KUUNGKAPKAN SAYANG UNTUKMU IBU DENGAN MEMPERJUANGKAN ISLAM

12 01 2012

22 Desember adalah hari ibu. Tiap tahun kita memperingati hari ibu tapi jangan sampai peringatan ini tidak adanya esensinya. Predikat menjadi ibu adalah predikat yang sangat mulia. Ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Ibu adalah manusia yang pertama kali berbuat baik kepada kita.
Namun, melihat keadaan saat ini yang mana ada seorang anak tega membunuh ibunya atau seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri, bahkan sejak dalam kandunganpun ada yang tega menggugurkannya. Ada apa dengan hatimu duhai ibu dan baktimu duhai anak? Untuk saat ini predikat seorang ibu seakan mengalami kemerosotan, kedudukannya seakan tidak produktif karena tidak menghasilkan uang jika hanya menjadi ibu rumah tangga. Ketika seorang wanita ditanya kerja apa? Sebagai ibu rumah tangga mungkin ada yang menyebutnya dengan rendah diri, “hanya sebagai ibu rumah tangga”. Tidak menyebutkannya dengan bangga, padahal sebagai ibu rumah tangga mereka bekerja dari bangun tidur sampai semua penghuni rumah tidur.
Sungguh kehidupan sekuler dan modern saat ini membuat peran sebagai ibu rendah. Adanya gerakan feminis yang memperjuangkan perempuan harus sama dengan laki-laki sehingga menjadikan Islam dianggap melanggar kebebasan. Keberadaan Islam yang mengatur peran sebagai ibu malah dianggap mengekang kaum ibu. Ibu yang dianggap keren adalah ibu yang tidak hanya di rumah sebagai ibu RT tetapi juga berstatus bekerja atau berkarier. Padahal bisa jadi kesibukannya di luar membuat kewajiban sebagai ibu diserahkan kepada orang lain seperti pembantu, sanak keluarga dan nenek. Namun, bukan berarti di sini ibu yang berkarier di luar jelek, hanya saja jangan sampai kewajiban sebagai ibu menjadi terabaikan.
Terlepas dari bagaimana keadaan ibu saat ini, sebagai anak tetap berbakti kepada orang tua khususnya ibu merupakan amalan yang sangat mulia. Semulia kedudukan orang tua dihadapan Allah swt. Firman Allah swt: “Beribadahlah kepada Allah, jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua (TQS. An-Nisaa: 36). Kalau melihat ayat ini, perintah berbuat baik pada orang tua disejajarkan dengan perintah untuk mengesakan Allah sehingga jelaslah bahwa ada tekanan yang kuat untuk berbakti kepada orang tua.
Bagaimanapun kita ingin mengungkapkan kasih sayang dan berbuat baik kepada ibu nilainya jelas belum sebanding. Oleh karena itu, moga dengan perjuangan dalam mengemban risalah Islam untuk memuliakan ibu khususnya mampu menjadikan ibu bahagia dunia dan akhirat. Islam sangat memuliakan seorang ibu. Abu Hurairah meriwayatkan: Telah datang kepada Rasulullah seorang sahabat, ia bertanya siapakah yang layak aku hormati dan diperlakukan paling baik? Rasulullah menjawab ibumu sampai tiga kali.
Kehadiran kita sebagai anak hendaknya mampu membuat ibu merasa bahagia sebaliknya jangan sampai kita menyusahkan atau menyakitinya. Menaati ibu selama itu kebaikan, jangan membantahnya selama tidak bertentangan dengan agama. Berbuat baik kepada ibu bukanlah hal yang dipaksakan tetapi ikhlas dan mencintai ibu karena Allah. Berbakti kepada orang tua merupakan buah ketaatan kita kepada Allah. Tentunya ketaatan ini tidak hanya dalam hal berbakti kepada orang tua tapi bagaimana juga kita memperjuangkan Islam agar posisi ibu kembali mulia. Jangan lupa kita juga harus senantiasa mengungkapkan sayang kita sebagai ibu dengan doa, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an “Dan ucapkanlah: Ya Rabbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana mereka menyayangiku di masa kecil.” (TQS. Al-Isra: 24).
“Ulun menyayangi mama karena Allah, moga kita dan keluarga bisa takumpulan di surga-Nya aamiin”.
Wallahu’alam… Rahmi S, Aktivis MHTI Lingkar Kampus Unlam Bjm

Iklan

Aksi

Information

One response

12 01 2012
dreamlandaulah

Afwan tulisan tersebut SP Desember mengirim di B.Post tp tidak masuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: