SYEIKH ATHA ABU RASYTHAH Amir ke-3 Hizbut Tahrir

24 09 2011

Pakar Ushul Fiqih Pejuang Khilafah

Oleh : Joko Prasetyo

Sekitar 7.000 ulama dari berbagai daerah di Indonesia dan tamu undangan dari berbagai negara dengan serius menyimak sambutan dari Amir Hizbut Tahrir Syeikh Atha Abu Rasythah, pada 21 Juli 2009 di Istora Senayan, Jakarta.

Karena berhalangan hadir, Syeikh Abu Rusythah memberikan sambutannya melalui rekaman audio. Dalam sambutannya, ia mengutip firman Allah Surat Fathir ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya ulama-lah yang takut kepada Allah. Ulama adalah pewaris para Nabi, sehingga masa depan apa yang ditinggalkan oleh Nabi SAW tergantung pada ulama.

Syeikh Abu Rasythah mengingatkan kembali, kejayaan Islam di masa Khilafah merupakan fakta yang tidak bisa dibantah. Sementara kondisi kaum Muslim seat ini terpuruk, tertinggal di segala bidang, dan kehilangan kemuliaan.

“Tegak kembalinya khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja, tapi ia juga merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain” ujarnya tegas. Menurutnya, sebagai kewajiban utama tentu siapa saja yang menunaikannya akan mendapatkan pahala yang amat besar dan bisa meraih kedudukan mulia.

Karenanya, ia menyeru: “Sungguh, kami sangat ingin saudara semuanya ikut berpartisipasi bersama kami untuk meraih kemuliaan yang agung ini dengan berjuang untuk menegakkan khilafah. Siapakah di antara para ulama yang kebaikannya melebihi seorang ulama yang melaksanakan kewajiban yang agung ini?”

Ia kemudian meminta dukungan kepada para ulama.”Dukunglah kami, tolonglah kami, dan bantulah kami.Tetapi dengan rasa hormat dan ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam, kami ingin berkata kepada saudara sekalian, lebih dari semua itu, yaitu berjuanglah bersama kami, dan bekerja samalah dengan kami, untuk kebaikan ini.” Sambil berlinangan air masa, ribuan ulama pun memekikkan takbir tanda persetujuannya.

Biografi Singkat

Nama lengkap dari Syeikh Abu Rasythah adalah Al Alim Al Ushul (pakar ushul fiqh) Syeikh ‘Atha bin Khalil bin Ahmed bin Abdul Qadir Al Khathib Abu Ar Rasytah. Ia lahir di kampung kecil Rana, Al Khalil, Palestine, pada tahun 1362 H atau 1943 M.

Syeikh Abu Rasythah berasal dari keluarga dengan tingkat keberagamaan seperti masyarakat umum. Ketika masih kecil, dirinya menyaksikan dan merasakan bencana atas Palestine dan pencaplokan Yahudi atas Palestine pada tahun 1948 M, dengan dukungan Inggris dan pengkhinatan para penguasa Arab.

Terpaksa ia dan keluarganya berpindah ke kamp para pengungsi di dekat Al Khalil. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kamp pengungsian. Lalu, menyelesaikan pendidikan SMU dan memperoleh ijazah Tsanawiyah Al Ula dari Madrasah Al Husain bin Ali Ats Tsanawiyah di Al Khalil (1959 M).

Kemudian memperoleh ijazah Ats Tsanawiyah Al Amah (1960) di Madrasah Al Ibrahimiyah di Al Quds Asy Syarif. Setelah itu, ia pun memperoleh ijazah insinyur dalam bidang teknik sipil (1966) dari Universitas Kairo, Mesir.

Setamat kuliah, ia bekerja sebagai insinyur di beberapa negara Arab. Salah satu karyanya di bidang teknik sipil, yaitu Al Wasith fi Hisab Al Kamiyat wa Muraqabah Al Mabani wa Ath Thuruq (Metode Penghitungan Kuantitatif dan Monitoring Bangunan dan Jalan).

Bergabung dengan HT

Sejak duduk di bangku SMU, Syeikh Abu Rusytha sudah mengenal dan bahkan bergabung dengan HT. Karena seruannya yang lantang menentang sistem kufur dan serta secara konsisten memperjuangkan tegaknya kembali khilafah sebagai satu-satunya institusi negara yang legal dalam penerapan syariah Islam, maka penguasa-penguasa zalim pun beberapa kali memenjarakannya.

Namun dirinya tetap istiqamah di jalan dakwah yang diemban HT. Oleh karenanya, pada 2003, Diwan Mazhalim Hizbut Tahrir mengumumkan dirinya terpilih untuk memikul tampuk kepemimpinan sejak 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M.

Sebagai orang nomor satu dalam partai Islam ideologis internasional, Syeikh Abu Rasythah biasa menulis soal jawab mengenai analisis isu politik dunia Islam kontemporer, di antaranya masalah Sudan, Turki, pergolakan Timur Tengah, yang menunjukkan kematangannya sebagai politisi.

Adapun dalam masalah tsaqafah, Syeikh Atha menulis kitab tafsir. Bukunya yang menonjol antara lain kitab metode menafsirkan Al quran At-Taysir fi Ushul at Tafsir. Dalam kitab tersebut Syeikh Atha menjelaskan metode menafsirkan Alquran. Lalu ia memberi contoh dengan tafsir Surat Al Baqarah sampai selesai.

Di samping itu, Syeikh Atha pun menulis kitab ushul fikih TaysirAl Wushulil Al Ushul. Kitab yang sudah diterjemahkan dengan judul ‘Kajian Ushul Fikih Mudah dan Praktis’ ini menjelaskan ushul fikih dengan bahasa yang sederhana untuk memudahkan orang belajar ushul fikih dan bisa memahami nash Alquran dan Hadits.

Sementara kedalamannya dalam bidang ekonomi, ia tuangkan dalam kitab Azmah Iqtishadiyah: Asbabuha wa ‘llajuha min Wujhah An Nazhar Al Islam (Krisis Ekonomi: Sebab dan Solusinya dari Sudut Pandang Islam).

Tidak hanya itu, sejumlah buklet pun dirilisnya. Antara lain: Al Azmat Al lqtishadiyah: Waqi’uha wa Mu’a1ajatuha min Wijhah Nazhari Al Islam (Krisis Ekonomi: Realita dan Solusinya Menurut Pandangan Islam); Al Ghazwah Ash Shalibiyah Al Jadidah fil-lazirah wal Khalij (Perang Salib Baru di Jazirah Arab dan Teluk); Siyasah At Tashni’ wa Bina’ Ad Dawlah Shina’iyan (Politik Industrialisasi dan Pembangunan Negara Industri).

Di antara kebijakannya yang sangat menarik perhatian pada masanya adalah, bahwa HT pada tanggal 28 Rajab 1426 H atau 2 September 2005 M menyampaikan seruan kepada kaum Muslim berkaitan dengan aktivitas untuk mengingatkan bencana besar berupa hancurnya Khilafah 84 tahun sebelumnya.

HT mengumandangkan seruan itu kepada kaum Muslim setelah shalat Jumat pada hari itu dimulai dari Indonesia dengan berbagai kotanya di sebelah timur hingga Maroko di tepian lautan Atlantik di sebelah barat.

Seruan itu telah memberikan pengaruh yang sangat baik. Demikian pula sejumlah aktivitas HT dalam menggemakan seruan kebenaran di berbagai konferensi, di berbagai medan aktivitasnya dan berbagai forum yang diselenggarakannya.

Di antara hal yang tampak menonjol dalam diri amir HT sekarang sikap wara dan kuatnya berpegang pada syariah; juga keteguhan dan keilmuannya. Pengalaman sebagai juru bicara resmi HT telah memberikan manfaat yang besar untuk masa depan HT.

Tiga Amir

Syeikh Abu Rasythah adalah amir ke-3 HT. Berawal dari Masjid Al Aqsha yang diberkahi, telah diumumkan bertolaknya aktivitas HT pada awal tahun 1953. Hizbut Tahrir telah menggariskan target utama, yakni mendirikan Khilafah Rasyidah. Al Alim Al Allamah Syeikh Taqiyuddin An Nabhani rahimahullah, pendiri dan ideolog HT, terus memegang tampuk kepemimpinan HT hingga wafat setelah sekitar 25 tahun memimpin.

Setelah itu Al Alim Al Kabir Syeikh Abdul Qadim Zallum memegang kepemimpinan sejak tahun 1977 M. Aktivitas HT pada masanya menjadi besar karena bertambah banyaknya jumlah anggota.Tangan HT juga meluas mencapai banyak negara di dunia. HT berhasil mengorganisasi dan menghimpun ribuan syabab Muslim. Syeikh Zallum rahimahullah wafat dalam usia lebih dari 80 tahun setelah memegang tampuk kepemimpinan HT sekitar 25 tahun.

Kemudian, sejak tahun 2003 M kepemimpinan HT dipegang oleh Al Alim Al Ushul Syeikh Atha Abu Rasythah hingga sekarang.

Mereka adalah tiga orang amir. Di tangan Syeikh An Nabhani, Allah SWT telah menyempurnakan perkara pendirian dan pembentukan kelompok politik. Di tangan Syeikh Zallum, Allah SWT telah menyempurnakan aktivitas HT.

Dan sekarang, semoga di tangan Syeikh Abu Rusythah, Allah SWT memberikan izin dan pertolongan-Nya untuk tegaknya kembali syariah Islam dalam bingkai khilafah. Aamiin.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: