Ummu Rabbah al Bait

22 04 2012

Wanita adalah makhluk agung yang luar biasa, ia diciptakan dengan peran yang luar biasa dalam kehidupan. Ia mempunyai peran yang luar biasa sebagai partner laki-laki dalam kapasitasnya sebagai seorang manusia ciptaan Tuhan. Manusia sendiri diciptakan Tuhan tidak sekedar hanya berada di bumi untuk bersenang- senang atau menjalani kehidupan ini ala kadarnya tapi sebagai khalifah di muka bumi ini dan tujuan hidupnya tidak lain adalah beribadah kepada Allah SWT. Wanita dengan segala kesempurnaan penciptaannya di ciptakan pada dasarnya berbeda dengan laki-laki. Wanita dan laki-laki pada prinsipnya mempunyai fungsi masing-masing yang bisa saling mengisi satu sama lain.
Wanita memiliki peran sebagai rekan laki-laki dalam kehidupan ini. Salah satu peran wanita yang utama adalah perannya sebagai istri dan seorang ibu dalam rumah tangga suaminya. Perannya ini walaupun terlihat tidak nampak ke permukaan tetapi sesungguhnya peran wanita yang satu ini sangat menentukan masa depan generasi penerus umat. Wanita mempunyai peran sebagai pencetak dan pendidik pertama generasi umat ke depan. Apabila peran seorang wanita pada sektor ini dioptimalkan maka jangan heran apabila generasi muda yang diharapkan akan berkualitas. Wanita adalah makhluk Allah yang sangat tangguh. Ingatlah hadits Rasulullah yang artinya, “wanita adalah tiang negara, apabila dalam sebuah negara wanitanya baik, maka jayalah ia, namun apabila wanita di dalamnya buruk, maka hancurlah negara itu”. Ketangguhan seorang wanita telah dikatakan Rasulullah, bahkan Allah pun mengatakannya dalam Al-Qur’an, memuliakan kedudukan seorang ibu, yang juga seorang wanita. Masih kurang kah semua itu??? Sehingga masih ingin disamakan dengan pria. Tentu tidak, semua itu lebih dari cukup. Bukankah tak ada yang paling mulia, selain mulia dihadapan Allah dan RasulNya?.
Namun sayangnya banyak kalangan wanita yang tidak menyadari peran vitalnya pada sektor keluarga. Sekarang banyak wanita yang lebih memilih bekerja dan mengejar ketenaran dan prestasi karir mereka sendiri. Banyak pula kalangan wanita yang lebih mementingkan urusan bisnisnya ketimbang mengurus anak-anak dan rumah tangga mereka. Kita akan semakin sering melihat banyaknya generasi muda yang kehilangan kasih sayang ibunya. Maraknya tauran, pemakaian narkoba di kalangan remaja hingga pergaulan bebas, menunjukkan lemahnya peran orang tua khususnya seorang ibu, hingga penuntutan beberapa kalangan wanita agar kedudukannya di samakan dengan kaum pria.
Kita tentu tidak bias membiarkan hal ini terus terjadi, kita harus melihat akar permasalahan terjadinya hal ini, sistem kehidupan kita yang sekuleristik menjadi penyebab utamanya. Wanita menganggap bahwa perannya harus disejajarkan dengan laki-laki. Namun kita harus mencermati anggapan ini. Bahwa dengan meminta persamaan dengan kaum Adam berarti secara tidak langsung telah menghina kodrat wanita itu sendiri. Kenapa? Karena dengan meminta persamaan itu, berarti wanita telah memandang rendah status yang kini engkau jalani sebagai seorang wanita. Mereka memandang hina tugas dan kewajibanmu, sehingga mereka merasa semua itu tak pantas dijalani. Padahal tugas itu sangat berat, tugas yang belum tentu, atau bahkan tak akan pernah bisa diemban oleh pria.
Kesalahan berfikir seperti ini telah merasuk ke dalam pemikiran masyarakat sehingga menyebabkan munculnya isu kesetaraan gender yang terus diagung-agungkan oleh mereka padahal belum tentu hal tersebut bisa menyelesaikan permasalahan umat. Yang ada hanyalah menambah permasalahan umat.
Islam memberikan solusi yang tuntas akan masalah ini. Islam memandang penting peran seorang wanita sebagai tiangnya negara yaitu pencetak dan pendidik utama generasi umat selanjutnya. Optimalisasi peran ibu bagi seorang wanita adalah hal yang utama dan pertama. Negara haruslah menyediakan peran yang lebih mumpuni untuk tercetaknya generasi wanita seperti ini. Tanpa peran wanita seperti ini maka generasi muslim yang berkualitas tidak akan terbentuk. Islam memandang pula bahwa kedudukan antara wanita dan pria pada dasarnya sama di hadapan Allah SWT yang membedakan hanya ketakwaannya. Serta pada dasarnya tujuan diciptakannya wanita dan pria bukan untuk disejajarkan namun untuk saling mengisi sesuai fungsinya masing-masing yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Hal inilah yang harus disadari betul oleh para wanita di seluruh penjuru dunia. Wallahu’alam…

*Farizha Syahnaz Aulia, Mahasiswi FKIP Unlam Banjarmasin


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: