Guru Besar UI: Indonesia Bukan Lagi Bangsa yang Kaya Sumber Energi!

5 05 2011

JAKARTA, – Ketua Perkumpulan Masyarakat Energi Bimasena, Subroto mengatakan bila Indonesia bukan lagi bangsa yang kaya atas sumber energi. Menurutnya, bila bicara masalah energi ada tiga istilah yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), dan Bahan Bakar Nabati (BBN).
“Kita bukan lagi bangsa yang kaya atas sumber energi. Harga BBM sudah tidak murah lagi, BBM dari fosil tidak akan bisa diperbaharui dan akan habis,” kata Guru Besar UI ini, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
Maka dari itu, menurutnya dalam jangka pendek ini perlu dilakukan pengalihan kendaraan pelat hitam untuk menggunakan pertamax dan juga menaikkan harga. “Itu langkah pertama,” ujarnya singkat.
Langkah kedua, masyarakat sudah harus melangkah ke BBG. Selanjutnya, mulai harus memikirkan memakai bahan bakar nabati seperti tumbuh-tumbuhan, kelapa sawit, karet, tebu. “Ini memang membutuhkan teknologi dan investasi yang besar,” tandasnya.
Demi membahas masalah ini, FEUI bersama dengan beberapa instansi menggelar Asia Public Policy Forum yang bertema Forum Dialog Seputar Energi Bertemakan Menata Kembali Kebijakan Energi untuk Kelanjutan Pembangunan di Kawasan Asia yang akan digelar pada 9-11 Mei 2011 di Bimasena Dharmawangsa.
“Rangkaian seminar ini berdasarkan kenaikan harga minyak yang terus meningkat di atas USD122 per barel. Apalagi Indonesia terjadi disparitas BBM antara BBM subsidi dengan rencana kenaikan harga yang semakin lebar dan ini membuat forum tersebut merasa concern karena Asia menyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi dunia,” tukas Dekan FEUI, Firmanzah.
Dikatakannya, tiga negara yang masuk G20 yakni China, Indonesia, dan India dengan ekonomi yang positif tentunya sangat membutuhkan energi untuk menopang kebutuhan ekonomi, tak hanya kebutuhan Indonesia tapi juga skala regional.
Makna acara ini fokus mengangkat tema tentang kebijakan publik serta membahas masalah inflasi, pembukaan lapangan kerja, dan juga competitiveness. Terkait kebijakan publik yang bisa direalisasikan asalkan didukung dengan SDM yang memadai.
Nantinya acara tersebut akan dihadiri peneliti Indonesia, pihak Harvard Kennedy School, serta peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.(ian/oz)

RIMANEWS

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: