PEMERINTAH PERLU TEGAS TERHADAP AHMADIYAH

6 04 2011

By: Fauziah

Mungkin masih belum lekang diingatan kita peristiwa bentrokan di Cikuesik yang terjadi pada tanggal 6 februari 2011 silam, yang dalam peristiwa tersebut telah menelan 3 orang korban jiwa. Kasus bentrokan antara jemaat ahmdiyah dengan warga setempat ini bukan terjadi untuk pertama kalinya bahkan bisa jadi juga bukan untuk terakhir kalinya. Peristiwa bentrokan berdarah bahkan yang bisa merenggut nyawa akan terus berlanjut selama tidak ada penyelesaian atau jalan keluar yang diberikan pemerintah terhadap permasalahan ini.
Kasus ini sering diperbincangkan, didiskusikan, dan diangkat sebagai topik utama di media-media, namun persoalan ini tetap saja minus solusi. Pemerintah pun seolah berada dalam sebuah dilema, karena disatu sisi mereka seharusnya melindungi kemurnian akidah warga negaranya namun disisi lain justru hal ini bertentangan dengan hukum positif yang diaplikasikan di negara ini yang mengakui Pluralisme dalam beragama.
Sebenarnya yang diperlukan saat ini hanya ketegasan pemerintah dalam menindak kasus ini. Ketika terkait dengan masalah teroris pemerintah begitu tegas dan gagah perkasa dalam menumpasnya, seharusnya pemerintah dapat melakukan tindakan yang sama dalam menangani kasus ini. Pemerintah jangan seperti macan ompong yang hanya diam melihat warga negaranya saling sikut, saling lempar, bahkan saling bunuh.
Maka solusi yang paling tepat adalah dengan membubarkan ahmadiyah karena sudah sangat jelas mereka melakukan penodaan terhadap ajaran islam, mereka mengakui ada nabi yang lain selain nabi Muhammad yaitu Mirza Gulam Akhmad dan mempunyai Kitab Suci yang lain selain Al-Qur’an yaitu Tazkirah. Sehingga antara Islam dan ahmadiyah memang terdapat perbedaan keimanan. Oleh sebab itulah fatwa-fatwa internasional sudah lama menyatakan, bahwa ahmadiyah adalah aliran sesat yang menyesatkan Seandainya ahmadiyah menjadi menjadi agama sendiri, maka ahmadiyah itu tentu dapat menjalani hak sebagai warga negara dalam beragama. Dan perlu yang perlu digarisbawahi adalah bahwa penodaan agama itu berbeda dengan kebebasan beragama. Sebagai warga negara yang cerdas tentu kita dapat membedakannya.
Namun pembubaran ahmadiyah tentunya bukan merupakan solusi tuntas. Ini hanya solusi pendek untuk masalah ini. Sebab walaupun ahmadiyah dibubarkan, tidak ada yang bisa menjamin bahwa tidak akan ada lagi aliran-aliran sesat yang bermunculan dikemudian hari. Maka Undang-undang dinegara ini sudah selayaknya ditinjau ulang, dengan mengakui Pluralisme kemurnian akidah warga ini akan terus terancam.

Iklan

Aksi

Information

2 responses

21 06 2012
ratarata

oooohhhhooooo ooooo powww?????????????

21 06 2012
tere

ah………………..malez le arep moco

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: