Hendri Saparini: Pacu Pertumbuhan Ekonomi Jangan Pakai Cara Lama

23 05 2011

JAKARTA, – Pemerintah diminta tidak lagi memakai cara lama dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, hal itu tidak akan mendorong pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di antara masyarakat.
“Target pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,5%-6,9% memang konservatif. Tapi yang lebih penting, itu akan didorong dari sektor mana?” tanya ekonom Econit Hendri Saparini saat dihubungi, Sabtu (21/5).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi mengandalkan ekspor-impor yang ditopang kurs rupiah yang menguat. Dengan rupiah yang terapresiasi, harga barang impor menjadi lebih murah sehingga tingkat konsumsi tetap tinggi.
Sementara itu, meski tumbuh tinggi, ekspor Indonesia banyak mengandalkan barang mentah. Ujung-ujungnya, barang-barang itu kembali diimpor Indonesia dalam bentuk setengah jadi atau jadi.
“Kalau pertumbuhan ekonomi masih memakai cara seperti itu, tidak akan menciptakan lapangan kerja yang signifikan,” tegasnya.
Demikian pula dari sisi investasi, imbuh Hendri, memang benar Indonesia saat ini banyak dilirik investor. Apalagi dengan adanya berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah.
“Tapi infrastruktur mana yang akan dibangun? Kalau investor luar biasanya proyek yang besar. Padahal yang mendesak itu adalah yang bisa mendorong ekonomi masyarakat bawah. Misalnya, jalan di perdesaan, irigasi. Apa China mau masuk situ?” Padahal, sambung Hendri, 43% rakyat Indonesia mengandalkan sektor pertanian untuk mencari nafkah.[ach/MI]

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: