Meski Klaim Ambon Kondusif, Pemerintah Tak Berani Jamin Keamanan Warga Muslim

21 09 2011

AMBON – Bukan semata-mata trauma pasca bentrok Ambon 9/11 yang menjadi alasan warga Muslim memilih bertahan di pengungsian. Alasan lainnya, tak ada jaminan keamanan dari aparat pemerintah dan aparat keamanan.
Ternyata, di balik klaim situasi Ambon kondusif pasca bentrok 9/11, sampai sekarang belum ada jaminan keamanan dari aparat, baik pemerintah maupun keamanan. Karenanya, warga Muslim yang berdekatan dengan kampung Kristen memilih bertahan di pengungsian.
Karenanya, Aziz, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ambon, sangat memaklumi mengapa para pengungsi tetap bertahan di pengungsian.
“Tentu bukan kemauan mereka mengungsi, tapi karena situasi dan kondisi yang seperti ini. Dengan jaminan keamanan dari pemerintah yang tidak ada mereka harus mencari keamanan sendiri seperti ini,” jelasnya kepada voa-islam.com, Senin (19/9/2011).
Menurut Azis yang sudah mendata seluruh pengungsi di berbagai lokasi, sampai saat ini aparat pemerintah hanya bisa memerintahkan pengungsi pulang ke kampungnya tanpa mau memberikan jaminan keamanan. Padahal, jaminan keamanan itulah yang sangat dibutuhkan pengungsi untuk bisa kembali ke kampungnya, meski porak-poranda pasca bentrok 9/11.
“Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota sepertinya tidak mau memperhatikan mereka dengan alasan sudah aman, kemudian pengungsi harus dikembalikan ke daerahnya masing-masing,” ujarnya. “Dan sayangnya mereka (Pemprov dan Pemkot, red.) tidak berani datang sendiri ke sini dan mengatakan kepada pengungsi biar ada jaminan keamanan dari pemerintah secara langsung,” tutupnya. [taz/ahmed widad] (voa-islam.com)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: