Palestina Yang Terluka

25 11 2012

palestina

Kembali tanah Gaza basah oleh darah. Zionis Israel kembali berulah dengan melakukan aksi pemboman yang menewaskan ratusan penduduk sipil. Keterangan resmi pihak Hamas mengatakan pada hari keenam (19/11) setidaknya 105 warga terbunuh (insya Allah syahid) akibat aksi serangan biadab Israel yang menyasar jalur Gaza, Palestina. Bahkan menurut informasi tambahan, Pada hari kelima, agresi Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan puluhan syuhada terbunuh dan ratusan terluka di antara warga sipil Palestina termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua. Menurut Palestinian Information Centre (PIC), sejak agresi Zionis rabu kemarin, 69 orang telah menjadi syuhada akibat serangan udara, tank, dan kapal perang Israel, termasuk 20 orang anak-anak, 8 orang wanita, dan 9 orang tua. Kementerian Kesehatan menginformasikan dari 660 orang yang terluka, 135 diantaranya adalah anak-anak, 53 diantaranya berusia dibawah lima tahun dan 224 wanita dan 50 orang tua.
Zionis Israel menggempur Gaza sejak Rabu (14/11). Serangan bertubi itu dilakukan dari berbagai sudut wilayah. Dari udara, jet tempur dan helikopter serbu menghujani pemukiman di Gaza dengan peluru dan rudal kendali. Dari laut, kapal perang mereka juga meluncurkan roket jarak jauh untuk menghantam wilayah yang sama. Hingga Ahad (18/11), tidak kurang dari 50 warga Palestina tewas, kebanyakan adalah sipil, diantaranya adalah bayi berusia sebelas bulan. Sedangkan lebih dari lima ratus lainnya mengalami luka-luka dan kritis. (republika.co.id, 18/11/2012).
Peristiwa pembantaian yang terjadi di Palestina adalah peristiwa pembantaian terlama dan sampai sekarang masih terus terjadi. Kepada siapa dunia berharap untuk melindungi nyawa-nyawa tak berdosa di Gaza? Kepada Presiden Obama? Rasanya Anda akan kecewa. Karena sebagaimana dilaporkan kantor Berita AFP (17/11/2012) Presiden AS ini menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel, walau ia menyesali jatuhnya korban sipil.
Kepada negara-negara di sekitar Palestina yang penduduknya mayoritas Islam? Rasanya itu juga harapan kosong, sebab rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, dan Mesir berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan membuat gerakan dana untuk dua otoritas di Gaza dan Ramallah. Mereka diam seribu bahasa pada saat pesawat Israel membombandir penduduk Gaza dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru. Kepada PBB? OKI? berharap kepada keduanya seperti menggantang asap.
Dalam suasana seperti ini dibutuhkan pemimpin yang kuat dan mampu menyatukan berbagai kekuatan bukan hanya menyelamatkan penduduk Gaza, tetapi juga melindungi umat yang tertindas di berbagai penjuru dunia. Serta kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai negeri Islam yang kini tercerai berai menjadi 50 lebih negara, Pemimpin dan kepemimpinan itu adalah seorang Khalifah yang memimpin negeri-negeri kaum muslimin yang bernama Khilafah.
Wallahu’alam bish Showab.

by Fitriani


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: