Membangun Baiti Jannati dengan Menjadi Istri Sholehah

31 05 2010

By Hayatun Izati Hasanah

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah ( H.R. Muslim) subhanallah.. indah sekali hadist tersebut bagi seorang wanita, apalagi jika ia telah atau sudah berumah tangga. Seorang istri ketika telah memasuki berumah tangga ,maka ia harus mengetahui bagaimana melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya secara benar dengan dorongan kecintaan dan keikhlasannya pada suami, rumah, dan perhatiannya terhadap anak-anaknya. Keharmonisan dalam rumah tangga harus dipertahankan. Tak menutup kemungkinan dalam berumah tangga juga sering terjadi perselisihan pendapat dalam pengelolaan rumah tangga. Untuk mengatasi masalah tersebut, tentu diperlukan solusi yang tepat dalam mengatasinya yaitu adanya kesadaran memahami antara suami dan istri dalam menjalankan kewajiban dan haknya masing-masing dalam berumah tangga. Karena hal ini merupakan salah satu yang mesti dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nantinya. Wanita sholehah tentunya ia mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang istri.
Adapun kewajiban seorang istri terhadap suami di antaranya :
1. Taat terhadap suami
Ketaatan istri kepada suaminya itu merupakan perwujudan ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, perbuatan itu diperintahkan-Nya bahwa laki-laki adalah imam atas wanita, tetapi perintah suami yang wajib ditaati adalah apabila masih dalam batasan hukum syara. Wanita adalah istri dan laki-laki ialah suaminya yang dituntut dari seorang wanita dari istrinya dalah mentaaati suaminya, karena ia adalah pemimpin mahligai rumah tangga yang dibentuk bersama-sama.

2. Menjaga amanat sebagai Ummu (Ibu) dan Rabbatu al bayt (manajemen rumah tangga)
Sebagai seorang istri, wanita sholehah juga mengetahui perannya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya kelak dan mampu memanajemen pengaturan rumah tangga dengan baik. Mengurus anak, dapur, rumah, dll lebih utama daripada ‘berkeliaran’ di tempat umum untuk mejeng, shopping, cari angin, dll

3. Meminta izin ketika hendak bepergian dan puasa sunah kepada suami.
Seorang istri yang sholehah apabila ia ingin bepergian keluar rumah, ia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Bila suaminya mengizinkan, maka dia diperbolehkan untuk pergi. Tetapi, bila suaminya tidak diperbolehkan suaminya, maka dia tidak akan keluar rumah karena ini merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap suaminya. Begitu juga bila ingin melaksanakan puasa sunah, seorang istri harus izin kepada suami terlebih dahulu.
Adapun hak dari seorang istri adalah :
1. Mendapatkan pergaulan secara ma’ruf
2. Mendapatkan nafkah secara lahir dan bathin dari suami.
3. Mendapatkan didikan dari suami.
4. Mendapatkan perlindungan kehormatan dari seorang suami

Wanita solehah tentunya ia mengetahui tentang hak dan kewajibannya sebagai seorang istri, selalu berharap mengetahui amal perbuatan yang bisa mengantarkannya kepada derajat jihad di jalan Allah yang merupakan ajaran Islam dan amal-amal saleh yang paling tinggi. Bahwa mereka semua ingin mengetahui perbuatan apa yang bisa mengangkat kedudukan pelakunya di sisi Allah. Itulah gambaran dari hakikat para wanita sholehah. Tujuan utama mereka adalah agar bisa melaksanakan amal perbuatan yang paling agung dan paling diridhai Allah. Sosok inilah wanita yang kita dambakan. Wanita yang memilki tujuan hidup dan berusaha merealisasikan dalam lingkup masyarakat yang kecil maupun besar. Sesungguhnya meletakkan tujuan ialah langkah awal menuju kesuksesan dalam kehidupan ini. Di sini Rasullullah meletakkan dua landasan yang harus diperhatikan setiap istri yang menginginkan kebahagiaan dirinya dan kesuksessan pernikahannya.
Wanita juga harus melaksanakan hak suami, seorang istri harus harus membahagiakan suaminya. Syaratnya, Suami dan istri serta kewajiban bersama ditunaikan dengan sebaik-baiknya, selain itu menjaga iman dan meningkatkan ketaqwaan, menjaga agar senantiasa taat kepada Allah, yang diwiujudkan dalam sikap menjadikan syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan (miqyasu al-’amal) dalam semua aspek kehidupan, yakni:
– Giat beribadah, khususnya shalat
– Bermuamalah secara Islamy
– Giat dalam dakwah
– Menjaga makanan dan minuman agar halal selalu
– Menutup aurat
– Mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh
Insya Allah dengan itu semua, keluarga sakinah akan terwujud. Karena keluarga sakinah adalah buah dari ketundukan suami istri kepada ajaran-ajaran Islam. Tanpa Islam, tidak akan ada keluarga yang sakinah, mawaddah, warahhmah. Jadi, seorang istri harus bisa memberikan cahaya pada rumah tangga dan dapat membuat rumah tangganya itu menjadi sebuah surga yaitu baiti Jannati. Sebab rumah tangga yang bahagia akan membawa berkah yang akan menjadi masyarakat yang bahagia dan menjadi sumber kebahagiaan umat. Apalagi dalam rumah tangga itu sepasang suami istri itu diikat oleh satu ikatan peraturan, perasaan, dan pemikiran.. subhanallah begitu indahnya hidup dibawah naungan Islam..
Wallahu’alam bishawab…

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: