Perceraian dalam pandangan ISLAM

24 01 2010

By rahma
Islam adalah sebuah agama yang berbentuk sebuah peraturan hidup yang menjadi sumber rahmat dan kebahagiaan bagi seluruh kaum muslimin. Manusia diturunkan bersama dengan peraturan hidupnya agar tidak terjadi benturan dan ketidakseimbangan. Benturan dan ketidakseimbangan ada ketika manusia mulai mencampakkan islam sebagai peraturan dalam hidupnya.
Islam memiliki pengaturan yang menyeluruh tentang kehidupan dan mengatur seluruh aspek kehidupan. Tidak terkecuali masalah pernikahan, islam mengaturnya dalam sistem pergaulan. Pernikahan merupakan menggabungkan akad antara laki-laki dan wali perempuan yang karenanya hubungan mereka menjadi halal. Wajib menikah jika seseorang takut terjerumus dalam pelanggaran da menjaga kesuciannya. Sunnah menikah jika seseorang memiliki kesempatan dan ingin menyelamatkan dirinya dari berbuat maksiyat kepada Allah SWT.
Keluarga harus terbentuk dari pondasi yang kokoh. Pondasi tersebut adalah akidah islam, ikatan atas dasar keutamaan agama (dien). Dengan niat, cara, proses pernikahan yang sesuai dengan syariat islam, maka restu akan menjadi doa dari semua yang menyaksikan ikatan tersebut. Maka sakinah, mawaddah, dan warohmah mudah dicapai.
Keluarga adalah sebuah institusi terkecil dari pelaksana syariat islam. Dari keluargalah akan lahir generasi yang kuat akidah dan akhlaknya untuk mewujudkan kembali islam sebagai sebuah negara. Maka, di saat negara islam belum terwujud, maka menjadi kewajiban setiap pasangan untuk menjaga kekokohan keluarga tersebut. Agar islam dalam institusi terkecil tersebut tidak mampu dihancurkan kaum kafir yang tidak pernah ridho dengan kekuatan islam sampai islam tegak kembali menjadi negara. Untuk itu, menjadi kewajiban untuk melanggengkan sebuah ikatan pernikahan dan kehidupan keluarga yang selalu terikat dengan hukum Allah SWT.
Kebahagiaan dalam pernikahan merupakan hal yang didambakan oleh setiap pasangan. Kebahagiaan tersebut berasal dari niat dan usaha dari masing-masing pasangan untuk mewujudkan sebuah kebahagiaan. Sebelum menikah, saat sudah sama-sama cocok dan melanjutkan ta’aruf, menuju jenjang pernikahan untuk menyatukan komitmen suci mencapai kebahagiaan hakiki, pasangan akan berusaha mempertahankan kebahagiaan tersebut sampai akhir hayat.
Cobaan yang datang setelah pernikahan merupakan ujian yang harus dihadapi dengan kematangan sikap dan kematangan berpikir. Idealnya harus dihadapi dengan hati dan pikiran yang terbuka, selalu berprasangka positif, serta dengan adanya komunikasi yang baik. Semuanya menjadi kunci utama dalam sebuah kebahagiaan, yang akan membebaskan pasangan dari rasa curiga, pikiran negatif, dan kecemasan lainnya. Komunikasi merupakan jembatan pembentuk kepercayaan. Dengan komunikasi pasangan lebih bisa menentukan langkah ke depan menuju kebahagiaan yang diinginkan.
Tentunya, ketika islam yang menyatukan, maka islam pula yang memisahkan ketika jalan perpisahan menjadi jalan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pernikahan. Keputusan yang menjadi pilihan untuk tetap menjaga akidah dan keterikatannya terhadap hukum syara. Islam telah mengatur tentang talak, yaitu:
1. Wajib, jika perselisihan harus mendatangkan dua hakim akibat rumah tangga yang mendatangkan keburukan, perselisihan, pertengkaran, bahkan menjerumuskan keduanya pada kemaksiatan.
2. Sunnah, jika salah satu mengabaikan hak-hak Allah yang telah diwajibkan kepadanya.
3. Mubah, jika salah satu mencerminkan akhlak yang tidak baik, pergaulan yang buruk, dan menjauhkan dari tujuan pernikahan.
4. Makruh, jika dengan cara seperti ini akan mendatangkan kebaikan yang memang disunnahkan.
5. Mahzhur (terlarang), jika kondisi istri dalam keadaan haid, nifas, dan tiga kalimat talak dalam satu waktu.
Dengan demikian, menjadi perkara yang harus dihindari, meskipun dibolehkan dalam islam, tetap saja yang namanya talak adalah perkara yang tidak disukai oleh Rasulullah SWT.
Dari fakta-fakta perceraian yang terjadi di masyarakat sekarang, sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk menstandarkan kembali seluruh perbuatan dan pilihannya kepada islam. Sudah menjadi pedomankah al Quran bagi seluruh kaum muslimin, atau hanya dijadikan sebagai simbol dan aturan yang terpisah dari kehidupan? Maka, saatnya kita renungkan:
“ Al Quran adalah kitab yang menjadi pembela dan bisa dimintai pembelaan, ia adalah kitab yang Mahil dan Mushaddaq. Siapa saja yang menjadikan al Quran ada di depannya, maka ia akan menuntunnya ke syurga. Tapi siapa saja yang menjadikan al Quran di belakangnya, maka ia akan menggiringnya ke neraka. (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dari Jabir bin Abdullah ra. Dan Riwayat Baihaqi dalam kitab Sya’bul Iman dari Jabir dari Ibnu Mas’ud ra. Ini adalah hadist shahih)

About these ads

Aksi

Information

2 responses

15 02 2013
http://bing.com

“Perceraian dalam pandangan ISLAM Dreamlandaulah” was a good article.
If only there were significantly more weblogs just like
this one on the actual world-wide-web. Anyhow, thanks for
your time, Hildegard

11 12 2012
karim

tolong di jelaskan apakah nabi pernah bercerai atau tidak?,saya baca tulisan ini :
Syeikh Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqhus Sunnah menjelaskan pada bab pernikahan bahwa bila seseorang mengetahui ada aib pada pasangannya maka ia berhak membatalkan pernikahan tersebut. Baik pada perempuan maupun lelaki. Beliau mencantumkan keterangan bahwa Nabi saw. pun pernah menceraikan seorang wanita dari Bani Bayadhah dalam waktu singkat karena ada cacat tubuh wanita tersebut. Beliau juga menegur Bani Bayadhah yang menawarkan wanita tersebut karena dianggap telah menipunya, “Kalian telah memperdayaku.” (HR. Abu Nuaim dan Bayhaqi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: