Apa Kabar ‘Yudhoyono Abused Power’?

15 05 2011

AKARTA, – Bangsa ini sepertinya mengalami amnesia sejarah. Entah karena begitu banyaknya masalah di negeri ini, atau karena yang lain. Karenanya tugas media, cendikiawan dan kaum intelektuallah untuk selalu mengingatkan masyarakat akan peristiwa yang telah terjadi, agar dapat memetik hikmahnya.
Masih ingatkah kita akan pemberitaan media Australia, The Age, pada Jum’at (11/3/11), yang menngangkat tajuk ‘ Yudhoyono Abused Power’? Berita yang bersumber dari kawat diplomatik rahasia milik pemerintah AS yang dibocorkan Wikileaks itu, menjadi berita utama di halaman depan harian tersebut.
Laporan tersebut menyatakan SBY telah melakukan intervensi pribadi untuk mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi sejumlah tokoh politik yang korup dan menekan lawan-lawannya. Selain itu, dia juga memanfaatkan badan intelijen Indonesia untuk memata-matai lawan-lawan politiknya dan salah satu menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.
Laporan itu juga menjelaskan secara rinci bagaimana mantan wakil presiden di era pemerintahan SBY membayar jutaan dollar untuk mengontrol partai politik terbesar di Indonesia, dan menuduh istri presiden dan keluarganya memperkaya diri melalui hubungan-hubungan politik mereka.
Pertanyaannya, kemanakah kabar itu menguap? Publik seakan begitu saja lupa akan hal ini dan aparat penegak hukum pun ‘ogah’ menindaklanjuti kabar The Age tersebut.
Kendatipun istana telah membantah kabar tersebut, namun itu bukan jaminan bahwa data yang dirilis Wikileaks tersebut salah sepenuhnya. Mungkin data tersebut tidak semuanya benar, tapi belum tentu juga seluruhnya salah. Karenanya, tugas aparat hukumlah untuk mencari kebenarannya.
“Saya kira tidak sulit kalau mau mengusut. KPK harus turun tangan dengan adanya informasi ini. Kalau benar kan bisa masuk kategori gratifikasi,” ujar Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar dalam suatu kesempatan di Jakarta.
Data Wikileaks ini, meskipun masih berupa data mentah menurut sejumlah pengamat, bukanlah data murahan hasil rekayasa.
Direktur Indonesia Development Monitor Munatsir Mustaman melihat data-data bocoran hasil berita kawat diplomat diplomat Amerika perlu segera di lakukan investigasi secara terang benderang agar bangsa ini tidak dicap sebagai bangsa yang terkorup .
“Ini penting karena duta besar amerika pun tidak mengatakan data wikileaks itu adalah data bohong tetapi duta besar Amerika Serikat hanya menyesali kalau data data yang sifatnya rahasia bisa bocor ke media masasa melalui wikileaks dan mengarah langsung pada SBY dan keluarganya serta kroninya” katanya .{ach/RIMANEWS}

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: