Amerika dan Inggris Sedang Memutuskan Masa Depan Yaman

3 04 2011

Telah beredar berita tentang perundingan rahasia yang berlangsung di kantor kedutaan besar AS di Sana’a, dan di rumah Wakil Presiden Yaman Abdrabbo Mansur Hadi di Sana’a, ibukota Yaman, yaitu antara Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dengan saudara tirinya, Mayor Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar dan para pemimpin lainnya dari partai oposisi, di bawah pengawasan Amerika Serikat dan Inggris.

Surat kabar Al Quds Al Arabi mengatakan: “Presiden Ali Abdullah Saleh, pada prinsipnya setuju untuk turun dari kekuasaan dalam beberapa hari dengan menyerahkan kekuasaan pada dewan kepemimpinan sipil. Namun sebaliknya ia dengan tegas menolak menyerahkan kekuasaan pada dewan militer.”

Surat kabar itu mengatakan dengan mengutip dari sumber-sumber berita bahwa “Berbagai perundingan telah memberikan kemajuan yang signifikan dalam mencapai hasil-hasil positif yang meyakinkan Saleh untuk turun dari kekuasaan dalam beberapa hari. Sementara berbagai indikasi mengarah kuat pada penyempurnaan prosedur pelaksanaan terhadap perjanjian ini.”

Terlihat bahwa bergabungnya Mayor Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar, sudara tiri presiden, Komandan Daerah Militer Timur Laut, yang juga dikenal sebagai Divisi Lapis Baja I yang menjaga ibukota sana’a, kedalam barisan kelompok pemberontak, serta bergabungnya para militer lainnya merupakan faktor penting yang memaksa Saleh menerima pemikiran dasar untuk mundur dari kekuasaan, dan membuatnya mencari jalan keluar yang aman. Sehingga ia pergi ke Amerika agar membantunya dalam mewujudkan semua itu, setelah ia merasa dikecewakan oleh tuannya, yaitu Inggris.

Amerika sedang berusaha untuk menunda proses penggulingan Presiden Yaman dengan dalih meningkatnya kekhawatiran tentang dominasi al-Qaeda atas Yaman. Robert Gibbs, Menteri Pertahanan AS menyatakan tentang sikap Amerika terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh dalam memerangi terorisme. Ia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Amerika Serikat (ABC): “Saya yakin ada kekhawatiran yang nyata bahwa aktivitas yang paling besar sekarang berasal dari cabang al-Qaeda di Yaman, yang paling banyak melakukan serangan.”

Ia menambahkan: “Kami memiliki banyak kerjasama dalam perang melawan terorisme dengan Presiden Saleh dan pasukan keamanan Yaman.” Dan ia memperingatkan bahwa “Jika pemerintahan itu tumbang, atau terjadi pergantian oleh pemerintahan yang lebih rentan, maka saya yakin, kita akan menghadapi beberapa tantangan tambahan yang bersumber dari Yaman. Sehingga tidak ada keraguan tentang hal ini, bahwa ini akan menjadi masalah yang nyata.”

Jadi, begitulah pertarungan antara AS dan Inggris di Yaman. Pihak pertama ingin memperpanjang umur rezim Ali Abdullah Saleh karna adanya pengaruh mereka padanya. Sementara pihak kedua ingin sesegera mungkin menjatuhkan rezim Ali Abdullah Saleh untuk melanjutkan kekuasaannya sendirian di Yaman tanpa ada pihak lain manapun yang berpengaruh di Yaman (kantor berita HT, 1/4/2011).

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: