Polisi Menahan 7 Mahasiswa Muslim Burma Karena Shalat

24 10 2012

Aparat Keamanan Burma masuk, mengotori Masjid, dan menahan Muslim yang sholat, kaum muslim Rohingya juga khawatir tidak bisa menunaikan sholat idul adha.

(DHAKA, Bangladesh) – Menurut
berita yang dapat dikonfirmasi melalui telepon beberapa saat lalu, ada sekitar tujuh (7) orang Muslim yang memasuki Masjid Sekolah Tinggi Muangdaw dan melakukan Shalat Dhuhur.

Polisi Burma dengan sigap segera masuk ke masjid itu dan menangkap dan memasukkan. Polisi tidak hanya menahan mereka, namun juga mengotori Masjid.

Kemudian, mereka dibebaskan dengan membayar 17 galon diesel untuk masing-masing orang. Sejak kerusuhan, Muslim Arakan tidak diperbolehkan melakukan sholat lima waktu.

Namun anehnya, orang-orang Rakhine dari ras lain bisa menikmati kebebasan beragama dan sosial. Ini merupakan pemerintahan apartheid.

Tidak ada orang Rakhine yang ditangkap dan dipenjara setelah terjadi kerusuhan sektarian meskipun mereka telah membakar lebih dari 4000 rumah kaum Muslim dan telah menewaskan lebih dari 1000 orang Rohingya di Arakan selama kerusuhan.

Sebagai perbandingan, para korban dari pihak Rakhine hanya sedikit, dan itupun akibat umat Islam yang mencoba untuk membela diri. Kaum Muslim di Arakan khawatir mereka tidak bisa merayakan Idul Adha sebentar lagi.

Hari Raya Idul Adha akan dirayakan pada tanggal 27 Oktober 2012. Namun, belum ada tanda-tanda yang memungkinkan kaum Muslim Arakan bisa merayakan hari raya itu.

Pada tahun lalu, kaum Muslim tidak diperbolehkan untuk merayakan Idul Fitri. Kaum Muslim sedunia, kecuali kaum Muslim di Arakan, akan merayakan Idul Adha.

Namun, kaum Muslim Arakan tidak memiliki harapan untuk merayakan hari keagamaan. Di sisi lain, U Thein Sein bermuka dua ketika bekerja sama dengan Organisasi Konperensi Islam (OKI).

Orang Rakhine juga memprotes saat sebuah LSM Belanda mencoba membuka kantornya di kota-kota Sittwe dan lainnya di Arakan di mana kaum pengungsi tidak bisa mendapat pengobatan dan fasilitas lainnya dari LSM tersebut.

Muslim Rohingya dari Rathedaung menghadapi kekurangan pangan yang parah. Sejauh ini, tidak ada LSM yang telah sampai di sana. Dengan demikian, pemerintah Myanmar dan badan-badan bantuan kemanusiaan internasional diminta untuk mengambil langkah-langkah untuk memecahkan krisis di kota Rathedaung, yang berdekatan dengan Buthidaung.( rz/salam-news.com Senin, 22/10/2012-hizbut-tahrir.or.id, 2012/10/23)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: