Gonta-Ganti Kurikulum untuk Mendapat Siswa Berkarakter

5 05 2012

2 Mei adalah hari pendidikan nasional, berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari perlombaan, karnaval pendidikan, upacara Hardiknas dan lain sebagainya. Momen seperti ini sebaiknya dapat kita gunakan untuk bermuhasabah, kalau kita cermati dari tahun 90an hingga sekarang sudah berapa kali pendidikan ini berubah-ubah kurikulum mulai  kurikkulum 1990, 1992, kurikulum CBSA, kurikulum KBK 2004, kuikulum KTSP 2006 dan sekarang  yang terakhir adalah kurikulum berkarakter.

Atau bahkan dalam musim UAN sekarang ini kita temui banyak kecurangan yang terjadi didunia pendidikan misalnya saja di kota medan siswa mengumpulkan dana secarakolektif untuk memberikan kunci jawaban mulai dari Rp.10 ribu sampai dengan Rp 75 ribu. Kejadian seperti ini juga ditemukan di Balige, ditempat ini siswa dipungut Rp 150 ribu perorang (tribunnews.com). para penyelenggara UN SMK, SMA dan madrasah aliah tahun ini, kemendikbud menerima 585 pengaduan dan kebocoran (media indodesia.com) semua ini hanya demi nilai akademis, meski dengan cara curang. Sayangnya semua  ini terjadi didunia pendidikan yang “mendidik” generasi ini . lalu mau jadi apa generasi ini dengan pendidikan seperti itu?

Pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah sejak beberapa tahun kebelakangan ini sejatinya adalah harapan yang diimpikan oleh siapapun juga warga nusantara. Siapa yang tidak mau jika semua warga negaranya bermoral dan beretika namun sayangnya Pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih menghasilkan kepada output yang sekuler materialistis dibandingkan dengan output yang berkarakter/berakhlak mulia. Dengan masalah yang dihadapi oleh negara dan para pelajar sekarang jauh dari kepribadian/ karakter yang baik oleh karenanya pencanangan pendidikan karakter yang digagas dan dibangkitkan kembali oleh pemerintah sudah sepatutnya kita sebagai warga pendidik maupun warga masyarakat secara umum wajib untuk mendukung dan mensukseskannya.  Namun pertanyaannya adalah apakah dengan pembaharuan kurikulum yang baru ini pun akan memberikan dampak yang bagus pula? Karakter yang baik dibentuk sedemikian rupa oleh pendidik dan diterapkan dalam sistem yang sekuler.

Pangkal dari masalah ini adalah hasil dari penerapan sekulerisme dan kapitalisme sebagai dasar dari sistem di negri ini, segala tujuan yang ingin dicapai adalah manfaat dan materi. Tujuan membentuk peserta didik yang bermain dan bertakwa dan berakhlak mulia memang disebutkan dalam UU sisdiknas. Namun kalimat itu hnaya semacam pemanis, sebab rincian sistem dan praktiknya justru jauh dari  nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Dengan pendidikan yang tidak mengedepankan sisi agama akan susah untuk membentuk anak yang berakhlak dan bertaqwa karena kita ketahui ilmu agama yang diberikan sangat minim dan itupun diajarkan hanya sekedar sebagai ilmu jauh dari amaliah praktis. Bagaimana memberntuk berkarakter dan berakhlak mulia, sementara ketentuan nilai halal-haram dan masalah akhlak justru tidak mendapatkan perhatian.

Pemerintah mencanangkan kurikulum berkarakter karena mereka ingin generasi ini menjadi orang yang berkarakter namun ternayata kapitalisme telah membuat dunia pendidikan hanya sebagai ajang untuk mendapatkan materi. Dengan memberikan materi ajar  yang memberikan materiil termasuk pemenuhan keperluan dunia usaha. Sehingga yang diberikan hanya akademis, prestasi-prestasi  tanpa memperhatikan bagaimana keimanan, ketakwaan, akhlak, perilaku, kepribadian dan karakter anak didik. Wajar saja walaupun dengan pendidikan yang tinggi atau anak tersebut mempunyai nilai akademis paling bagus hasilnya tetap saja anak itu jauh dari kepridaian islam. Dengan aksi konvoi dijalan, coret-coret baju, hura-hura, bahkan bisa jadi mereka merayakan dengan pergi kesuatu tempat yang berkesan hiburan bersama teman-teman yangbukan mahram pula. Bahkan sejumlah siswa melakukan pesta miras dan seks untuk merayakan selesainya ujian nasional seperti melakukan siswa-siswi siantar, sumatra utara (jpnn.com)

Dalam pendidikan islam. Tujuan membentuk anak didik beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, memiliki karakter, menguasai sains  teknologi dan berbagai keterampilan yang diperlukan dalam kehiduoan hanya bisa diwujudkan dnegan sistem pendidikan islam. Pendidikan islam  memang bertujuan untuk mewujudkan hal itu.  Sistem pendidikan islam menjadikan akidah islamiah dan ketaqwaan juga akhlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan pada anak didik. Halal haram akan ditanamkan menjadi standar. Dengan begitu anak didik dan masyarakat nantinya akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketaqwaan.

Syahsiah islamiah (kepribadian islam) yang merupakan penyatuan dari pemikiran dan perasaan yang islam. Dengan akidah yang ditanamkan secara kuat kemudian juga penyatuan perasaan yang islam mampu menghasilkan kepribadian yang silam dengan pola pikir dan tindakan yang islam. Dengan semua itu,pendidikan islam akan melahirkan pribadi muslim yang taat kepada  Allah. Mengerjakan perintahNya dan menjauhkan laranganNya. Ajaran islam akan menjadi bukan sekedar hapalan tetapi dipelajari dan diaplikasikan, dijadikan standar dan solusi dan mengatasi seluruh persoalan kehidupan. Ketika hal itu disandingkan dengan materi sains. Teknologi dan keterampilan, maka hasilnya adalah manusia-manusia yang berkepribadian islam, pintar dan terampil.

Untuk mewujudkan hal itu islam menetapkan bahwa negara wajib menyediakan pendidikan yang baik dan berkualitas secara gratis untuk seluruh rakyatnya. Daulah islamiah wajib menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan. Membangun gedung-gedung sekolah dan kampus, menyiapkan buku-buku pelajaran dan sebagainya. Dengan dukungan sistem ekonomi yang stabil pula sesuai dengan syariat islam. Maka titik tekan dari sebuah pendidikan yang berkarakter adalah bukan karena kurikulum yang berubah dan berusaha untuk menjadikan anak –anak yang berkarakater tetapi tetap dalam sistem kapilalisme. Tetapi yang harus diubah adalah sistem kapitalis diubah dnegan sistem islam. Pembelajarn berdasarkan dengan syariat islam menancamkan akidah islam kepada anak-anak hingga menghasilkan anak-anak yang berkepriadian islam.

By: Rizka Afizzatul Umi

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: