HUKUM MENOLAK OBAMA

21 03 2010

by MARDIKAYAH
Dengan adanya kabar kedatangan presiden AS Barack Obama ke Indonesia yaitu sekitar tanggal 20-22 Maret 2010. Pemerintah Indonesia pun tampak menaruh banyak harapan kepada Obama. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan beberapa inti pembicaraan yang akan dijadikan acuan untuk merumuskan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan AS.
Berbeda dengan sebagian para aktivis Islam, kelompok, jamaah dan sejumlah masayarakat di berbagai daerah Indonesia yang mengadakan aksi tolak Obama, aksi ini tidak main-main, di lakukan secara serempak dan diikuiti ratusan bahkan ribuan orang yang dengan geram meneriakkan tolak Obama Penguasa Negara penjajah. Berbagai mediapun diluncurkan untuk menyampaikan penolakan kedatangan Presiden Amerika Serikat tersebut. Mulai dari pengiriman tulisan dan opini ke media massa sampai penyebaran buliten, dan leaflet di jalan-jalan. Pamflet dan spanduk penolakanpun di pasang di mana-mana guna menyampaikan kepada masyarakat bahwa Obama wajib ditolak kedatangannya. Adapa gerangan dibalik kedatangan Obama ke Indonesia? Siapa sebenarnya sosok presiden AS tersebut? Benarkah kedatangannya hanya sekedar bernostalgia di tempat kelahirannya di Menteng, atau memang ada misi tertentu untuk mengokohkan hegemoni dan cengkramannya di Indonesia?.
Sebelum kita membahas hukum menolak Obama, baik dengan cara aksi turun ke jalan atau melalui opini dan tulisan-tulisan, kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa sebenarnya sosok presiden AS tersebut. Barack Obama adalah kepala Negara Amerika Serikat, sang penjajah. Ini bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan. Kedatangan Obama ke Indonesia bukan untuk kunjungan belaka, tapi lebih tepatnya untuk megokohkan Indonesia sebagai Negara kapitalis sekuler. Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia. Kita tahu AS lah penyebar dan penganut sistem yang sangat bertentangan dengan Islam ini. Kedatangan obama juga untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh. Riau, hingga Papua. Kedatangan obama juga merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam, yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnaya. Obama memerangi kaum Muslim di Afganistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam, termasuk anak-anak dan ibu-ibu. Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 jua umat Islam. Obama hingga saat ini belum menutup penjara Guantanamo sesuai janjinya, yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak Muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan Al- Quran. Obama juga dengan setia mendukung Zionis Israel yang merampas tanah Palestina dan hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina. Obama tidak mengecam sama sekali Israel saat entitas Yahudi itu membantai lebih kurang 1300 Muslim di Gaza. Obama bahkan mendukung tindakan kejam Israel tersebut. Status Negara Amerika Serikat (AS) adalah Muhriban Fi’lan karena secara langsung memerangi umat Islam. Karena itu, Islam mengharamkan kaum Muslim melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut kedatangan presidennya, apalagi menjadiannya sebagai sahabat dan tamu terhormat, karena AS adalah musuh Allah SWT dan umat Islam.
Hal yang sangat disayangkan sekali adanya respon positif dari Pemerintah kita sendiri. Presiden SBY (tentu dengan berbagai motifnya) sangat mengharapkan kehadiran Obama. Padahal kita tahu bahwa hinga saat ini janji Obama hanya mimpi dan tipuan belaka. Hal yang aneh juga. Bahkan ada yang tidak sependapat jika kehadiran Obama ke Indonesia malah ditolak dengan aksi demonstrasi. Pasalnya, menurut mereka, justru ini adalah kesempatan baik bagi Indonesia dan umat Islam khususnya untuk menunjukkan sikap bijak dan ramah sebagaimana layakya kewajiban umat Islam kepada tamunya.
Apakah benar umat Islam Indonesia harus menyambut Obama sebagai tamu dengan ramah dan rasa hormat? Yang pasti, umat Islam saat ini sangat perlu mengetahui hakikat masalah ini dari sudut pandang Islam, bukan dari asas manfaat. Tetap harus didudukkan masalahnya secara jelas, bahwa Obama adalah presiden dari sebuah Negara penjajah, yang hingga saat ini terus-menerus menjajah Dunia Islam serta melakukan pembantaian atas kaum Muslim di negeri-negeri islam khususnya di Irak, Afganistan dan Pakistan.
Ada dua alasan kuat untuk menolak kedatangan Obama. 1. Alasan syar’i , memang salah satu kewajiban kaum Muslim adalah menyambut dan memuliakan tamu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya “siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, hendaklah menyambungkan tali silaturrahmi. Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir , hendaklah berkata hal-hal yang baik atau diam”. (HR al-Bukhari dan Muslim). Tamu yang disebut di dalam hadis di atas mencakup tamu Mukmin atau kafir. Semua tamu wajib disambut dan dimuliakan serta dihormati berdasarkan nash hadis di atas.
Masalahnya, bagaimana jika tamu yang hendak berkunjung adalah para penguasa Negara kafir penjajah (seperti AS hari ini) yang telah terbukti menzalimi, menganiaya menjajah dan membunuhi kaum Muslim serta berusaha terus menistakan kesucian agama Islam? Apakah ketentuan-ketentuan dalam hadis di atas tetap berlaku?
Jelas seorang muslim haram menerima kunjungan tersebut, apalagi menyambut dan memuliakannya, dengan dasar : Allah SWT justru telah melarang untuk menampakkan kesetiaan dan kasih saying kepada orang-orang kafir, apalagi kafir penjajah yang sampai hari ini masih terus menghisap harta dan darah kaum Muslim. Allah SWT telah melarang untuk menyakiti kaum Muslim. Penerimaan dan penyambutan Barack Obama d negeri ini tentu akan menambah penderitaan dan rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi serangan militer AS da sekutu-sekutunya di Irak, Afganistan, Paistan, Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya. Adanya kewajiban untuk membela saudara sesame Muslim yang tidak beada di dekatnya. Wujud pembelaan seorang Muslim kepada saudara-saudaranya sesama Muslim yang jauh, yang pada saat ini dijajah, dianiaya, bahkan dibunuh oleh Amerika Serikat adalah menolak kunjungan mereka.
2. alasan rasional , sesungguhnya tidak masuk akal jika kaum muslim harus bermitra dengan Negara seperti AS. Pasalnya, hinga saat ini kaum Muslim di berbagai belahan negeri yang jauh dari Indonesia dalam kondisi terkoyak dan porak-poranda dililit kemiskinan, penyakit dan konflik berkepanjangan. Darah mereka pun tumpah-ruah seolah tiada harga. Semua masyarakat dunia bisa menyaksikan tragedi di Irak, Afganistan, Palestina, perbatasan Pakistan dan di wilayah-wilayah lainnya yang diakibatkan oleh tindakan biadab AS sebagai Negara penjajah.
Berdasarkan alasan-alasan di atas maka kita sebagai umat muslim wajib menolak kedatangan Obama tersebut. Salah satu caranya dengan megadakan masirah (unjuk rasa), aksi atau yang sering disebut masyarakat pada umumnya adalah dengan sebutan demonstrasi. Demonstrasi tersebut juga ada yang dilarang dan ada juga yang dibolehkan. Dimonstrasi ataupun unjuk rasa merupakan salah satu cara untuk menampakkan aspirasi ataupun pendapat masayarakat secara berkelompok. Secara umum, aktivitas menampakkan aspirasi atau pendapat di dalam islam adalah perkara yang dibolehkan (mubah). Demonstrasi yang dilakukan secara tertib, memperhatikan syari’at islam, termasuk menyangkut pendapat/aspirasi yang disampaikan, tanpa kekerasan, tidak mengganggu ketertiban umum dan hak-hak masyarakat, tidak membakar, merusak, dan menghancurkan barang-barang milik umum, Negara, maupun milik individu adalah diperbolehkan. Inilah yang disebut dengan masirah (unjuk rasa)
Sekarang, setelah tahu fakta dan kenyataan yang ada serta hukum wajibnya menolak Obama dan cara penolakannya yang dibolehkan oleh Islam, sikap apa yang kita pilih sebagai umat Islam yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Apakah menerima dengan senang hati, berdiam diri saja atau menolak sekuat tenaga dengan cara-cara yang dibolehkan guna menolak kedatangan presiden kafir penjajah tersebut. Dan semoga umat Islam segera menemukan penguasa yang amanah, penguasa yang tidak tunduk dengan penguasa barat, penguasa yang dengannya menyeru umat untuk melakukan penolakan kerja sama terhadap penguasa Negara-negara kafir penjajah, dan penguasa yang bisa menjaga, merawat dan mengayomi mereka. Itulah Imam/Khalifah, yang menegakkan syariah Islam secara kaffah dalam sebuah Negara, yakni Khilafah.

Iklan

Aksi

Information

3 responses

25 06 2017
gobet889goal.com

If you desire to improve your experience simply keep visiting this
web site and be updated with the hottest gossip posted here.

21 04 2010
dreamlandaulah

thank you^_^

20 04 2010
WhiteLine

One of my friends already told me about this place and I do not regret that I found this article.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: