PERAN KAMPUS (intelektual) UNTUK KEBANGKITAN ISLAM

16 06 2011

Kampus adalah aset besar yang selalu dijadikan sebagai lahan perubahan dan kemajuan suatu bangsa. Orang-orang yang berada di dalam kampus adalah orang-orang yang akan siap untuk melakukan suatu perubahan. Bahkan dalam kehidupan bermasyarakat, sering mengharapkan adanya suatu perubahan ditengah-tengah mereka dari kaum intelektual ini, karena mereka menganggap bahwa kampus adalah sebagai sarana dalam mengembangkan diri dan berbagai kreativitas untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih baik.

Kampus juga sering dianggap sebagai lahan bagi perkembangan orang-orang yang juga memiliki idealisme. Idealisme dalam artian kekuatan yang ada pada diri seseorang untuk membawa dirinya kepada suatu kemajuan, terlepas apakah idealisme itu shahih atau justru sebaliknya, menyesatkan. Dengan adanya idealisme ini, yang akan membawa kampus tersebut mengalami kemajuan. Dalam kehidupan kampus, didalamnya terdiri dari berbagai kalangan intelektual, mulai dari mahasiswa, dosen, para staf pegawai, birokrat dan juga pihak rektorat. Bahkan para pakar, seperti pakar pendidikan, pakar sains dan teknologi, dan pakar-pakar yang semua dengan mudah dapat dijumpai disini.

Sebagaimana juga diketahui, gerakan-gerakan mahasiswa juga sangat berkembang dikampus. Umumnya mereka yang menyandang status mahasiswa belum merasakan menjadi mahasiswa sesungguhnya jika ketika mereka mengecam pendidikan dikampus tidak ada kegiatan yamg mereka ikuti. Gerakan-gerakan yang muncul banyak sekali, mulai dari yang hanya sebatas bergerak di bidang kajian, penelitian ilmiah, bahkan mereka yang bergerak dalam suatu gerakan ekstrem. Berbagai macam lembaga ini yang menjadi tempat bagi mereka yang ingin mengembangkan berbagai kreativitasnya, dan sebuah gerakan adalah sarana yang sangat strategis untuk mencapai tujuan yang hendak diraih.

Banyak orang mengatakan, bahwa mahasiswa adalah agent of change atau agen perubahan. Artinya, setiap perubahan yang terjadi di masyarakat, baik perubahan itu parsial ataupun secara total pasti melibatkan para calon intelektual ini. Kita dapat melihat, bagaimana perjalanan sejarah bangsa ini. Mulai dari deklarasi sumpah pemuda, kasus rengas dengklok, kasus pergantian rezim orde lama ke orde baru, kasus penghapusan larangan jilbab, dipastikan mahasiswa adalah sebagai penggeraknya. Demikian juga jatuhnya rezim orde baru, yang diawali oleh serentetan aksi massa sejumlah elemen gerakan mahasiswa yang ada di Jakarta dan daerah-daerah lainnya. Menjadi agent of change bagi sosok para intelektual ini memang sebuah keniscayaan.

Potensi Kampus Terhadap Perubahan.

Masyarakat kampus, yang sering dianggap sebagai agent of change atau agen perubahan dengan keintelektualan dan idealismenya memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Idealisme yang tertanam pada kebanyakkan mahasiswa dan juga suatu bangsa. Idelisme yang tertanam pada kebanyakkan mahasiswa dan juga civitas akademika yang lainnya, membuat mereka senantiasa berupaya untuk mencapai apa yang telah dicita-citakan selama ini. Mereka para mahasiswanya dianggap punya sense of crisis sekaligus kemampuan mengidentifikasikan berbagai masalah yang sedang dihadapi masyarakat dan juga bagaimana untuk memberikan solusinya. Sehingga wajar kalau kaum intelektual ini menjadi pioneer dalam setiap perubahan dimsyarakat tersebut.

Kampus dikalangan masyarakat juga masih dianggap sebagai penopang kebijakan. Pendapat masyarakat kampus merupakan penentu berhasil tidaknya suatu kebijakan yang dikeluarkan diterima oleh masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari potensi kampus sebagai badan riset, apa yang mereka hasilkan dipastikan akan lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat. Apalagi mereka yang peduli terhadap kondisi masyarakat, yang cuek dengan keadaan yang ada. Mereka peduli terhadap kedzoliman yang terjadi dimasyarakat, mereka menginginkan perubahan dimasyarakat, dari masyarakat yang tidak beradab menjadi masyarakat yang beradab. Tentu dengan penuh kesadaran bahwa perubahan yang akan dilakukan tidak akan terjadi begitu saja, tanpa ada yang menggerakan.

Namun pada faktanya yang terjadi, potensi kampus untuk menuju perubahan seringkali tidak jelas. Dalam artian perubahan yang dilakukan terkadang justru jauh dari apa yang diharapkan. Karena perubahan yang terjadi terkadang bukanlah perubahan ke arah yang lebih baik, tetapi justru sebaliknya menjadi lebih buruk. Dengan potensi kampus sebagai agent of change, ini juga yang menjadi modal bagi asing untuk menguasai kampus dengan berbagai potensi yang dimilikinya. Asing sangat menyadari bahwa kampus adalah lahan strategis untuk memuluskan cita-cita mereka. Kita bisa melihat bagaimana upaya yang mereka lakukan untuk dapat menguasai kampus, terutama kaum intelektualnya dengan jalan menguasai kebijakan-kebijakan yang ada. Jiwa muda, idealisme yang dimiliki, rasa ingin tahu yang luar biasa ini yang dimanfaatkan oleh asing. Kampus menjadi sasaran utama memuluskan semua agenda-agenda mereka untuk semakin mengokohkan penjajahan mereka. Berbagai kebijakan yang ada sangat sarat sekali dengan kepentingan-kepentingan mereka.

Berdasarkan hal ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa sebenarnya posisi kampus sangat strategis dimasyarakat, antara lain:

1. Tempat berkumpulnya orang-orang intelektual

2. Merupakan pusat ilmu

3. Menjadi referensi bagi pemerintah untuk mengeluarkan berbagai kebijakan yang ada.

4. Usia SDM yang ada relative muda.

5. Potensi untuk berfikir lebih daripada masyarakat secara umum

6. Sarat idealisme

7. Dipastikan berupaya untuk menggapai apa yang telah dicita-citakan.

Dengan melihat berbagai potensi yang ada, hal ini dapat dijadikan menjadi suatu kekuatan politik yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Mereka yang biasanya hanya sebatas mengandalkan idealisme dan semangat tanpa memperdulikan ideologi dan akidah yang menjadi azas pendorong perubahan itu, sering kali terjebak dan tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan tidak sesuai dengan akidah yang mereka anut. Walaupun, kampus dengan berbagai macam potensi yang dimiliki tadi, tetapi jika tidak boleh dengan baik maka yang terjadi justru kerusakan. Dengan keragaman SDM yang dimiliki, kampus sering dijadikan seperti lahan pertanian terbuka yang siap ditanami dengan benih apapun yang terkadang benih apapun yang terkadang benih tersebut bertentangan dengan fitrahnya.

Kampus, dengan berbagai macam potensi yang dimilikinya saat ini menjadi alat bagi penjajahan yang terjadi, semua diarahkan sesuai dengan kepentingan kafir penjajah. Idealisme yang mereka miliki, yang tidak memiliki landasan idealisme yang jelas dan shahih menjadikan para mahasiswa dan juga para aktivis kampus yang lain sangat dengan mudah diarahkan oleh kaum kafir penjajah. Standard mereka adalah asing, segala kebijakan yang dihasilkan sarat dengan kepentingan asing, hingga akhirnya secara sempurna kampus dalam genggaman mereka. Jika hal ini dibiarkan, maka yang akan terjadi adalah kerusakan masyarakat yang lebih besar. Kalaupun kampus dengan berbagai macam potensinya tadi, tidak akan mewujudkan perubahan yang sesungguhnya. Yang ada justru keberadaan masyarakat kampus justru membuat masyarakat semakin terpuruk.

Saat ini, ketika dunia dipimpin oleh sistem kapitalis, fakta menunjukkan bahwa kehancuranlah yang dihasilkan. Masyarakat juga secara keseluruhan telah melihat bahwa sistem kapitalis yang diterapkan saat ini telah gagal untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Dan merupakan peluang yang sangat besar sekali dalam upaya untuk menunjukkan bahwa hanya sistem Kekhilafahan Islam yang akan mampu menyelesaikan permasalahan umat manusia. Untuk itu, dengan adanya peluang ini sejatinya para pengemban dakwah yang menjadikan aktivitas dakwah sebagai nafas di dalam kehidupan untuk serius dalam memahamkan Islam secara sempurna kepada masyarakat. Sejatinya para pengemban dakwah tidak lengah sedikitpun dengan kesempatan dan peluang yang masih begitu besar diberikan.

Apalagi dengan memahami secara sempurna berbagai macam potensi yang dimiliki oleh kampus sebagai basic untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, menjadikan kampus sebagai mitra untuk menuju kemenangan dalam perjuangannya. Dengan melihat SDMnya yang sangat berkualitas, maka kampus sangat tepat dijadikan sebagai basic rekrutmen dan pembawa opini ketengah-tengah masyarakat. Ini yang harus segera dilakukan oleh para pengemban dakwah yang ada.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan, dalam pengoptimalan potensi politik kampus, sehingga kampus benar-benar menjadi penopang awal bagi penegakan Daulah Khilafah Islamiyah, diantaranya:

a. Pemahaman kampus sebagai aset besar penopang penegakkan Khilafah.

b. Pembongkaran fakta kampus saat ini yang secara sepenuhnya berada dalam genggaman asing

c. Mewujudkan kesadaran sebagai seorang muslim, memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan agamanya.

d. Mewujudkan kesadaran politik berbasis ideologi Islam

e. Menggambarkan peran kaum intelektual muslim pada masa penegakkan Khilafah sebagai rujukan ilmu pengetahuan baik masalah Saintek, umum, agama diseluruh penjuru dunia.

f. SDM yang ada adalah aset Khilafah yang terbesar.

Peningkatan jumlah SDM yang akan dengan siap dan ikhlas berjuang menegakkan KHILAFAH sebagai Qadhiyah Masyiriyah (persoalan utama), dengan peningkatan kualitas dan kuantitas dalam rekrutmen, antara lain:

a. Dari sisi individu, serius dalam mengontak (iittishal hayyi) sebagaimana dalam metode dakwah yang telah dicontohkan oleh suri tauladan kita Rasulullah Saw.

b. Secara berjama’ah, dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan seperti training, seminar, diskusi public, majelis ta’lim dan sebagainya.

Perkembangan opini yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, yang berkaitan dengan opini Syari’ah dan Khilafah akan dapat memberikan kesadaran secara umumkepada masyarakat. Oleh karena itu harus ada pengopinian yang kuat dikalangan kampus akan pentingnya penegakan Khilafah yang akan mampu menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang terjadi dan saat ini sedang menimpa masyarakat secara keseluruhan dipenjuru dunia. Bisa dilakukan dengan cara:

a. Melakukan kontak terhadap para tokoh yang ada, para tokoh didudukkan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Dengan dibentuk sebuah tim yang akan mengatasi dan menyelesaikan permasalahan umat, sehingga benar-benar dirasakan oleh mereka, bahwa ilmu yang selama ini mereka miliki memiliki peran yang sangat besar untuk menyelesaikan masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga Negara dan agama.

b. Melakukan kontak terhadap para pemegang kebijakan, mulai dari level mahasiswa (BEM, PEMA, dll), birokrat, rektorat dsb.

c. Melalui lembaga penelitian yang ada, yang hasilnya diberikan bagi kepentingan kaum muslim.

d. Kontak media kampus, untuk mewujudkan suasana jawil iman

e. Pembuatan opini dengan tema-tema yang memang sedang hangat untuk dibahas dan diselesaikan

Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kekuatan, sehungga memberikan kontribusi besar, mewujudkan kekuatan politik yang mengikat para penguasa dalam upaya mempersiapkan penegakkan Khilafah. Langkah ini dapat dilakukan untuk penyatuan opini Syari’ah dan Khilafah di kampus, sehingga kampus sebagai aset Khilafah benar-benar dapat diwujudkan. Pergerakan opini kampus secara serentak ketengah-tengah masyarakat Insya Allah akan memberikan hasil yang terbaik. Semoga langkah-langkah ini dapat memperkuat dan mempercepat penegakkan Khilafah. Dengan keyakinan kita akan datangnya janji Allah membuat kita tetap istiqomah untuk berjuang dijalanNya.Amin..

Wallahu’alam bishawab.

*Rindy

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: