Ketika salah saling dilemparkan

25 11 2012

pemerasan DPR
Pemerasan yang itu kita tau adalh perbuatan yang tidak terpuji apalagi yg dilakukan oleh aknum DPR kita sendiri seperti yang ada salah satu artikel dan sumber-sumber lainnya JAKARTA, (PRLM).- Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum DPR RI dinilai masih tergolong kelas teri, kecil, dan sifatnya masih main-main, dan anggaran yang diperebutkan hanya miliaran rupiah.
Setelah DPR RI menjadi sorotan publik dengan berbagai sikap politiknya yang terpuruk akhir-akhir ini, justru menjadikan wakil rakyat sangat hati-hati dengan apa yang disebut sebagai palak-memalak atau memeras BUMN yang selama ini dianggap sebagai ATM-nya politisi dan penguasa.
“Justru, potensi pemerasan yang besar itu ada di sekitar kekuasaan. Mereka ini bisa menempatkan direksi, dirut atau komisaris di BUMN, mengintervensi pejabat internal BUMN, dan bahkan menakut-nakuti pejabat internal untuk melakukan kongkalikong,” tandas mantan sekretaris kementerian BUMN DR Ir Said Didu dalam diskusi soal pemerasan BUMN oleh DPR RI bersama anggota Komisi VI DPR RI FPKS Refrizal dan Eva Kusuma Sundari anggota Komisi III DPR RI FPDIP di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (14/11).
Apalagi lanjut Said, kalau kekuasaan itu terdiri dari banyak parpol, maka banyak pejabat parpol yang bisa mengintervensi BUMN dengan berbagai cara. Selain menempatkan orang-orangnya sebagai direksi, dirut, atau komisaris, juga mencari peluang dalam pengadaan barang dan jasa melalui proyek-proyek BUMN.
“Bayangkan uang yang berputar di Pertamina saja Rp 2 triliun/hari, sedangkan di PLN mencapai Rp 1,6 triliun/hari,” ujarnya.
Karena itu menurut Said, kalau ingin BUMN itu bersih dari intervensi kekuasaan dan politik, maka harus menempatkan orang yang baik, pintar, profesional, dan berani.
“Jangan sampai menempatkan orang yang bermasalah, yang malah mudah dimainkan oleh politisi. Maka, makin banyak tekanan dari luar, itu menunjukkan pimpinan BUMN itu bagus, dan itu berarti dia berani melawan intervensi tersebut,” tutur Said lagi.
Kata Said, mencari orang pintar dan berani itu mudah, namun tidak cukup diwawancara selama tiga jam, tapi butuh waktu berbulan-bulan, dan mengetahui jaringannya selama bekerja.
“Kalau jaringannya orang baik-baik dipastikan dia baik, dan sebaliknya, maka dipastikan buruk. Jadi, sederhana saja,” tambahnya.
Selain itu ada media yang tidak jelas terbitanya, yang banyak mencari kesalahan pejabat BUMN, juga banyak yang coba-coba ikut memeras BUMN. “Kalau ada media yang macam ini sikat dan matikan saja langkahnya,” tegas Said.(A-109/A-107)***
Dari berbagai macam pendapat yg kita tau kesalahan itu hanyalah terdapat pada sistem pemerintahan kita saat ini walaupun pemerasan itu dianggap masih kelas teri tapi tetap saja hal itu ada ukuran dosanya. Sistem pemerintahan kita sekarang yang bukanlah sistem islam maka semua yang dialakukan tidak lah berdasar dari hukum islam. Dan jika semua sistem yang ada di Inndonesia tidak berdasar dari hukum islam ya, begitulah banyak terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang ada pada oknum DPR kita pada saat ini.
Sudah ada pendapat bahwa jika jaringannya orang-orang baik maka dipastikan baik pula. Tapi jika hnay ada orang baik tapi sistem pemerintahannya seperti itu apa gunanya, tetap saja saling menyalahkan. Oleh sebab itu solusi yang paling utama dan utama adalah sistem pemerinathannya menjadi sistem islam yang kaffah.
(Rika)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: