Hijrah Hakiki

25 11 2012


Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-bari menjelaskan asal dari hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Hijrah dalam as-Sunnah dimaknai: meningalkan negeri kufur menuju Dar al-islam karena ingin mempelajarai dan mengamalkan islam, jadi hijrah yang sempurna (hakiki) adalah meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah Swt, termasuk meninggalkan negeri kufur menuju dar al-Islam. Darul Islam adalah suatu wilayah (Negara) yang menerapkan syariah islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan keamanannya secara penuhberda di tangan kaum muslim. Sebaliknya, Darul kufur adalah wilayah yang tidak menerapkan syariah islam dan keamanannya tidak di tangan kaum muslim, sekalipun penduduknya beragama islam. Definisi ini di ambil dari fakta hijrah Rasulullah saw sendiri, sehingga tidak heran jika mendengar kata hijrah, maka kita akan teringat pada suatu peristiwa bersejarah sebagai titik tolak dakwah Rasulullah saw, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari makkah ke madinah untuk awal dari berdirinya sebah kepemimpinan baru dengan system yang baru ; awal berdirinya sebuah Negara baru yang menjadi tonggak peradaban baru dunia, yaitu peradaban islam. Inilah pesan politik penting dari peristiwa hijrah Rasululluah saw, hijrah dari sistem jahiliah menuju sistem islam.
Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan oleh Khalifah Umar bin Khathtab sebagai awal penanggalan islam.Dan sekarang umat islam tidak lama lagi akan memasuki tahun baru hijrah: 1433 H. Namun, seiring berjalanya waktu, berpuluh tahun sejak islam tidak diterapkan dalam sebuah bingkai Negara islam yaitu khilafah islam, berpuluh tahun juga tahun baru islam berlalu hanya sebagai rutinitas seremonial, sudahkah umat benar-benar memaknai dan berjuang untuk hijrah seperti hakikat hijrah yang dilakukan Rasulullah, yaitu dengan cara mengubah negeri-negeri kaum muslim yang saat ini bersandar pada system sekuler menjadi sebuah institusi Negara-yakni Daulah Khilafah Islamiyah- yang menjalankan system hukum yang berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-NYA?
Mengapa kita harus hijrah? Ditinjau dari sisi kelangsungannya, hukum hijrah tetap aktual dan tidak pernah terputus hingga akhir zaman. Adapun ditinjau dari sisi hokumnya, hijrah memiliki banyak hokum tergantung pada kondisi dan realitas yang melatarbelakanginya.
Hijrah bisa berhukum wajib ketika seseorang sudah tidak mampu lagi menampakkan agamanya, tidak sanggup melaksanakan taklf-tklif syar’iyah ditempat yang ia tinggali dan ia mampu untuk berhijrah, adapun dalilnya dalam surah (An-Nisa:97). Hjrah bisa berhukum sunnah jika seseorang masih mungkin menampakan agamanya di darul kufur, walaupun ia memiliki kemampuan untuk hijrah. Imam ibnu Qudaah dalam Al-Mugni, beliau menyatakan: jika penduduk muslim mampu memperkuat jihad, memobilisasi kaum muslim, membantu meraka dan jika ia masih mungkin melanyapkan kekuatan dan persekutuan kaum kafir, serta membinasakan panji-panji kemungkaran, maka mereka tidak wajib hijrah, karena mereka masih sanggup menegakkan kewajiban agamanya meskipun tanpa harus nerhijrah ke darul islam. Hijrah bisa berhukum haram jika seorang muslim yang tinggal di negri kufur memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk menguah darul kufur yang ia tinggali menjadi darul islam. Kesanggupan dan kekuatan ini bisa saja karena ia sendiri memang kuat dan mampu atau bergabung dengan kaum muslim lain atau bersekutu dengan kaum muslim di luar atau mendaakan dukungan dari daulah Islam. Dalilnya adalah firman Allah Swt : “hai orang orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada disekitar kalian dan hendaklah meraka merasakan kekerasan dari kalian. Ketahuilah Allah bersama orang-orang bertakwa”(QS At- Taubah:123)
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa esensi hijrah adalah penjagaan terhadap eksistensi agama Islam, jiwa kaum muslim dan perjuangan untuk mengubah Negara kufur menjadi Negara Islam. Seorang yang peduli terhadap eksistensi agam anya akan terus mengaktualisasikan hijrah hingga hari akhir. Dari sini dapat dimengerti bahwa hijrah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ketakwaan seorang muslim kepada Allah Swt.
Adapun dalam konteks sekarang, yang harus dilakukan kaum muslim agar mereka bisa memanisfestokan seluruh hokum hijrah adalah: berjuang dengan sungguh-sungguh menegakan kembali Khilafah Islamiyah (Darul Islam). Pasalnya hukum hijrah tidak akan bisa tegak secara sempurna tanpa tegaknya Darl Islam, tempat tujuan hijrah. Jika Khilafah Islam belum terwujud, bagaimana kaum muslim bisa menerapkan seluruh hokum hijrah secara sempurna, sedangkan hijrah adalah berpindahnyakaum muslim dari Darul kufur menuju Darul Islam? Wallahu a’lam bish ash-shawab.
Ina Suryana, S.Pd


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: