Jangan ‘Membatasi’ Diri

2 01 2012

bataMungkin betul bahwa yang membatasi seseorang dalam beramal adalah batasan-batasan yang ia buat sendiri. Sebuah sikap mental yang salah

Ada yg ‘membatasi’ diri, “saya nggak bisa tahajud karna sy biasa tidur malam,” ada juga yg ‘membatasi’ diri, “sy nggak bisa dakwah karna sy bukan ustadz.” Ada pula yg ‘membatasi’ orang lain, “jangan ngomong khilafah dulu lah…ummat belum siap..” atau ucapan serupa, “ummat belum siap terapkan syariat”

Ada yang lebih parah, ‘membatasi’ hak Allah Sawt, “Ini perkara negara, bukan agama! agama ngomong di masjid aja sana noh!” -_- Miris [?]

Wajar aja yang ‘membatasi’ diri sendiri nggak akan pernah melebihi batasannya, dan biasanya orang begini mampet rezekinya :D. Wajar pula yang suka ‘membatasi’ orang lain itu sempit dunianya krn selalu meng-underestimate orang lain dan mandang tinggi dirinya sendiri. Wajar juga kali yaa…kalo yang ‘membatasi’ hak Allah nggak dikumpulkan sama orang yang taat Allah di surga? 🙂

Padahal Rasulullah Saw. dalam hidupnya mencontohkan kita jangan ‘membatasi’ diri sendiri, orang lain, apalagi Allah swt yg maha segalanya. Rasulullah anak yatim, tidak bisa baca-tulis, namun kecerdasannya dalam me-menej perang misalnya, adalah no. 1

Sahabatnya pun tidak pernah mengenyam SD, namun mereka dapat mengimani Al-Qur’an dengan sempurna dan mengemban Islam ke seluruh dunia.

Lalu bagaimana cara untuk melepaskan ‘batasan’ pada diri kita dan orang lain, serta tidak membatasi hak Allah?

‘Batasan’ bisa kita lampaui hanya dengan 1 ayat: “la yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan BATAS kesanggupannya..” [Tqs. Al Baqarah:286]

Jadi, apapun yang telah diwajibkan Allah, pastilah kita mampu mengamalkannya, bila belum mampu, itu bukan kemampuan maksimal 🙂

jadi ketika Allah mewajibkan syariat dan khilafah, maka kita pastilah mampu menunaikannya, itu janji Allah 🙂

ketika Allah mewajibkan kita menutup aurat, maka kita PASTI mampu, bila belum berarti kita-lah yg banyak alasan >> sindir yg belum pake Jilbab 😀

ketika Allah mewajibkan kita berdakwah, maka kita PASTI bisa. Kalau belum brarti banyk alasan juga >> colek yg belum dakwah 🙂

Dan ketika Allah melarang khalwat (pacaran), yakinlah kita nggak akan mati kalo menaatinya. (putus) cinta ga akan membunuhmu kok >> colek ahlu pacaran 😀

Juga, ketika Allah memerintahkan untuk menikah, yakinlah kita juga pasti mampu 🙂 >> jolek kejora (kelompok-jomblo-ceria) 😀

Pun ketika Allah melarang riba, yakinlah kita nggak akan jatuh miskin bila meninggalkannya >> klo gak yakin, yaa itu ‘membatasi’ tadi 🙂

Kesimpulannya, mulai skrg jangan pernah ‘membatasi’ diri sendiri, orang lain, apalagi Allah swt yg maha segalanya yaa…nnti kualat lho 😀

===

[diadaptasi dr sinetwit ustadzunik @felixsiauw ^^]

Iklan

Aksi

Information

One response

20 10 2012
winnda

iyya, betul2 trlalu bnyk alasn tpi kn gk boleh asal2an jg mengiakn atw membiasakn sesuatu (sok2 an)…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: