Pengobatan Syirik atau tidak?

16 12 2011

Assalamualaikum wr.wb.

Pak ustadz yang saya hormati, kemarin saya mengantar teman saya keseorang tukang urut, tapi menurut orang-orang dia itu orang yang bisa mengetahui seseorang itu kesurupan atau menderita penyakit apapun, dia melihat anak teman saya lalu dia membaca seperti mantra dengan diawali basmallah tapi setelah itu yg dibaca bkn ayat al-qur’an tp salah satu’y dia menyebut “Eyang Puntren” dengan bantuan segelas air dia jg meminta rokok. yang membingungkan saya kenapa al-fateha disambung dengan mantra yg asing didengar. pertanyaan saya apakah itu termasuk syirik, jika kita berobat kesana apa kita jg termasuk syirik, sedangkan tukang urut itu adalah seorang ibu hajah, tapi memang benar orang yang berobat kesana dapat sembuh. Pak ustadz mohon jawabannya, terima kasih. Wassallamualaikum wr.wb

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Pada masa sekarang ini memang banyak cara dan metode pengobatan. Di antara sekian banyak metode pengobatan tersebut ada yang sesuai dengan syariat dan banyak pula yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Pengobatan oleh dukun, orang pintar, paranormal, dst adalah contoh dari pengobatan yang seringkali keluar dari syariat. Kesembuhan bukan merupakan tolak ukur dan standar untuk menilai apakah ia sesuai syariat atau tidak. Sebab bisa jadi Allah memberikan kesembuhan meski caranya tidak sesuai. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara penyembuhannya.

Membaca surat al-Fatihah pada dasarnya baik dan bagus. Ia juga pernah menjadi media pengobatan yang dilakukan oleh sahabat di masa Rasulullah saw. Metode pengobatan dengan membaca bacaan tertentu semacam itu disebut dengan istilah ruqyah atau jampi.

Nah dalam Islam pada dasarnya praktek ruqyah diperbolehkan. Namun ia harus sesuai dengan batasan yang ditentukan. Jika tidak maka termasuk ruqyah yang terlarang dan bertentangan dengan syariah. Di antara batasan ruqyah syar’iyyah (yang diperbolehkan) adalah:

Bacaan ruqyah berupa ayat-ayat al-Qur’an dan do’a atau wirid dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
Do’a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
Tidak isti’anah (minta tolong) kepada jin (atau yang lainnya selain Allah).
Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari’ah, khususnya dalam penanganan pasien lawan jenis.
Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Tidak minta diruqyah kecuali terpaksa. Sehingga ruqyah yang tidak sesuai dengan dhawabit atau kriteria di atas dapat dikatakan sebagai ruqyah yang tidak sesuai dengan Syari’ah.

Di bawah ini beberapa contoh ruqyah dan pengobatan yang tidak sesuai Syariah:

Memenuhi permintaan jin.
Ruqyah yang dibacakan oleh tukang sihir.
Bersandar hanya pada ruqyah, bukan pada Allah.
Mencampuradukan ayat-ayat Al-Qur’an dengan bacaan lain yang tidak diketahui artinya.
Meminta bantuan jin
Bersumpah kepada jin
Ruqyah dengan menggunakan sesajen
Ruqyah dengan menggunakan alat yang dapat mengarah kepada syirik dan bid’ah
Memenjarakan jin dan menyiksanya

Dengan melihat kriteria di atas, maka pengobatan yang Anda maksudkan di atas lebih mengarah kepada pengobatan yang dilarang. Karena itu, hendaknya dihindari. Juga kepada teman Anda hendaknya diberi nasihat agar tidak datang ke tempat pengobatan yang semacam itu.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: