Keluh Kesah Wanita Yang Ternoda

2 01 2012

Aku tidak tahu mengapa aku terenyuh setiap kali membaca kisah ini; kisah yang masih kusimpan sejak lama dalam tumpukan kertas-kertasku yang berserakan.

Kisah nyata yang lama ini sungguh menggambarkan sebuah penderitaan yang dialami pelakunya dan menjelaskan tentang akhir kisah yang sebenarnya tidak perlu diherankan oleh orang yang pandai “MEMBACA”

Sungguh kisah ini sangat berbekas, kesedihan dan kegalauan ada dari segala sisinya. Dan sebesar kadar kesedihan itulah kadar pelajaran yang dapat diambil oleh siapa saja yang masih menjaga kehormatan yang sesungguhnya. Si pemilik kisah ini menceritakan kisahnya kepada team situslakalaka sebagai berikut:

2 tahun yang lalu aku tinggal disebuah rumah dimana kami bertetangga dengan seorang wanita yang bisa dibilang sangat cantik. Begitu menggebu-gebunya hatiku padanya hingga membuatku tidak sanggup untuk bersabar. Kucoba berbagai macam cara agar hatiku bisa sampai kesana, namun aku tak kunjung bisa.

Hingga aku menemukan sebuah celah yang dengan celah itu aku berhasil merebut hatinya bahkan lebih dari itu, di hari yang sama aku bahkan bisa merenggut kehormatannya. Celah yang sebenarnya hanya akal-akalanku saja, ya….hanya dengan JANJI MENIKAHINYA saja aku sanggup mendapatkan semuanya itu (maka dari itu hati-hati kau GADIS!).

Ketika tidak lama kemudian aku mengetahui bahwa sang gadis itu telah mengandung janinku. Itu membuatku sangat khawatir: “Apakah aku harus memenuhi janjiku untuk menikahinya atau aku putuskan saja cintanya?”

Tapi aku lebih memilih yang kedua. Aku meninggalkan rumah di mana ia biasa mengunjungiku. Dan setelah itu, aku tidak pernah tahu lagi kabar tentangnya sedikit pun…

Bertahun-tahun lamanya kejadian itu berlalu. Suatu hari, aku menerima sepucuk surat darinya. Di dalam surat itu, ia menuliskan :

“Andai saja aku bermaksud untuk mengulang kembali masa yang telah lalu atau cinta lama, maka aku tidak akan pernah menuliskan sebaris pun bahkan satu huruf pun. Karena aku yakin bahwa janji seperti janjimu yang khianat dan cinta seperti cintamu yang palsu, sama sekali tidak layak membuatku bahagia, sehingga aku tidak perlu mengenangnya atau membuatku sedih sehingga aku harus mengulangnya kembali. Sesungguhnya engkau tahu, ketika engkau pergi meninggalkanku, di dalam diriku ada api yang sedang menyala dan janin yang sedang bergerak. Namun engkau sama sekali tak mempedulikannya.

Engkau lari meniggalkanku, agar engkau tidak menanggung beban moral melihat kedurjanaan yang engkau lakukan. Agar engkau tidak membebani dirimu untuk menghapus airmata yang engkau alirkan. Maka setelah itu semua, apakah aku akan menganggapmu sebagai seorang PRIA TERHORMAT ??!!

Tidak! Bahkan untuk menganggapmu sebagai seorang manusia saja aku tidak sanggup. Karena tidak ada satu pun watak kebinatangan melainkan engkau kumpulkan dalam dirimu. Intinya engkau hanya memandangku sebagai jalan untuk memuaskan dirimu. Dan ketika engkau mendapat kesempatan berdekatan dengan tubuhku, engkau pun melakukannya. Andai bukan karena itu, engkau tidak akan pernah mengetuk pintuku dan tidak melihat wajahku.

Engkau mengkhianatiku dan engkau telah menjanjikan sebuah pernikahan. Namun engkau mengingkarinya dan pergi karena tidak mau menikahi seorang wanita jahat yang tak mempunyai nilai. Padahal kejahatan dan kehinaan itu tidak lain adalah perbuatan tangan dan kejahatanmu sendiri.

Kamu tahu, seandainya bukan karena engkau, aku tidak akan menjadi seorang wanita jahat dan hina. Aku telah berusaha menolakmu, namun engkau tetap berusaha hingga aku jatuh bagai seorang anak kecil di hadapan orang besar yang sangat kuat.

Engkau telah mencuri kehormatanku hingga menjadi jiwa yang hina, yang hatinya akan selalu bersedih. Aku merasa betapa beratnya beban kehidupan dan betapa lambatnya kematian datang dalam kehidupanku.

Yah, kenikmatan hidup apa lagi yang akan dirasakan oleh seorang wanita yang tidak bisa lagi menjadi seorang istri bagi seorang pria dan menjadi seorang ibu bagi seorang anak?

Bahkan tidak mampu lagi untuk hidup dalam masyarakat manusia, kecuali dengan menundukkan kepala, memejamkan mata dan meletakkan tangan di dagunya. Tubuhnya gemetar karena trauma dengan gangguan orang-orang yang suka melecehkan.

Engkau merampas ketenanganku karena akibat peristiwa itu, aku terpaksa harus meninggalkan ‘istana kecil’ dimana dahulu aku menikmati semuanya dalam dekapan ayah dan bundaku.

Aku harus meninggalkan semua kelapangan dan kehidupan yang membahagiakan itu menuju rumah yang kecil di sebuah lingkungan yang sangat terpencil. Tidak ada yang mengenalnya. Dan tidak ada yang sudi mengetuk pintunya. Disana aku menghabiskan sisa-sisa kehidupanku yang kelam.

Engkau telah membunuh ayah dan ibuku. Aku hanya tahu bahwa mereka berdua telah meninggal. Dan aku yakin mereka berdua meninggal tidak lain karena sedih telah kehilanganku dan putus asa untuk berjumpa denganku…

Engkau telah membunuhku karena kehidupan pahit yang kuteguk dari gelas yang engkau sodorkan. Dan kesedihan panjang yang kualami karenamu benar-benar telah mencapai puncaknya dalam diri dan jiwaku. Kini, aku hanya tergolek di atas ranjang bagai seekor lalat yang terbakar, yang nafas demi nafasnya berangsur-angsur sirna.

Maka engkaulah si pendusta dan penipu, pencuri dan pembunuh. Dan aku yakin Allah tidak akan membiarkanmu tanpa mengambil apa yang menjadi hakku darimu.

Aku menulis surat ini padamu bukan untuk memperbaharui kembali janji itu. Aku menulis surat ini bukan karena rindu, karena engkau jauh lebih hina bagiku untuk mendapatkan itu.

Kini aku telah berada di ambang pintu. Tidak lama lagi mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh kehidupan dunia, yang baik maupun buruknya, bahagia maupun susahnya. Aku tidak lagi punya harapan tentang cinta. Tidak ada lagi kelapangan waktu untuk memperbaharui janji…

Aku menulis ini untukmu karena aku menyimpan sebuah titipan milikmu. Ia adalah anak gadismu. Maka jika Dzat yang telah menghilangkan rasa kasih dari hatimu itu masih menyisakan kasih sayang seorang bapak dalam dirimu, maka segeralah temui ia, ambil dan jagalah ia di sisimu, agar ia tidak merasakan kemelaratan seperti yang dirasakan ibunya sebelumnya…”

tertanda
Orang yang pernah kau khianati.

Benar-benar kalimat yang memilukan dan menyayat hati. Sesungguhnya kisah seperti ini dan yang semisalnya adalah hasil dan akibat dari ketidak harmonian yang kita alami. Akibatnya, lahirlah problem seperti itu yang membutuhkan pemecahan dalam waktu yang sangat panjang…

Seorang pria berusaha menaklukkan seorang wanita, dan untuk itu ia menyiapkan segala sesuatunya; janji yang dusta. perkataan yang manis, dan muslihat yang memikat. Hingga akhirnya, ia berhasil mengelabui dan menaklukkannya lalu mengambil hal yang paling berharga yang ia miliki, pria itu pun menepiskan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal padanya untuk tidak bertemu kembali selamanya…

Saat itulah, sang wanita akan terduduk di sudut rumahnya untuk menangisi dan meratapi nasibnya. Berurai airmata yang terus mengalir di pipinya, sembari menyandarkan kepalanya di atas tangan. Ia tidak tahu hendak kemana? Tak tahu apa yang akan dilakukan? Dan bagaimana ia harus melewati hidupnya?

Ia berusaha melanjutkan hidupnya melalui jalan pernikahan. Namun ia tidak akan menemukan orang yang sudi menikahinya. Kecuali ia akan menemukan pendamping yang Jelek Pekertinya. Karena pria yang Baik pekertinya tentu akan melihatnya sebagai WANITA TAK BERHARGA!! Yang suatu saat akan kembali terulang.

Pembaca situslakalaka…
Dalam cerita diatas, sejatinya bukan sang laki-laki yang pandai, tetapi sang gadislah yang terlalu LEMAH untuk memahami muslihat LAKI-LAKI. Sang gadis itu telah membuka hatinya kepada orang lain sebelum ia kemudian membukanya untuk sang suami. …

Kami berani menjamin, akan sangat jarang seorang gadis yang memulai hidupnya dengan petualangan cinta kemudian dapat menikmati sebuah cinta yang mulia lagi terhormat. Yang ada hanyalah keributan demi keributan tentang perkara MASA LALU. Kecemburuan-kecemburuan yang berbuntut PRASANGKA, dan berbagai macam prahara yang memercikkan PETAKA.

Wahai Laki-laki, Sesungguhnya gadis yang kalian rendahkan dan hinakan itu, yang kalian permainkan diri dan jiwanya, dia itu tak lain adalah sosok yang kelak akan menjadi ibu bagi anak-anak kalian, serta senjata untuk menjaga harga diri dan kehormatan kalian. Maka perhatikanlah bagaimana kehidupan kalian bersamanya esok.

Di mana kalian akan menemukan istri-istri yang shalihah di masa datang kehidupan kalian jika kalian merusak para pemudi hari ini…

Kalian jangan heran jika setelah hari ini, kalian tidak mampu lagi mencari istri-istri yang shalihah dan terhormat yang dapat menjaga kehormatan harga diri kalian, yang menjaga kebahagiaan diri dan rumah kalian. Sebab itu semua adalah akibat kejahatan kalian terhadap diri kalian sendiri, dan buah dari apa yang ditanam oleh tangan-tangan kalian sendiri…

Dan andai kalian menjaga masa lalu kaum wanita itu, maka mereka akan menjaga masa kini dan masa depan kalian. Namun kalian telah merusak mereka. Kalian telah membunuh jiwa mereka, hingga kalian kehilangan mereka saat kalian justru membutuhkannya…

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: