Indonesia Sudah Jadi Negara Mafia

25 11 2012

INDONESIA SUDAH JADI NEGARA MAFIA
Jakarta Indonesia sudah menjadi negara mafia. Kekhawatiran ini disampaikan pengamat politik, J Kristiadi. Banyak kebijakan yang dikeluarkan baik legislatif dan eksekutif hanya untuk kepentingan kelompok dan pribadi.

“Di bukunya Benny K Harman, saya lupa judulnya. Bagaimana DPR itu orang-orangnya cari duit, disampaikan secara eksplisit kok. Negara tidak hanya dipengaruhi mafia, tapi sudah jadi negara mafia,” kata Kristiadi di sela-sela diskusi di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu(6/6/2012). Kristiadi tidak sembarang bicara. Berdasarkan buku yang dibuat anggota DPR terpapar bagaimana politisi mencari uang. Mereka tahu perbuatan itu tidak benar, tetapi tetap dilakukan.”Mereka tahu cara itu buruk, tapi tidak bisa menghindarkannya. Seperti anak muda makan junk food padahal sudah banyak ancaman,” jelasnya.Dia juga menilai kalangan politisi Senayan saat ini mengalami political schizophrenia.Mereka tahu apa yang mereka lakukan buruk, tetapi tetap dilakukan.”Negara pun menjadi negara anarkis, sehingga kebijakan-kebijakannya pun anarki,” ucap Kristiadi.

ANALISIS :
Parpol adalah lembaga paling mempermudah untuk mendapatkan kekayaan, secara lahiriah Indonesiadd adalah negeri yang sangat kaya khususnya untuk SDA, tercatat hampir 2/3 bagian dari wilayah Indonesia adalah perairan yang begitu potensial.Belum lagi jika berbicara sumber daya alam seperti hutan dan lainnya.Indonesia seperti antungnya dunia dari segi ini. Pertanyaannya apakah dengan semua SDA yang melimpah itu negeri yang katanya mengemban asas demokrasi ini terbebaskan dari yang namanya kemiskinan dll.
Sayangnya tidak, fakta menunjukkan Indonesia berada di urutan pertama sebagai negeri terkorup di ASIA.Survey membuktikan selama tahun 2011 sampai sekarang kepercayaan masyarakat terhadap parpol dan pemerintah semakin menurun bahkan hampir mencapai titik limit yakni 80% hal ini terjadi karena melihat realitas politik yang bobrok khususnya dari segi korupsi.Setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah umumnya merugikan masyarakat,jika berbicara keadilan maka Indonesia sangat jauh dari label itu,hingga wajar saja jika dikatakan Indonesia adalah negeri mafia.
Di indonesia 100% kursi pemerintahan diduduki oleh anggota parpol dari menteri, anggota dewan legeslatif,ekskutif bahkan yudikatif sampai pemimpin negeri inipun berasal dari sebuah partai politik. Dan bisa dikatakan semua parpol khususnya yang bernaung dalam parlemen, berada dibawah pengaruh dan setiran pihak asing. Sehingga tidaklah heran jika banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sering merugikan rakyat. Parpol sendiri merupakan alat politik dari asing yang secara menyeluruh menggunakan falsafah dan tsaqofah yang mereka produksi,mulai dari fikrah,thariqah da terutama orang2 yang berada didalamya.Padahal kita ketahui dengan pasti tanpa orang2 ini tidak akan mungkin sebuah parpol bisa dibentuk.Orang2 yang berada disebuah partai politik secara langsung maupun tidak mereka akan terikat dan membaur menjadi satu dalam kelompoknya sehingga semua tingkah polah dan pola pikirnya merupakan refleksi nyata parpol yang diusungnya.Selain itu jika mereka terpilih mewakili partai mereka dalam pemilu kemudian menang maka kebijakan yang mereka buat itu tidak akan jauh melenceng dari falsafah yang diemban partainya,sehingga bisa disimpulkan bagaimana pola kemimpin seseorang dari partai dimana ia dilahirkan dan dari fikrah dan thariqah bagimana partai itu sendiri terbentuk.Konskwensi pertaman yang akan seseorang lakukan ketika ia menjadi sang terpilih adalah membayar lunas semua “pengorbanan” yang diberikan oleh partainya untuk menjadikannya memiliki kedudukan. Meskipun awalnya sebuah partai politik akan menepti janji yang dibuat oleh wakilnya ketika pemilu,sebagian besar partai politik di Indonesia melakukan ini,satu fakta lain yang menarik hampir semua partai tyang menang pemilu adalah partai yang mempunyai tender tinggi,pangkat yang tinggi dan terpandang ditegah masyaraka,mereka umumnya adalah orang2 yang memiliki gelar Dr.Ir sampai Prof. Mereka menyadari betul disistem korup ini harta dan pangkat adalah pencitraan dan modal utama untuk menjadi berkuasa.Jika melihat realitas ini maka sangat wajar rasanya jika dikatakan orang2 yang berada didalamnya adalah mafia2 politik yang nyata yang sejatinya tidak memiliki capabilitas sebagai seorang pemimpin.
Bukan rahasia lagi jika banyak parpol di Indonesia dihuni oleh orang2 kaya dan terpandang karena sistem demokrasi yang diembannya menuntut hal ini,didalam sistem demokrasi orang miskin tidak mungkin bisa bikin parpol apalagi menang,tidak seimbang dengan pengorbanan.
Kemudian setelah partai2 yang dikenal tendinsius dan korup ini meloloskan wakilnya kekursi pemrintahan.Maka langkah pertama yang akan diambil oleh wakilnya yang notabennya dibesarkan dinegeri yang dikenal mengemban sistem demokrasi ini adalah membayar lunas semua “kerugian” partainya. Dengan beberapa cara seperti :
-Membuat peraturan yang menguntungkan kelompoknya
-Menggunakan siasat2 licik untuk mengalahkan lawannya
-Memperkaya anggotanya dengan membuat mengusulkan atau membuat kebijakan yang sejatinya menguntungkan parpol yang membesarkannya
-Menjilat penguasa.
Bagi orang yang terpilih menjadi wakil rakyat kiranya tangung jawab mereka secara sosial amatlah berat untuk partainya bukan untuk rakyatnya,karena mereka adalah tulang punggung sekaligus fasilitator partainya untuk memperoleh kekayaan dan kekuasaan bahkan untuk menanamkan dogma ditengah2 pemerintah.
Pada dasarnya hampir semua parpol di Indonesia bermuka dua,dan licik hal ini bisa kita lihat pasca jelang pemilu,kelihatannya ini bukan hal baru lagi sebelum terpilih mereka benar2 mennggunakan seluruh kemampuan mulai dari harta sampai tenaga yang mereka punya untuk merayu masyarakat setelah terpilih janji2 mereka tidak ada yang ditepati kalaupun ada itu hanya pada awalnya saja.
Satu fakta lagi yang menarik adalah ketika sang pemimpin terpilih hampir habis masa jabatannya,maka setelah “vacuum” untuk melakukan kampanye dan perbuatan baik untuk rakyat mendaadak mereka akan muncul lagi mulai satu demi satu membuat kebijakan yang sepertinya menguntungkan rakyat (politik pencitraan lagi).
Jika ditilik lebih lanjut mengapa banyak partai politik yang kemudian menjai korup itu karena orang2 yang berada didalamnya bisa dikatakan “tidak pantas”. Mereka yang sebagian besar intelektual,kaya dan katanya memahami politik itu ternyata tak lebih dari segelintir orang yang memiliki tujuan yang sama (manfaat) dan sifat yang tak jauh berbeda (individulistik),sehingga sekalipun mereka tahu bahwa sejatinya politik itu mengurusi umat mereka cuek saja,bahkan yang lebih mereka urusi adalah bagaimana diri mereka,anggota mereka dan partai mereka layaknya inilah yang dinamakan paham sukuisme yang sempit. Lalu jika kemudian upaya kebangkitan dan perubahan kearah lebih baik itu dipercayakan kepada mereka apakah mungkin hal ini bisa terwujud? Jawabannya pasti tidak karena mereka sendiri pada hakikatnya tidak memahami makna politik yang sebenarnya ditambah lagi capabilitas sebagai seorag pemimpinpun mereka tidak punya padahal dengan tegas ALLAH katakan “Jika kepemimpinan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya (negeri itu)” .Dan saya kira saat ini negeri inipun sedang berjalan menuju kearah kehancuran jika terus2 mempercayaan kebangkitan umat ditangan orang yang jelas2 membebek asing yang dikepalanya hanya ada kepentingan,kekayaan dan pastinya kapitalis Seandainya kita cermati dengan teliti jejak2 yang ditinggalkan oleh partai2 politik yang ada sekarang niscaya tidak ada satu.pun pengaruh perubahan positif yang kita temukan. Politik Di Indonesia adalah politik yang di emban oleh orang2 yang terkena penyakit SCHIZOPHRENIA, pintar tapi bodoh pada faktanya,mereka pintar secara pendidikan tapi sedikitpun tidak mencerminkan kepintarannya yang ada malah kejahiliyahannya. Dan hal ini pastinya tidaklah lepas juga dari pendidikan yang mereka peroleh dan sekali lagi dibidang inipun ada campur tangan asing,pada akhirnya lengkaplah sudah penencapan tsaqofah asing di tubuh2 manusia yang bergelar wakil rakyat ini.

ISLAM MEMANDANG

Aktivitas politik adalah hal urgent dalam Islam,sehingga orang2 yang berada didalamya haruslah orang2 yang memang memahami realitas politik yang shahih, tidak hanya sekedar orang yang ingin melakukan perubahan ataupun memiliki akhlak yang baik tapi orang2 yang secara sadar memahami untuk apa mereka berada disana. Dalam Islam pangkat ataupun kekayaan tidaklah menjadi ukuran walaupun untuk pergerakan hal ini juga penting akan tetapi dibandingkan dengan orang yang tidak mampu namun dia memiliki kemampuan dari segi perpolitikan maka kiranya hal ini lebih baik daripada orang kaya dan terpandang tapi tidak memiliki pemahaman politik sedikitpun seperti parpol2 mafia yang ada di indonesia.Jadi tidak bisa kalau bekalnya Cuma semangat saja karena semangat akan hilang,dan tidak bisa jika berdiri berdasarkan asas kepentingan saja,karea kepentingan juga akan hilang.Sehingga kalau kita menemukan orang yang berada dalam suau kelompok hanya karena kepentingan ia tentu tidak akan betah berlama-lama dipertai itu,karena bisa jadi partai yang ia masuki tidak lagi sejalan atau menguntungkan baginya.

Islam memandang orang yang pantas menjadi anggota parpol harusla orang2 yang memenuhi syarat2 sebagai berikut :
-Memiliki fikrah yang benar dan jelas,berangkat dari pemahaman politik yang benar dan berasaskan Islam
-Menggunakan thariqah dalam geraknya,thariqah yang mencerminkan fikrah yang benar pula
-Orang yang berfikir mendalam,dan
-Mampu menyumbangkan ide ataupun memberikan solusi yang menyeluruh.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: