Berbohong Demi Citra

2 04 2011

Statistik kemiskinan diutak-atik agar penguasa tampak berprestasi. Ini bukan dusta pertama soal kemiskinan.

Awal 2011, pemerintah dengan bangga membeberkan data statistik yang menunjukkan prestasinya selama berkuasa. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, sepanjang 2010 pemerintah telah mengentaskan penduduk miskin sebanyak 1,5 juta jiwa. Itu artinya, kemiskinan ditekan dari 14,1 persen menjadi 13,3 persen atau sekitar 31,02 juta jiwa.

Namun, menurut sejumlah tokoh dan pemuka agama, klaim penguasa itu tak sesuai fakta.

”Faktanya, jika digunakan pendekatan penduduk yang layak menerima beras untuk rakyat miskin (Raskin), maka pada tahun 2010 jumlah penerima Raskin mencapai 70 juta orang. Dan jika dilihat dari data penduduk yang berhak menerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas), jumlah warga miskin di Indonesia malah mencapai 76,4 juta jiwa,” papar Yudi Latif saat membacakan ”Daftar 18 Kebohongan Rezim SBY” di Aula PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (10/1/2011).

Dalam acara tersebut, Yudi didampingi sejumlah tokoh LSM lain seperti Maemunah, Halid Muhammad, Ray Rangkuti, dan Tama S Langkun.

Barisan aktivis senior pun turut menyuarakan kritik tersebut yang dikemas dalam ”Pernyataan Publik Tokoh Lintas Agama Pencanangan Tahun Perlawanan Terhadap Kebohongan” di tempat dan waktu yang sama. Mereka terdiri Syafii Maarif, An-dreas A Yewangoe, Din Syamsuddin, Pendeta D Situmorang, Bikkhu Pannyavaro, Shalahuddin Wahid, I Nyoman Udayana Sangging, Franz Magnis Suzeno, dan Romo Benny Susetyo.

Menurut para aktivis, statistik angka kemiskinan merupakan kebohongan yang paling telanjang. ”Bahkan kalau kita menggunakan standar garis kemiskinan Bank Dunia, maka rakyat miskin kita lebih dari 100 juta jiwa,” ujar Syafii Maarif dalam dialog di MetroTV melawan staf ahli Presiden.
Bukan sekali ini angka kemiskinan diutak-atik untuk memoles citra penguasa. Pada pidato kenegaraan Pengantar RAPBN 2007 di depan Sidang Paripurna DPR, Rabu (16/8/2007), Presiden SBY mengklaim telah mengurangi kemiskinan dari 23,4 persen menjadi 16 persen. Demikian pula angka pengangguran menurun dari 11,2 persen dari angkatan kerja menjadi 10,4 persen.

Tapi setelah digeledah, ternyata penurunan angka pengangguran sebesar 0,8 persen itu terjadi dalam kurun November 2005 sampai Pebruari 2006. Sedang penurunan tingkat kemiskinan sebesar 7,4 persen, terjadi pada kurun 1999-2005. Padahal, saat menyampaikan pidatonya, SBY baru memerintah kurang dari 2 tahun.

Dengan batas kemiskinan sangat rendah, tingkat kemiskinan yang disajikan BPS (Badan Pusat Statistik) memang tak terlalu mencolok.
BPS menggunakan UMR (Upah Minimum Rata-rata) seba-gai tolok ukur kemiskinan. Para-meter ini dimulai tahun 1976, dengan UMR Rp 4.522/KK/bulan buat orang kota dan Rp 2.899/KK /bulan untuk orang desa.

Tapi bila menggunakan tolok ukur Bank Dunia yaitu pendapatan maksimal $ 2/kapita/hari, maka tingkat kemiskinan Indonesia bakal jeblok tak ketulungan.

BPS juga tidak konsisten dengan perhitungan data kemiskinan yang disajikannya. Misalnya, jelang pengumuman kenaikan harga BBM kali kedua, BPS pada 13 September 2005 merilis data 37,2 juta penduduk miskin (16,9 persen). BPS juga menyata-kan, jika kenaikan harga BBM mendongkrak inflasi menjadi 15 persen, maka orang miskin menjadi 62 juta jiwa. Dan kalau harga BBM naik 95 persen, orang miskin bertambah menjadi 80 juta.

Namun, pada 9 November 2005 BPS merilis, akibat kenaikan harga BBM sebesar 126 persen per 1 Oktober 2005, jumlah orang miskin menjadi ”hanya” 24,1 juta. Bukan 80 juta apalagi lebih.[mediaumat.com]

Iklan

Aksi

Information

One response

6 04 2011
nobody

[HANYA KOMENTAR CURHAT DARI SEORANG PENGEMBARA]

Alhamdulillah…
Pasukan iblis sukses menyesatkan masyarakat, Gembong FreeMason Yahudi dan anteknya berhasil menjajah lahir bathin negeri ini, krisis Inflasi harga kebutuhan pokok meningkat, Penyakit hubungan kelamin merajalela, Korupsi jamaah pejabat menanjak, Jual beli jabatan pemilu berlanjut, Pengurasan sumber daya alam berjalan, Kebodohan berbasis kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi yang semua itu berujung pada pemurtadan rakyat banyak.
Alhamdulillah…
Sekarang kita dapat melihat dengan jelas kebobrokan sistem sekular jahiliyah yang selama ini telah kita terapkan dan kita tuhankan, karena kita telah membuang jauh-jauh sistem Islam kaffah ciptaan “Sang Maha Pencipta Sistem” dari kehidupan kita.
Alhamdulillah…
Sekarang kita dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad berikut ini:
Dari Abdullah bin Umar dia berkata,“Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
“Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan.
4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.””
(HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).
Sekarang manakah diantaranya yang belum terjadi?
Masih belum cukup?
Alhamdulillah…
Selama generasi kita tidak memurikan tauhid dan tidak menerapkan sistem Islam kaffah (dalam khilafah), maka insyaAllah generasi penerus kita juga dapat langsung membuktikannya juga.
Alhamdulillah…
________________
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 4:147)
“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. 40:61)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: