WORlD CLASS UNIVERSITY BUKAN IMPIAN

25 12 2010

by Bella (Bunga Revolusi Putih)

Indonesia sepertinya harus berlari jika ingin mengejar sepak terjang dunia pendidikan barat yang saat ini telah jauh melaju. Namun, usaha untuk menjadi lebih baik, tidak surut bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Sejak beberapa tahun yang lalu, telah dilakukan berbagai upaya dalam pendidikan di Indoneisa, dari tingkat pendidikan dasar, hingga perguruan tinggi. Untuk diperguruan tinggi sendiri, pemerintah telah mengupayakannya dalam beberapa tahun belakangan ini, agar terjadi peningkatan, terutama agar terlihat setara dengan universitas yang ada di luar negeri. Targetnya adalah universitas yang ada di Indonesia bisa termasuk dalam WCU(World Class University).
WCU adalah program ntuk meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam persaingan global menjadi ukuran kebermutuan pendidikan dalam tingkat dunia. Program-program untuk mencapai target WCU yang dilakukan mencakup peningkatan kemampuan kerjasama internasional. World Class University pada umumnya adalah universitas Riset sebab 40 % WCU dinilai oleh kelompok ilmuwan dunia melalui persepsi yang bersangkutan terhadap suatu perguruan tinggi. Selain itu penilaian juga berasal dari tingkat keberhasilan ilmuwan dunia terhadap hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Internasional. Namun disayangkan, karena tarlalu tertuju pada target, pendidikan menjadi terfokus pada WCU dan berbagai penelitian yang dilakukan. Tanpa memperdulikan pendidikan secara menyeluruh. Pendidikan sendiri menjadi formalitas belaka, sekedar wadah untuk memenuhi target-target yang hanya menguntungkan pihak tertentu.
Jika berbicara soal pendidikan dan target-target di dalamnya, tentunya tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab pemerintah terhadap peningkatan kualitas SDM di indonesia. Termasuk juga peranan masyarakat sebagai pelaku utama pendidikan. Kesadaran masyarakat bahwa pendidikan bukan sekedar formalitas belaka namun mengerti dan memahami dengan benar bagaimana memberikan sumbangsih pada pendidikan. Peranan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan pendidikan tidak akan maksimal tanpa partisipasi masyarakat didalamnya dan tentunya tidak akan berhasil jika hanya melihat keuntungan dari satu pihak semata.
Saran dan kritik untuk mengatasi persoalan pada sistem pendidikan saat ini telah berlangsung sejak dulu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, topik-topik tersebut mengalami ketidakpastian dalam pengaplikasiannya. Pemerintah dan organisasi pendidikan di indonesia terlalu sibuk dengan sistem informasi manageman, analisis finansial, angka kelulusan dan data-data kuantitatif lainnya sehingga terpisah jauh dari jantung pendidikan itu sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir ini usaha-usaha yang dilakukan telah banyak mengalami kekecewaan di mata masyarakat, apalagi jika diperhatikan dengan benar, usaha-usaha tersebut justru akan merusak sistem pendidikan secara perlahan. Pendidikan
Bukti nyata dari gejala-gejala ketidakefektifan sistem pendidikan di indonesia adalah banyaknya penggangguran di indonesia termasuk “produk-produk gagal” bertitle S1 meskipun hal ini tidak terlepas dari dampak krisis ekonomi dunia tapi setidaknya indikasi bahwa produk pendidikan kita belum siap berhadapan dengan kerasnya globalisasi dan persaingan di dunia luar. Data statistik yang banyak dilansir media-media yang beredar memang menyebutkan bahwa tingkat penggangguran di indonesia telah mengalami penurunan, dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi indonesia yang semakin membaik. Tapi realita di lapangan masih menyisakan keprihatinan tersendiri. Bagaimana tidak, masih banyak pekerjaan yang tidak layak disebut pekerjaan seperti pemecah batu, penambang pasir hingga pekerja seks yang mengkomersilkan diri. Kualitas pendidikan kita dan program-program di dalamnya akan selalu menjadi tanda tanya besar di masa yang akan datang.
Menengok ke masa lalu ketika sistem pemerintahan islam masih menjadi patokan dunia muslim. Ternyata WCU bukanlah hal yang besar. Karena kemajuan pendidikan dimasa itu sangat luarbiasa. Pada masa itu, Kekhilafahan membangun rumah sakit umum, rumah sakit jiwa, perpustakaan umum, universitas, dan pusat observasi astronomi negara sebagai pusat penelitian. Sir John Bagot Glubb menulis,” Di masa (kehilafahan) Ma’mun fakultas kedokteran di Baghdad sangat aktif. Rumah sakit umum bebas-biaya dibuka di Baghdad semasa Khalifah Haroon ar Rasheed. Para dokter dan ahli bedah ditunjuk untuk memberi kuliah kepada mahasiswa kedokteran dan mengeluarkan ijazah bagi lulusannya. Di Mesir rumah sakit pertamanya di buka di tahun 872M, yang diikuti dengan berdirinya rumah-rumah sakit lainnya di wilayah kekuasaan Islam dari Spanyol, Maroko hingga Persia. Di samping madrasah yang berkecimpung di kedokteran, lahir madrasah di bidang hukum. Beberapa kalangan bahkan menduga bahwa ‘fakultas hukum yang dikenal sebagai Inns of Court di Inggris” adalah turunan dari Madrasah yang mendalami Hukum dan Peradilan Islam. Semua itu bisa terjadi karena pengaruh sistem pendidikan yang diguankan pada saat itu. Apalagi kalau bukan sistem pendidikan islam!
Dasar sistem pendidikan Islam adalah untuk membentuk masyarakat dengan Islam sehingga mereka yakin dengan kebenarannya dan mampu mengembannya ke seluruh penjuru dunia. Muslim di masa lalu belajar dan mendalami nilai Islam dengan kesadaran yang tinggi dan visi yang jelas. Pengetahuan yang mereka dapatkan meluaskan pandangan mereka, membangun persepsi, memperkaya mental, dan menjadikan mereka sebagai guru bagi manusia lainnya. Muslim dimasa lalu menjadikan islam sebagai motivator utama dalam mengembangkan kehidupannya. Ini yang menjadikan mereka sebagai peradaban adidaya yang diperhitungkan di masanya dan menyumbangkan khazanah pengetahuan di berbagai bidang ilmu dan pendidikan. Satu-satunya langkah ke depan yang harus ditempuh, tidak lain adalah untuk belajar dari sejarah dan memahami apa-apa yang generasi awal umat islam terdahulu pahami, yaitu kayakinan bahwa keberhasilan di dunia dan akhirat hanya bisa diraih dengan Islam.
Melihat hal tersebut, WCU bukanlah beban berat yang nantinya menjadi angan-angan belaka. Jika sistem pendidikan Islam diterapkan beserta perangkat-perangkat pendukungnya, bukan hanya pendidikan setara WCU, tetapi pendidikan terbaik tingkat dunia akan diraih.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: