Apa Sih Tujuan Hidup kamu?

2 05 2010

Diambil dari catatan : Abdillah Zen ‘Ashim Al-Musthofa

Tujuan hidup

Apa sih tujuan kamu? Pertanyaan sederhana ini, mungkin sebagian orang menganggap sepele, tetapi pertanyaan ini amatlah mendasar.

Boleh aja kamu iseng-iseng bertanya ke temen-temen kamu selagi pada nongkrong di mall-mall atau di jalan-jalan. Dari mana sih kamu? Jawabannya mungkiin beda-beda. Ada yang jawab, “O, saya abis dari sekolah”, “Saya dari rumah”, “saya dari rumah temen”. Begitu juga berbeda-beda menjawab pertanyaan, Mo ngapain kamu di sini. Mungkin ada yang ngejawab, “Saya mo ngeceng”, “Mau belanja baju baru”, “Iseng aja, mo maen”, dan jawaban lainnya.

Ada satu lagi pertanyaan yang coba kamu tanyakan, Abis dari sini kamu mo ke mana? Untuk jawaban pertanyaan ini juga bisa beda-beda. “Saya mo ke temen dulu”, “Langsung pulan ke rumah”, “Ke mall lainnya”.

Pertanyaan jangan berhenti di sana. Coba kamu tanya terkait soal kehidupan. Dari mana kamu asalnya? Hidup di sini mau ngapain? Setelah hidup mau ke mana? Tak sedikit ketika dilontarkan pertanyaan ini, tertegun dulu… Beberapa ada wajah kebingungan untuk menjawab pertanyaan ini.

Ya, sobat. Sekali lagi pertanyaan-pertanyaan tadi amatlah sederhana, tetapi sangat mendasar. Kalo kamu nggak mampu menjawab dengan benar dan penuh kesadaran, maka pasti kehidupan kamu pun tak akan jelas arah dan tujuannya.

Coba kamu liat handphone yang ada di tangan kamu itu. Hape kamu tuh dari mana sih asalnya? Apa ujug-ujug ‘tuwew, tuwew… blegeudeug..”, ujug-ujug ada dengan sendirinya? Tentu saja tidak. Hape yang kamu miliki itu, abis beli dari toko. Dari tokonya, diambil dari pabrik, ada yang bikin di sana. Siapa yang bikin hape? Ya tentu saja orang yang ngebikin hape.

Hape dibikin sama orang pasti punya tujuan, iya kan. Kira-kira siapa yang paling tahu tujuan dibuatnya hape? Apa tukang beca atau ma lampir? Ya nggak lah… yang paling tahu tujuan dibikinnya hape tentu saja tukang bikin hape. So, kalo kamu pengen tahu buat apa hape itu dibuat, maka kepada siapa kamu layak bertanya. Tentu saja jangan bertanya ke tukang sapu atau ke si bibi pembuat sorabi. Mau tak mau kita tanya ke orang yang ngebikin hape tersebut. Kata yang bikin hape, “ini hape dibuat untuk nelpon ama sms”. Mungkin itu kira-kira jawaban sederhananya.

Nah, sama dalam kehidupan manusia juga. Kita, kami, kamu, aku ada di sini nggak begitu saja kan. Manusia dilahirkan dari perut ibu. Secara biologisnya, hasil dari pertemuan sel telur dengan sel sperma yang kemudian jadi zigot, dan akhirnya jadilah kita, manusia. Pertanyaannya, apa ibu atau bapak kita yang bikin kita? Kalaulah benar yang membuat kita itu bapak ama ibu, tentu saja kedua orang tua kita akan membuat anaknya yang cakep bin ganteng seganteng David Beckahm, atau yang cantik secantik bintang iklan. Wuih…. ternyata ayah dan ibu kamu gak bisa pesen begitu kan.

So, siapa yang telah membuat kita ini. Di sinilah ada rahasia kehidupan. Hadirnya kita di dunia ini benar-benar ada yang menciptakan. Ya, kita, manusia, dan alam raya ini, semuanya makhluk atau ciptaan dari Yang Mahakuasa. Dialah Allah Swt., Rabb al-Mudabbir (Sang Maha Pengatur), yang telah menciptakan semuanya.

Trus, bertanyalah pada diri kita, tujuan kita diciptakan untuk apa sih? Siapa yang paling tahu tujuan manusia diciptakan? Tentu saja, Dia Sang Maha Pencipta. Maka bertanyalah kepada Allah Swt., untuk apa sih manusia diciptakan. Maka, kamu bakal menemukan di dalam ayat Al-Quran sebagai wahyu dari-Nya, di dalam surat Adz-Dzariyat 56, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”

So, manusia diciptakan oleh Allah Swt. bukan untuk berfoya-foya, seperti pepatah mengatakan hidup muda senang-senang, tua kaya raya, kalau mati masuk surga. Falasafah ini bisa menyesatkan dan tentu tidak Islami. Hidup kita di dunia ini bukan tuk senang-senang guys… bukan pula cari sensasi, atau popularitas seperti selebritis yang bertingkah rusak dan memalukan. Tapi, inget Allah Swt. yang telah nyiptain kita udah ngasih tahu bahwa manusia diciptakan itu untuk ibadah. Ya, untuk ibadah dan bukan yang lain.

Tinggal persoalannya, apa sih ibadah itu. Kamu musti tahu dan memahami makna ibadah. Kalau nggak bisa berabe. Sebut saja, seperti yang di awal kita ceritain, bahwa tujuan hape dibuat itu untuk SMS. Kalau kamu nggak ngerti apa itu SMS, wah bisa salah kaprah nantinya. Misal aja, “Bi, hape tuh buat apa sih?”, “Buat SMS-an de,” kata si bibi. “SMS-an itu apaan sih bi?”, tanya kita misalkan. “Itu kalo ada anjing yg lewat SMS-in (lemparinn) aja pake hape ini,” jawab si bibi. Kalau si bibi ngejawab gitu kira-kira hape tuh sesuai gak dengan dibuatnya hape? Nggak kan.

Nah, sama, kamu selaku manusia yang diciptakan ama Allah Swt. untuk beribadah musti ngerti dan paham makna ibadah tersebut. Jadi apa sih ibadah itu? Apa sebatas sholat lima waktu? Atau sebatas shoum di bulan Ramadhan dan Zakat? Atau berzikir dan berdoa saja? Tentu saja bukan hanya itu. Itu semua bagian dari salah satu aktivitas ibadah, tetapi sekali lagi bukan hanya itu. Singkatnya ibadah itu taat ama perintah dan larangan Allah Swt. atau ibadah itu ya taat pada Islam. Islam kan aturan yang diturunkan oleh Allah Swt.

Cuma persoalannya, apa Islam itu bro. Islam = Isya, Shubuh, Lohor, Ashar, Maghrib, apa sebatas ini? Sekiranya Islam itu hanya lima waktu, taroh saja setiap sholatnya menghabiskan waktu 5 menit. Berarti jumlah semuanya yang lima waktu = 5 x 5 menit = 25 menit. Sementara kamu tahu kan hidup itu adalah perjalanan waktu. Satu hari menempuh sekitar 24 jam. Kalau yang dimaksud Islam atau ibadah itu cuma yang lima waktu, berarti 25 menit kita. ibadah. Berarti sisanya, yakni 24 jam dikurangi 25 menit atau 23 jam 35 menit manusia gunakan untuk apa? Padahal kita tahu tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah. Walhasil, ibadah yakni taat pada Islam bukan hanya sebatas sholat, karena Islam bukan hanya shiolat. Melainkan Islam itu adalah dien yang mencakup segala aspek kehidupan, baik hubungan manusia dengan penciptanya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan mengatur hubungan manusia dengan sesaman. Semua aspek tadi telah diatur oleh Islam. So, hidup kamu ibadah, artinya semua aspek kehidupan kamu, hari-hari kamu musti taat pada Islam dalam seluruh aspek hidup.

Nah, dari sini jelaskan what your purpose? Buat apa tujuan kamu hidup? Jawabannya adalah bahwa kita manusia hidup di dunia ini untuk beribadah, yakni menaati Allah Swt. atau tunduk pada Islam dalam segala aspek kehidupan. So, biar kamu bisa taat pada Islam, maka mau tidak mau kita musti kenali Islam apa adanya. So, kita musti ngaji alias belajar Islam. Okay gusy!!!! Catet….!

Iklan

Aksi

Information

5 responses

30 09 2016
YourName91

Good mas ini sangat Membantu

15 08 2015
Wiwin Damayanti

BUWAGUS REALISTIS

3 04 2013
ilman

thankz yuo z om…!

4 03 2012
purwanto

tulisan bagus, gamblang..tq

23 03 2011
aris

ok Guys,SETUJU,…..warna blognya jangan terlalu merah guys,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: