Perempuan Mesir Bangkit, Lawan Militer yang Telah Melucuti Kehomatan Perempuan

21 12 2011

Syabab.Com – Ribuan perempuan Mesir tumpah ke jalan-jalan di ibu kota Kairo untuk memprotes penumpasan brutal pasukan keamanan terhadap para demonstran perempuan. Protes berlangsung di Tahrir Square, Selasa, 20/12/2011, beberapa hari setelah pasukan tentara memukuli seorang wanita dengan kasar serta melucuti pakaiannya sambil menyeretnya di jalanan selama aksi berlangsung.
Telegraph menyebutkan sekitar 10.000 perempuan berbaris di pusat Kaior menuntut hengkangnya kepemimpinan militer. Mereka berbaris dari Tahrir Square melalui pusat kota, mengecam kepemimpinan militer di negeri tersebut yang telah melanggar kehormatan perempuan.

Mereka membawa poster-poster dengan tulisan Arab, diantaranya menyampaikan pesan, “Ganyang pemerintahan militer, Militer adalah pembohong dan kami akan memotong tangan Anda”.

“Tantawi telah melucuti perempuan Anda telanjang, datang bergabung dengan kami,” teriak kerumunan orang yang lewat, mengecam Marsekal Hussein Tantawi, kepala dewan militer yang telah memerintah Mesir sejak jatuhnya Hosni Mubarak 11 Februari.

“Kehormatan kami adalah gari merah,” teriak para demonstran perempuan saat berkumpul di alun-alun Tahrir Square yang telah menjadi tempat bentrokan mematikan antara pasukan sekuler militer dan pemrotes sejak Jumat.

“Mereka tahu bahwa rakyat tidak peduli kehidupan mereka sendiri yang mereka pedulikan, istri dan saudara perempuan mereka. Jadi, mereka ingin mempermalukan seluruh rakyat Mesir dengan penghinaan perempuan sebab mereka tahu itu sangat sensitif,” kata demonstran, mengacu pada perilaku memalukan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa perempuan.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Kepala Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), Hussein Tantawi, menyebutnya sebagai pengkhianat.

“[Jenderal yang berkuasa itu] harus hengkang, mereka adalah pengkhianat,” kata para pengunjuk rasa.

Kekerasan militer Mesir terhadap para demonstran dalam lima hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 14 orang, dan ratusan lainnya terluka, menurut kementrian kesehatan negera itu.

Omong Kosong Hillary

Sementara itu, Menlu AS Hillary Clinton bak peduli terhadap rakyat Mesir, pada hari Senin menuduh keamanan Mesir dan ekstrimis menargetkan perempuan khususnya.

“Ini merupakan perusakkan sistematis perempuan Mesir tidak menghormati revolusi, mempermalukan negara dan seragam, dan tidak layak dari orang-orang hebat,” katanya Hillary Clinton.

Ia berusaha peduli, dan menutupi perusakkan yang telah dilakukan pasukan Amerika Serikat yang telah banyak melucuti kehormatan perempuan di negeri Muslim, seperti di Abu Gharaib Irak dan Afghanistan.

Amerika Serikat juga yang telah mengeluarkan milyaran dolar AS untuk membiayai pihak keamanan Mesri. Jadi sangat jelas, inilah buah dari pasukan militer sekuler yang sudah tidak mengindahkan lagi nilai-nilai syariah.

Ini Soal Kehormatan

Dikelilingi oleh rantai pelindung laki-laki, para perempuan itu berbaris dari Tahrir Square, meneriakkan slogan-slogan menuntut dewan militer turun.

“Gadis yang diseret itu seperti puteri saya,” kata Um Hossam, seorang wanita 54 tahun dengan jilbab hitamnya saat berunjuk rasa, Selasa. “Saya seorang wanita, dan menyerang wanita ini atau membunuh pengunjuk rasa hanya seperti pergi setelah salah satu dari anak-anakku sendiri”.

“Mereka ingin menghancurkan martabat perempuan sehingga mereka tidak ikut pergi untuk protes,” kata Maha Abdel Nasser, seorang insinyur yang bergabung dalam pawai.

Dua perempuan bersaudara, Yomna dan Tasnem Syam, mengatakan mereka tidak pernah ambil bagin dalam protes sebelumnya karena orang tua mereka tidak mengizinkannya. Tapi mereka kebetulan berada di pusat kota pada hari Selasa dan spontan bergabung dengan barisan perempuan.

“Saya bangga ambil bagian dalam protes hari ini, saya merasa, saya bisa memberitahu anak-anak saya, saya telah melakukan sesuatu untuk mereka di masa depan,” kata Yomna.

Beberapa diantara mereka juga mengkitik partai-partai Islamis, yang tidak ikut ambil bagian untuk melakukan protes anti militer dan tidak berpartisipasi dalam pawai hari Selasa, meskipun kaum agamis tersebut menggemborkan mempertahankan “kehormatan perempuan”

“Ini adalah kasus kehormatan. Tapi mereka jelas tidak peduli untuk kehormatan atau agama. Mereka sekarang hanya peduli kepentingan politik mereka,” kata Mohammed Fawaz, salah satu seorang dalam rantai pelindung di sekitar aksi massa wanita yang berbaris.

Beberapa hari lalu, seorang perempuan yang hendak menyelamatkan diri dari kejaran pasukan keamanan menjadi sasaran serangan brutal pasukan keamanan Mesir. Ia dipukuli dan diseret di jalanan hingga tersingkap auratnya. Pasukan keamanan dengan sepatu bot dan tongkat bertubi-tubi memukuli dan menendangnya, seperti halnya juga dilakukan terhadap para demonstran lainnya.

Bukannya menjaga kehormatan perempuan, malah merusak kehormatannya. Sungguh ini sebuah penghinaan yang terang-terangan atas kehormatan perempuan, khususnya Muslimah, di mana mereka terjaga kehormatannya dengan pakaiannya. Inilah buah dari pasukan Militer didikan pemerintah sekuler yang telah lama mendapat dana dari Amerika Serikat.

Demikianlah, negeri Muslim Mesir terus bergejolak, seiring dengan perubahan yang masih belum terarah. Rakyat Mesir menginginkan perubahan, serta kehormatan rakyat terjaga. Namun, di bawah sistem buatan manusia, tidak ada jaminan hal tersebut terwujud.

Rakyat Mesir dan dunia Muslim lainnya hanya membutuhkan satu kesatuan politik yang akan menyatukan kaum Muslim seluruh dunia di bawah naungan Khilafah. Institusi inilah perubahan yang nyata bagi kesejahteraan rakyat Mesir serta yang mampu menjaga kehormatan perempuan. Benderanya kini terus berkibar di berbagai penjuru dunia, insya Allah semakin dekat. [m/f/thenewyorktimes/telegraph/syabab.com]

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: