Waspadalah, Bom Gereja Solo Adalah Operasi yang Sedang Dimainkan Intelejen

26 09 2011

Bom kembali meledak di gereja, minggu 25/9 kemarin. Umat Islam pun menjadi tertuduh. Pihak Kepolisian lagi-lagi mengaitkan kejadian itu dengan ulah umat Islam. Stigma teroris kini akan kian menghampiri mujahidin.
Namun betulkah mujahidin berada dibalik aksi yang melukai puluhan kaum Kristiani tersebut? Direktur Lembaga Pengkajian Syariat Islam, Ustadz Fauzan Al Anshari, meragukan bahwa bom yang diledakkan di Gereja Bethel Injil Solo adalah tindakan mujahidin. Ia menilai hal itu jauh dibawah kualitas mujahidin sesungguhnya.
“Saya sangat meragukan pelaku bom adalah mujahidin. Karena mujahidin yang berkualitas akan melakukan aksi yang ditujukan kepada kombatan (anggota angkatan bersenjata yang terjun ke arena konflik. red). Seperti Taliban di Afghan yang memang atas fatwa ulama melakukan aksi jihad kepada polisi pendukung pemerintah.” Terangnya saat dihubungi Eramuslim.com, senin pagi (26/9)
Dalam hal ini, Fauzan menilai ada operasi intelejen dibalik bom Solo. Hal itu dipakai sebagai gaya lama SBY ketika media menyorot kebobrokannya.
“Inil adalah drama lama yang selalu diulang-ulang ketika SBY tertimpa masalah,” tuturnya
Dewasa ini kasus yang menerpa bendahara umum dan ketua umum Partai Demokrat membuat pencitraannya menurun drastis. Pada titik inilah masyarakat sudah tidak percaya lagi kepadanya, dan SBY memutar otak untuk kembali meraih simpati publik.
“Pamor SBY saat ini sedang turun. Media banyak mengungkap kasus korupsi yang melanda partainya. Ini banyak mempengaruhi opini masyarakat. Maka bom ini adalah strategi SBY untuk mengambil simpati masyarakat.” jelas Fauzan panjang lebar.
Fauzan berpesan agar masyarakat jangan mudah percaya atas apa yang terjadi saat ini. Kita dituntut kritis memperhatikan pemberitaan yang sedang berkembang, “Initiming yang sedang dimainkan intelejen.”
Sebelumya, kemarin siang (25/9), warga Solo dikagetkan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kepunton, di Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah. Akibatnya, 1 tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka. Pelaku sendiri dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut setelah meledakkan dirinya.
Kapolres Solo, Kombes Listyo Sigit Prabowo mengatakan bom meledak usai jemaat melakukan ibadah kebaktian kedua sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu kata dia, jemaat sudah keluar dari gereja. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Kami (juga) sudah memasang garis polisi,” kata Listyo, Minggu (25/9). (pz)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: