dari 4.247 menjadi 24.431 (naik 475,25 persen); dan Vihara Budha dari 1.523 menjadi 7.129 (naik 368,09 persen). Bandingkan dengan sedangkan masjid hanya bertambah 64 persen dari 392.044 menjadi 643.843.

Tak salah bila ada yang mengatakan para pengusung HAM ini sejatinya adalah para antek Barat yang ingin melakukan proses westernisasi (pem-Barat-an) di Indonesia. [] (mediaumat/Humaidi)





Indonesia Sudah Jadi Negara Mafia

25 11 2012

INDONESIA SUDAH JADI NEGARA MAFIA
Jakarta Indonesia sudah menjadi negara mafia. Kekhawatiran ini disampaikan pengamat politik, J Kristiadi. Banyak kebijakan yang dikeluarkan baik legislatif dan eksekutif hanya untuk kepentingan kelompok dan pribadi.

“Di bukunya Benny K Harman, saya lupa judulnya. Bagaimana DPR itu orang-orangnya cari duit, disampaikan secara eksplisit kok. Negara tidak hanya dipengaruhi mafia, tapi sudah jadi negara mafia,” kata Kristiadi di sela-sela diskusi di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu(6/6/2012). Kristiadi tidak sembarang bicara. Berdasarkan buku yang dibuat anggota DPR terpapar bagaimana politisi mencari uang. Mereka tahu perbuatan itu tidak benar, tetapi tetap dilakukan.”Mereka tahu cara itu buruk, tapi tidak bisa menghindarkannya. Seperti anak muda makan junk food padahal sudah banyak ancaman,” jelasnya.Dia juga menilai kalangan politisi Senayan saat ini mengalami political schizophrenia.Mereka tahu apa yang mereka lakukan buruk, tetapi tetap dilakukan.”Negara pun menjadi negara anarkis, sehingga kebijakan-kebijakannya pun anarki,” ucap Kristiadi.

ANALISIS :
Parpol adalah lembaga paling mempermudah untuk mendapatkan kekayaan, secara lahiriah Indonesiadd adalah negeri yang sangat kaya khususnya untuk SDA, tercatat hampir 2/3 bagian dari wilayah Indonesia adalah perairan yang begitu potensial.Belum lagi jika berbicara sumber daya alam seperti hutan dan lainnya.Indonesia seperti antungnya dunia dari segi ini. Pertanyaannya apakah dengan semua SDA yang melimpah itu negeri yang katanya mengemban asas demokrasi ini terbebaskan dari yang namanya kemiskinan dll.
Sayangnya tidak, fakta menunjukkan Indonesia berada di urutan pertama sebagai negeri terkorup di ASIA.Survey membuktikan selama tahun 2011 sampai sekarang kepercayaan masyarakat terhadap parpol dan pemerintah semakin menurun bahkan hampir mencapai titik limit yakni 80% hal ini terjadi karena melihat realitas politik yang bobrok khususnya dari segi korupsi.Setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah umumnya merugikan masyarakat,jika berbicara keadilan maka Indonesia sangat jauh dari label itu,hingga wajar saja jika dikatakan Indonesia adalah negeri mafia.
Di indonesia 100% kursi pemerintahan diduduki oleh anggota parpol dari menteri, anggota dewan legeslatif,ekskutif bahkan yudikatif sampai pemimpin negeri inipun berasal dari sebuah partai politik. Dan bisa dikatakan semua parpol khususnya yang bernaung dalam parlemen, berada dibawah pengaruh dan setiran pihak asing. Sehingga tidaklah heran jika banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sering merugikan rakyat. Parpol sendiri merupakan alat politik dari asing yang secara menyeluruh menggunakan falsafah dan tsaqofah yang mereka produksi,mulai dari fikrah,thariqah da terutama orang2 yang berada didalamya.Padahal kita ketahui dengan pasti tanpa orang2 ini tidak akan mungkin sebuah parpol bisa dibentuk.Orang2 yang berada disebuah partai politik secara langsung maupun tidak mereka akan terikat dan membaur menjadi satu dalam kelompoknya sehingga semua tingkah polah dan pola pikirnya merupakan refleksi nyata parpol yang diusungnya.Selain itu jika mereka terpilih mewakili partai mereka dalam pemilu kemudian menang maka kebijakan yang mereka buat itu tidak akan jauh melenceng dari falsafah yang diemban partainya,sehingga bisa disimpulkan bagaimana pola kemimpin seseorang dari partai dimana ia dilahirkan dan dari fikrah dan thariqah bagimana partai itu sendiri terbentuk.Konskwensi pertaman yang akan seseorang lakukan ketika ia menjadi sang terpilih adalah membayar lunas semua “pengorbanan” yang diberikan oleh partainya untuk menjadikannya memiliki kedudukan. Meskipun awalnya sebuah partai politik akan menepti janji yang dibuat oleh wakilnya ketika pemilu,sebagian besar partai politik di Indonesia melakukan ini,satu fakta lain yang menarik hampir semua partai tyang menang pemilu adalah partai yang mempunyai tender tinggi,pangkat yang tinggi dan terpandang ditegah masyaraka,mereka umumnya adalah orang2 yang memiliki gelar Dr.Ir sampai Prof. Mereka menyadari betul disistem korup ini harta dan pangkat adalah pencitraan dan modal utama untuk menjadi berkuasa.Jika melihat realitas ini maka sangat wajar rasanya jika dikatakan orang2 yang berada didalamnya adalah mafia2 politik yang nyata yang sejatinya tidak memiliki capabilitas sebagai seorang pemimpin.
Bukan rahasia lagi jika banyak parpol di Indonesia dihuni oleh orang2 kaya dan terpandang karena sistem demokrasi yang diembannya menuntut hal ini,didalam sistem demokrasi orang miskin tidak mungkin bisa bikin parpol apalagi menang,tidak seimbang dengan pengorbanan.
Kemudian setelah partai2 yang dikenal tendinsius dan korup ini meloloskan wakilnya kekursi pemrintahan.Maka langkah pertama yang akan diambil oleh wakilnya yang notabennya dibesarkan dinegeri yang dikenal mengemban sistem demokrasi ini adalah membayar lunas semua “kerugian” partainya. Dengan beberapa cara seperti :
-Membuat peraturan yang menguntungkan kelompoknya
-Menggunakan siasat2 licik untuk mengalahkan lawannya
-Memperkaya anggotanya dengan membuat mengusulkan atau membuat kebijakan yang sejatinya menguntungkan parpol yang membesarkannya
-Menjilat penguasa.
Bagi orang yang terpilih menjadi wakil rakyat kiranya tangung jawab mereka secara sosial amatlah berat untuk partainya bukan untuk rakyatnya,karena mereka adalah tulang punggung sekaligus fasilitator partainya untuk memperoleh kekayaan dan kekuasaan bahkan untuk menanamkan dogma ditengah2 pemerintah.
Pada dasarnya hampir semua parpol di Indonesia bermuka dua,dan licik hal ini bisa kita lihat pasca jelang pemilu,kelihatannya ini bukan hal baru lagi sebelum terpilih mereka benar2 mennggunakan seluruh kemampuan mulai dari harta sampai tenaga yang mereka punya untuk merayu masyarakat setelah terpilih janji2 mereka tidak ada yang ditepati kalaupun ada itu hanya pada awalnya saja.
Satu fakta lagi yang menarik adalah ketika sang pemimpin terpilih hampir habis masa jabatannya,maka setelah “vacuum” untuk melakukan kampanye dan perbuatan baik untuk rakyat mendaadak mereka akan muncul lagi mulai satu demi satu membuat kebijakan yang sepertinya menguntungkan rakyat (politik pencitraan lagi).
Jika ditilik lebih lanjut mengapa banyak partai politik yang kemudian menjai korup itu karena orang2 yang berada didalamnya bisa dikatakan “tidak pantas”. Mereka yang sebagian besar intelektual,kaya dan katanya memahami politik itu ternyata tak lebih dari segelintir orang yang memiliki tujuan yang sama (manfaat) dan sifat yang tak jauh berbeda (individulistik),sehingga sekalipun mereka tahu bahwa sejatinya politik itu mengurusi umat mereka cuek saja,bahkan yang lebih mereka urusi adalah bagaimana diri mereka,anggota mereka dan partai mereka layaknya inilah yang dinamakan paham sukuisme yang sempit. Lalu jika kemudian upaya kebangkitan dan perubahan kearah lebih baik itu dipercayakan kepada mereka apakah mungkin hal ini bisa terwujud? Jawabannya pasti tidak karena mereka sendiri pada hakikatnya tidak memahami makna politik yang sebenarnya ditambah lagi capabilitas sebagai seorag pemimpinpun mereka tidak punya padahal dengan tegas ALLAH katakan “Jika kepemimpinan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya (negeri itu)” .Dan saya kira saat ini negeri inipun sedang berjalan menuju kearah kehancuran jika terus2 mempercayaan kebangkitan umat ditangan orang yang jelas2 membebek asing yang dikepalanya hanya ada kepentingan,kekayaan dan pastinya kapitalis Seandainya kita cermati dengan teliti jejak2 yang ditinggalkan oleh partai2 politik yang ada sekarang niscaya tidak ada satu.pun pengaruh perubahan positif yang kita temukan. Politik Di Indonesia adalah politik yang di emban oleh orang2 yang terkena penyakit SCHIZOPHRENIA, pintar tapi bodoh pada faktanya,mereka pintar secara pendidikan tapi sedikitpun tidak mencerminkan kepintarannya yang ada malah kejahiliyahannya. Dan hal ini pastinya tidaklah lepas juga dari pendidikan yang mereka peroleh dan sekali lagi dibidang inipun ada campur tangan asing,pada akhirnya lengkaplah sudah penencapan tsaqofah asing di tubuh2 manusia yang bergelar wakil rakyat ini.

ISLAM MEMANDANG

Aktivitas politik adalah hal urgent dalam Islam,sehingga orang2 yang berada didalamya haruslah orang2 yang memang memahami realitas politik yang shahih, tidak hanya sekedar orang yang ingin melakukan perubahan ataupun memiliki akhlak yang baik tapi orang2 yang secara sadar memahami untuk apa mereka berada disana. Dalam Islam pangkat ataupun kekayaan tidaklah menjadi ukuran walaupun untuk pergerakan hal ini juga penting akan tetapi dibandingkan dengan orang yang tidak mampu namun dia memiliki kemampuan dari segi perpolitikan maka kiranya hal ini lebih baik daripada orang kaya dan terpandang tapi tidak memiliki pemahaman politik sedikitpun seperti parpol2 mafia yang ada di indonesia.Jadi tidak bisa kalau bekalnya Cuma semangat saja karena semangat akan hilang,dan tidak bisa jika berdiri berdasarkan asas kepentingan saja,karea kepentingan juga akan hilang.Sehingga kalau kita menemukan orang yang berada dalam suau kelompok hanya karena kepentingan ia tentu tidak akan betah berlama-lama dipertai itu,karena bisa jadi partai yang ia masuki tidak lagi sejalan atau menguntungkan baginya.

Islam memandang orang yang pantas menjadi anggota parpol harusla orang2 yang memenuhi syarat2 sebagai berikut :
-Memiliki fikrah yang benar dan jelas,berangkat dari pemahaman politik yang benar dan berasaskan Islam
-Menggunakan thariqah dalam geraknya,thariqah yang mencerminkan fikrah yang benar pula
-Orang yang berfikir mendalam,dan
-Mampu menyumbangkan ide ataupun memberikan solusi yang menyeluruh.





Tawuran Berujung Maut Bukti Tidak Tertanamkan Kepribadian Islam

25 11 2012

tawuran pelajar
Tawuran kian marak terjadi di SMA. Mereka seperti tak ingin kalah dengan lawan-lawan mereka yang akhirnya menyebabkan salah satu pelajar tersebut ada yang meninggal maupun kritis di rumah sakit. Sebut saja Alawy Yusianto Putra (15) yang menjadi korban penyerbuan gerombolan anak SMAN 70, sebagai buntut tawuran sebelumnya,ia di celurit dadanya hingga tewas(media Umat 19/10). Itu hanya segelintir fakta, dan itu masih banyak lagi korban-korban lainnya yang akhirnya berujung maut.

Kalau kita lihat fakta tersebut, apa sebab mereka bisa saling tawuran sampai berujung maut? Ya, mereka mungkin ada cekcok antar sekolah atau mungkin diadu domba oleh pihak ketiga. Tidak hanya itu, ternyata sebuah game Online saja bisa mempengaruhi terjadinya tawuran. Dimana game Online tersebut mengajarkan kepada remaja-remaja berkelahi terhadap lawan dan lain sebagainya. Lalu, ada faktor lain yang menjadikan diri remaja menyebabkan mereka terlibat perkelahian. Pertama, pendidikan di keluarga. Keluarga adalah peran utama untuk menjadi keluarga yang sejahtera dan penuh kasih sayang. Tapi apa yang didapat oleh remaja sekarang ialah sebaliknya. Ibu yang seharusnya mendidik, merawat, mengasuh dan mendidik tidak perduli dengan anaknya disebabkan ibu yang bekerja atau figurnya pun tidak nampak di keluarga, sedangkan ayahnya yang siang malam banting tulang cari nafkah juga tidak pernah menanyakan kabar anak dan istri atau sering bertemu dengan wanita di tempat kerja yang itu mengakibatkan orang tunya selalu bertengkar. Anak pun yang terganggu dengan semua itu dan itu yang menyebabkan mereka mencari kesenangan diluar.

Kedua, faktor sekolah. Sekolah yang seharusnya dipandang sebagai lembaga pendidik malah tidak berperan baik pada siswanya. Dengan pelajaran yang hanya sebatas ilmu saja yang tidak disuruh untuk dipraktekkan atau pun diamalkan. Tidak hanya itu, dengan kurikulum yang berbasiskan asing pun bisa mempengaruhi gaya hidup mereka. Nilai yang menuntut siswa agar mendapatkan nilai yang baik menjadikan siswa tersebut melakukan segala cara agar mendapatkan nilai baik mau dengan cara yang halal atau haram. Lalu, Pelajaran agama yang hanya dua kali seminggu itu tidak akan pernah cukup untuk siswa. Mereka yang hanya di ajarkan akhlak lalu di UTS kan misalnya itu tidak akan pernah berbekas. Karena setelah mereka sudah berada di luar jam sekolah pun mereka tetapkan dengan aktivitas seperti biasa.

Ketiga, faktor lingkungan. Lingkungan yang sangat mempengaruhi gaya hidup remaja sekarang. Misalnya lingkungan yang selalu terjadinya perkelahian, seks bebas, mabuk-mabukkan dan tindakan kriminal lainnya.

Lalu, apa solusinya agar remaja sekarang tidak melakukan tawuran dan tindakkan kriminalitas lainnya? Yang pastinya ialah dengan mengubah pola pikir dan pola sikap berkepribadian islam. Didikan keluarga yang paling utama karena dengan keluarga, mereka bisa melihat dan langsung mempraktekkan apa yang dilakukan oleh orang tuanya dan juga menjadi sebuah teladan untuk anaknya. Lalu, pendidikan di sekolah yang tidak hanya berbasiskan pelajaran tapi juga dengan memperkuat keimanan mereka agar mereka bisa berpikir dan sadar akan masa depan nanti. Lingkungan yang berbasiskan religius itu bisa menumbuhkembangkan kekerabatan sesama muslim dengan tiap malam mengadakan pengajian dan lain sebagainya. Terakhir ialah Negara yang harus bisa mengontrol seluruh tayangan yang itu bisa merusak kepribadian remaja.*

*Gita Pebrina Ramadhana ,Mahasiswi FKIP Unlam Bjm.
Penulis: Mahasiswi FKIP Pendidikan B. Inggris Unlam, Bjm.





LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT

25 11 2012

LSM

LSM adalah Lembaga swadaya masyarakat atau sering juga disebut lembaga sosial masyarakat,LSM menspesialisasikan dirinya dalam bidang sosial. LSM Lahir dari kekecewaan beberapa aktivis ’66 yang sangat berharap Orde Baru melakukan perubahan dan perbaikan di segala bidang, terutama ekonomi. Harapan tersebut ternyata tidak menjadi kenyataan. LSM segera menyatakan diri independen dari negara, bekerja memperkuat posisi masyarakat sipil. Namun muncul perkembangan berikutnya sehubungan dengan sentralisme negara dalam melaksanakan politik pembangunan yang tidak menyertakan kepentingan rakyat. alur-jalur LSM juga banyak mendorong lahirnya organisasi-organisasi wanita, konon setelah melihat kaum wanita juga menjadi korban yang diperparah oleh adanya politik gender Orde Baru. Organisasi wanita LSM mempunyai sikap dan peran politik menolak kooperasi Orde Baru. Juga membela dan membawa suara wanita yang terepresi Orba.
Itu tadi sedikit sejarah singkat tentang LSM.Pada dasarnya LSM sama dengan gerakan lainnya,yang pastinya memiliki tujuan dan memiliki ide serta cara-cara dan orang-orang yang katakanlah kompeten dalam bidang LSM ini untuk menjalankan alur kegiatannya(gerakan). Adapun seperti dalam kitab Takatul Hizbiyah,gerakan ini dinamakan gerakan jam’iyah, jika merujuk dari kitab,maka bisa diidentifikasi setiap syarat dari gerakan LSM tersebut,yakni :
• FIKRAH
Fikrah atau ide dasar dari LSM ini banyak dipengaruhi oleh sistem yang diemban oleh suatu negara,layaknya gerakan sosial lainnya maka LSM juga memiliki fikrah yang tujuannya untuk kepentingan sosial dan pendidikan (katanya),mereka mendasarkan fikrah mereka pada hal-hal yang sebenarnya samar. Lembaga (organisasi) ini telah menjadi saluran perasaan-perasaan umat yang menggelora (menuntut adaya perubahan) dalam artian ketika umat sudah sadar dengan kondisi yang sama sekali tidak menguntungkan mereka bahkan merugikan dan tidak sedikitpun memberi kesejahterakan bagi mereka,seperti mahalnya pendidikan dan pengobatan,maka LSM bak pahlawan kesiangan datang dan memenuhi semua keinginan-keinginan ini dengan berbagai thariqah yang mereka jalankan. Mereka mendakwakan diri sebagai lembaga anti kekerasan,peduli sosial dan siap membantu khususnya ketika bencana Alam,akan kita saksikan banyak sekali organisasi sosial baik yang kecil maupun besar turun tangan membantu masyarakat misal memberikan sumbangan dan sebagainya.Tadi sudah dikatakan bahwa gerakan sosial akan mengikuti sistem yang dianut oleh negara dimana LSM itu sendiri berada. Perlu diketahui LSM telah mendapat sokongan besar dari bangsa barat, mereka bahkan membiayai segala aktivitas dari gerakan sosial ini sehingga modal LSM besar dan bisa membantu masyarakat. Dan kondisi ini semakin menambah kelalaian masyarakat karena merasa aman dengan adanya LSM,mereka disilaukan oleh kebaikan semu yang ditawarkan oleh LSM komprador, sehingga umat yang telah siap untuk bangkit kembali layu. Itulah propaganda barat mereka tidak pernah membiarakan Islam itu bangkit bahkan sekalipun mereka rugi untuk menghalangi Kebangkitan itu,bahkan dari segi lembaga yang pencitraannya baik di mata masyarakat. Jangan lupa HAM salah satu LSM yang membela Ahmadiyah yang menggunakan asas kebebasan beragama.
• THARIQAH
Thariqah yang ditempuh oleh LSM ini merupakan refleksi dari Fikrahnya,Kita telah ketahui tadi fikrah dari LSM berkiblat kepada kaum imperealis. Thariqah paling umum yang kita jumpai dari gerakan sosial ini adalah aktivitas-aktiviyas pencitraan melalui kegiatan sosial dan pendidikan,hanya didua bidang itu saja.Diantara organisasi sosial yang banyak berkembang saat ini tidak ada satupun yang berhaluan politik,sehingga sudah jelas mereka sebenarnya tidak ingin mengurusi umat,karena kita tahu politik itu adalah agenda mengurusi umat. LSM memang tidak bertujuan kesana mereka keberadaannya malah dengan tujuan terselubung yang banyak orang tidak mengetahuinya yakni melenakan umat.Organisasi-organisasi sosial semacam ini tidak memberikan manfaat kecuali sekedar tempat untuk berkumpulnya ribuan anak-anak ataupun tempat obral bantuan gratis.Inilah uslub yang mereka tempuh,dimata umat apa yang mereka lakukan melalui thariqah-thariqahnya merupakan aktivitas yang bermanfaat dan membwa kebaikan bagi masyarakat.Sehingga karena antusiasme masyarakat dan kesalahan penafsiran inilah, lembaga sosial ini bukannya berkurang malah makin bertambah dan sudah ada yang merambah kepedasaan. Dan isu yang paling sering mereka gencerkan dan juga paling disuka oleh masyakarat adalah isu HAM yang sejatinya merupaka cetusan dari barat.HAM telah mengakar kuat dan menjadi tolak ukur paling dominan tindakan manusia khususnya Indonesia dan yang paling sering kita dengar terutama dari segi agama,dan posisi wanita,mereka (LSM) adalah orang-orang yang telah dbekali ide yang kufur,mereka tenar khususnya di kalangan WANITA dan kaum lemah lainnya. Wanita khususnya merupakan sasaran empuk dari LSM karena sifatnya yang kadang didominasi oleh perasaan ditambah lagi isu2 kesetaraan gender yang dibawa oleh LSM maka semakin banyak saja yang mendudkung mereka,khususnya kaum feminis. Anak-anakpun menjadi salah satu subjek yang mereka jadikan alat untuk geraknya tokh banyak kan lembaga perlindungan anak.
• ORANG-ORANG YANG BERADA DIDALAMMYA
Dengan memperhatikan fikrah dan thariqah diatas maka pasti bisa disimpulkan orang-orang yang berada didalamnnya adalah orang yang begitu menghargai kebebasan,suka melakukan tindakan sosial namun sayang tidak memahami dan memberi solusi yang menyeluruh.Orang-orang yang berada didalamnnya pastilah orang yang berpendidikan,namun pendidikan yang mereka terima adalah pendidikan liberalis, bahkan tak jarang sosialis,mereka menghargai perbedaan dan sangat menyanjung toleransi namun sejatinya mereka sindiri tidak berlaku adil pada beberapa kesempatan,khususnya untuk Islam.Islam bagi orang-orang ini dianggap berbahaya karena menolak adanya perbedaan dan mereka khawatir jika Islam itu tegak bisa-bisa non Islam tidak punya tempat.Mereka mengaku adil tapi menutup telingan untuk Islam.Orang-orang seperti ini tak jarang juga berkumpul dalam organisasi sosial karena adanya asaa kepentigan.Bisa jadi sebagai ajang unjuk gigi,pamer kebaikan,cari muka depan masyarakat tentunya tidak menyingkirkan asumsi pencitraan.Orang-orang seperti ini tidak akan bertahan lama karena setelah kepentingan itu hilang mereka juga akan berhenti dalam berbuat baik atau ketika semangat untuk berbuat baik itu luntur mereka akan terhenti.
• IKATAN
Layaknya partai non shahih ikatan yang berada disini adalah ikatan kepentingan beberapa ada yang mengatakan karena rasa prihatin dan kasihan. Tapi sampai berapa lama rasa prihatin dan kasihan itu,bisakah rasa itu menyelesaikan permasalahan umat?.Bisakah kemiskinan itu tuntas hanya dengan mereka turun tangan bagi-bagi beras dan lain-lain? Yang seperti ini justru melenakan umat,mereka jadi pasif hanya menunggu dibantu tidak mau bergerak maju.Jadi benarkah rasa kasihan ini? Sebenarnya tidaklah salah rasa kasihan itu karena memang fitrah manusia punya rasa ini.Akan tetapi jika ikatan sebuah lembaga karena rasa ini maka bisa dipastikan tidak ada perubahan yang wah bagi orang yang dikasihani karena solusi yang ditawarkan itu sifatnya parsial.Ikatan seperti ini tidak akan bertahan lama,karena sudah fitrahnya manusia tidak bisa tetap berada dirasa yang sama,mereka punya banyak orang yang harus diurusi,jadi rasanya mustahil. Ada berapa banyak sih anak putus sekolah dan orang miskin? Jangan jauh2 kedesa dikota saja kaum gelandangan masih berhamburan tokh organisasi sosial ynag turun tangan juga tidak bisa mengentaskan karena yang patut dikasihani itu bukan hanya satu atau dua orang tapi jutaan. Belum lagi adanya unsur kepentingan disana.misal cari simpatisan,pencitraan dan pengen dapat penghargaan sebagai lembaga sosial paling baik. Ini malah tambah kacau jadinya ikatannya.
Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan LSM pun ternyata bukanlah lembaga yang shahih yang bisa membawa pada kebangkitan yang diinginkan oleh umat.

PERMASALAHAN SEBENARNYA
Permasalahan sebenarnya dari masyarakat saat ini adalah sistem yang melingkupi mereka terlebih lagi masalah intinya adalah perkara kebangkitan,keberadaan Organisasi sosial tidak akan berdampak positif malah sebaliknya.Yang disoroti bukanlah aktivitas sosial mereka seperti bangun mesjid,sekolah sampai rumah sakit akan tetapi apa dampak yang diterima masyakarat dari pergerakan mereka itu? Jika dikaji apakah ada atau tidaknya organisasi sosial itu sama saja? Tidak. Tidak mungkin bisa dinyatakan seperti itu,keberadaan organisasi ini justru berbahaya,hanya saja bahaya ini tidak dipahami masyarakat kecuali kalau mereka mengamati secara mendalam dan meneliti bahaya yang dikandungnya tanpa memandang manfaat parsial yang diberikan kepada masyarakat. Lalu dimana letak bahayanya? Sebagaimana diketahui,umat saat initengah dilanda keterbelakangn,perpecahan,dan kemunduran berpikir.Kondisi semacam ini mengharuskan generasi kaum muslim,khususnya yang memiliki kesadaran dan keikhlasan untuk mengkaji unsur2 kebangkitan serta membangkitkan umat hingga mencapai posisi tertinggi. Sesungguhnya,umat saat ini tetap mengakui bahwa hanya Islamlah yang bisa memberikan kontribusi kearah yang lebih baik. Secara individu umat Islam itu masih memiliki suur Islam dan meyakini akidahnya.Karena itu mereka juga ada keinginan untuk bangkit dan bergabung denga gerakan yang shahih. Semangat mereka untuk bangkit tentulah begitu besar,seandainya organisasi sosial yang dimotori barat ini tidak ada tentulah tidak akan ada yang bisa meredam tekanan2 yang muncul dari kalangan umat secara teru-menerus akan tetapi dengan adanya LSM ini mata mereka seolah dibutakan,bahkan mereka dijadikan orang-orang malas yang bisanya hanya berpangku tangan dan LSM menyediakan diri untuk itu,mereka siap sedia menyambut aspirasi dan keluhan umat dengan menyiapkan solusi2 parsial dan menjanjikan perbaikan dan menjadikan umat berfikiran negatif terhadap Islam itu sendiri.

ISLAM MEMANDANG
Islam adalah agama rahmatanlil alamin,yang meyakini bahwa perubahan hanya bis terjadi jika umat itu benar2 sadar dan memahami realitas siapa sebenarnya mereka,dan yang paling penting tidak ada pihak yang mengacauankan konsentrasi mereka untuk menuju perubahan. Singga sangat perlu adanya pengokohan akidah dan penancapan keyakinan secara terus menerus oleh orang2 yang memahami realitas ini. Karean umat perlu disadarkan mereka terlalu lama berada dizona nyaman dengan manipulasi organisai sosial,mereka perlu gebrakan dan diberi pengertian bahwa hanya Islamlah satu-satunya yang bisa memberikan kebangkitan dan perubahan kearah lebih baik karena solusi yang ditawarkannya meyeluruh dan pastinya berasal dari sang mudabbir ALLAH AZZA WAJALLA yang lebih tahu apa yang paling baik untuk hamba-NYA.








%d blogger menyukai ini: