Krisis Global Hantui Indonesia

8 12 2011

HTI Press, Banjarmasin. Forum Intelektual Muslim (FIM) Kalimantan Selatan kembali digelar pada hari Kamis, 1 Desember 2011 bertempat di Aula Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Lambung Magkurat (LPM Unlam) Banjarmasin. Mengambil tema “Dampak Krisis Global di Indonesia”, FIM kali ini menghadirkan pembicara Muhammad Hatta, SE, M.SI dosen luar biasa Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin, dan Dr. Arim Nasim, SE, M.Si, Ak. Ekonom dan anggota DPP HTI Jakarta.
Hadir sebagai peserta antara lain Prof. Dr. H. Asmaji Darmawi, Guru Besar FISIP Unlam yang juga aktif sebagai Dewan Pembina ICMI Kalsel, Dr. Samahuddin, M.Si dosen FISIP Unlam, Drs. M.H. Kasyful Anwar yang juga aktifis dalam gerakan Islam, Siswanto, M.Si dari FISIP Unlam. Tampak hadir juga Drs. Sabhan, M.Pd dosen FKIP Unlam. Deden Koswara, SH, MH, Mispansyah, SH, MH, M Ananta Firdaus, SH, MH dari Fakultas Hukum Unlam. Dari STKIP Banjarmasin hadir Abdul Jabar, M.Pd dan Wahyudi, M.Pd. Tampak hadir juga dosen dari Fakultas Ekonomi Unlam, MIPA Unlam Banjarbaru, IAIN Antasari dan beberapa aktifis pergerakan mahasiswa di Banjarmasin.
Dalam paparannya, Muhammad Hatta dengan dukungan slide berisi data-data yang akurat menjelaskan bahwa krisis global yang terjadi di Eropa disebabkan karena pengeluaran negara yang amat besar di sektor publik yang celakanya berbasis utang yang ribawi. Begitu besarnya krisis ini hingga Yunani harus melengserkan PM George Papandreou dan diganti Lucas Papademos. Italia juga harus melengserkan PM Silvio Berlusconi. Krisis ekonomi dan finasial telah merambat ke krisis kepercayaan politik. Bukan hanya di Yunani dan Italia saja, namun beberapa negara seperti Irlandia, Spanyol, Postugal, bahkan Jepang si macan Asia tidak luput dari badai krisis.
Dr Arim Nasim dalam paparannya menjelaskan bagaimana solusi Islam terkait krisis global. Ia menjelaskan bahwa terjadi kesalahan analisa terkait apa yan menjadi masalah ekonomi, akibatnya berdampak kesalahan pula pada penanganannya. Dalam Sistem Ekonomi Islam, peluang untuk terjadinya krisis sudah ditutup. Perbankan dan bisnis yang ribawi ditinggalkan. Mata uang mengunakan standar emas dan perak. Sumber daya alam dikelola oleh SDM yang ahli dan amanah dalam bingkai Negara Khilafah untuk kemakmuran rakyat. SDA tidak diserahkan kepada swasta apalagi asing penjajah seperti saat ini. APBN Negara disusun berdasarkan aturan syariah, dll jika dijalankan dengan baik maka insya Allah tidak akan terjadi krisis.
Dalam sesi diskusi, banyak sekali terlontar tanggapan dari para dosen yang hadir. Sabhan, M.Pd misalnya mengusulkan agar HTI segera melakukan perubahan mendasar (revolusi) karena keadaan begitu parah. Abdurrahman Malik yang juga pimpinan Al Irsyad Kalsel menyatakan bahwa terjadinya krisis adalah karena diterapkannya sistem kapitalisme yang bersifat self destructive. Sementara Prof Asmaji mengatakan bahwa masalahnya sudah sangat jelas, tinggal peran kita untuk merubahnya menjadi lebih baik.
Secara umum diskusi yang diikuti sekitar 30 akademisi yang dipimpin oleh Sutarto, S.Sos, M.IP berjalan lancar, meskipun terjadi gangguan listrik. Diskusi berjalan seru penuh keakraban dan sesekali diselingi joke-joke segar dari para peserta penanggap. Acara ini merupakan acara rutin bulanan yang dilaksanakan oleh Lajnah Khusus Intelektual Kalsel. (SUTARTO, LKI DPD I HTI KALSEL – FOTO By FERMADI).

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: